Married To Prince

Married To Prince
Bab 6


__ADS_3

"Berikan aku sebotol lagi..." ujar Elise, wajahnya sedikit memerah, namun kesadaran yang dimilikinya masih begitu bagus.


Aricer memandang Ellise sedikit terkejut, biasa wanita bangsawan hanya sanggup menerima segelas atau dua gelas wine, itupun hanya demi sebuah kesopanan diacara tertentu. Namun, wanita yang diahadapannya, meminum satu botol dan masih meminta lebih. Menarik!


"Jadi, nona Lisela, berapa botol kamu sanggup meminumnya? " Tanya Aricer setelah memberikan botol kedua pada Ellise.


"Dua sampai 3 botol, namun biasanya aku membatasinya sampai dua botol, karena jika memasuki botol ketiga, aku mulai tidak bisa menguasai diriku."


Aricer tertarik dengan kalimant terakhir Ellise, "Benarkah? Tidak bisa menguasai diri, seperti apa?"


"Well, itu tergantung dengan siapa aku meminumnya, biasa aku meminumnya dengan para pelayan dan ksatriaku, mereka hanya menyuruhku melakukan hal-hal lucu, aku tidak terlalu ingat. "


" Jika denganku? "


" Denganmu? Mungkin aku tergoda untuk melakukan hal yang menyenangkan denganmu. " canda Ellise


" Hal yang menyenangkan? " Aricer menaikkan satu alisnya, senyum mengambang diwajahnya." Tolong beritahu aku, hal yang menyenangkan apa? "


" Mungkin kita bisa berdansa sepanjang malam, tanpa musik pengiring, aku bisa bernyanyi untuk menggantikan itu semua. "


" Kamu bisa? "

__ADS_1


" Aku mempunyai kemampuan untuk itu. "


" Aku tidak percaya, bagaimana kalau kita buktikan? "


" Biarkan aku menyelesaikan satu botol ini. "


" Harus? "


" Bersentuhan dengan pria asing, untuk seorang Lady adalah sesuatu hal yang membutuhkan keberanian yang luar biasa. "


" Dan kamu merasa sebotol wine bisa membantu?"


" Baiklah, tapi hanya botol kedua. Aku tidak ingin kamu benar-benar mabuk. "


Ellise terkekeh sedikit, pembahasan dengan seorang pria asing, hanya membahas wine dan efeknya untuk dirinya.


Sebenarnya, Ellise ingin menikmati setiap gelas winenya, namun malam tidak lah terlalu panjang, dia harus menyelesaikan winenya, menyelesaikan dansanya, sedikit beristirahat dan kembali sebelum pagi agar dia tidak ketahuan. Mungkin akan sedikit berbahaya menaiki kuda setelah minum, namun itu kudanya, sangat jinak dan baik, jika dia mengikat tubuhnya ke kuda dan tertidur, maka kuda itu pasti akan kembali kekediamannya, sampai disana pasti para kesatrianya telah menunggu untuk membantunya, Ellise cukup percaya diri.


Aricer bangkit dan berjalan kearah Ellise setelah melihat Ellise menyelesaikan botol kedua, dia sedikit menunduk dan mengulurkan tangannya dengan sopan, bagaimana seorang pria terhormat meminta seorang lady untuk berdansa dengannya.


Ellise menyambut uluran tangan Aricer, ada debaran feminim menjalar kesekujur tubuhnya saat tangan mereka bersentuhan, walaupun sarung tangan menjadi penghalang kedua kulit mereka untuk bersentuhan langsung, mereka berjalan kesudut ujung di sebelah jendela, pantulan sinar rembulan merembes masuk dengan sempurna. Hanya tempat itu yanh memiliki lantai yang tidak terlalu banyak barang, Ellise mulai bernyanyi kecil, mereka mulai berdansa mengikuti irama nyanyian Ellise.

__ADS_1


Aricer terpesona dengan suara Ellise yang merdu, mata emas Ellise yang terkadang terkena sinar rembulan tampak bersinar, seolah ada ribuan butir emas terkandung dibola matanya. Ellise masih memakai topeng diwajahnya, namun Aricer mampu menebak jika wajah Ellise sangatlah cantik, dari matanya, dari bibirnya yang menggiurkan.


Aricer sedikit menyium aroma tubuh Ellise, aroma yang begitu lembut dan menyenangkan. Biasa nya bangsawan akan berendam bunga untuk memberikan aroma tubuh yang tajam, dan akan memakai sari-sari bunga sebagai parfum atau pewangi, dan seringkali Aricer merasa muak dengan wangi tajam tersebut.


Namun aroma tubuh Ellise, begitu segar dan menyejukkan, wangi buah-buahan yang begitu halus. Tangan Aricer merangkul tubuh Ellise, menganalisa tubuh Ellise secara umum, Aricer mendapat kesimpulan bahwa tubuh Ellise sempurna.


"Ap.. Apa yang kamu sentuh? " tanya Ellise ketika menyadari tangan Aricer berada dipantatnya.


" Pemeriksaan dasar... "


" Pemeriksaan dasar? Kita hanya berdansa! Sepertinya kamu sudah mabuk. Sebaiknya kita berhenti. " ujar Ellise panik.


Namun Aricer makin memeluk erat tubuhnya,


" Aku bahkan tidak menghabiskan segelas wine, bagaimana mungkin aku mabuk? "


" Jika kamu tidak mabuk, berarti kamu memang berprilaku tidak pantas dengan kesengajaan! " ujar Ellise sedikit marah.


" Itu salahmu, nona, kamu begitu menggoda."


Setelah selesai mengucapkan kalimat tersebut, Aricer mencium bibir Ellise, dengan ringan menjadi liar seiring godaan yang saling menaut diantara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2