Married To Prince

Married To Prince
Bab 9


__ADS_3

"Nona Ellise!!!" teriak Linden begitu melihat kedatangan Ellise dengan kudanya.


"Ellise apa kamu baik-baik saja? " tanya Val dengan khawatir.


" Ellise katakan padaku, kemana saja kamu? Mengapa kamu baru kembali sekarang? Monicva menangis dari kemarin malam! Kami semua mengkhawatirkanmu! " cerca Ava dengan marah.


" Bisakah kita kembali dulu? " tanya Ellise yang turun dari kudanya.


Linden dengan cepat menggendong Ellise, membawa Ellise menaiki tembok tinggi.


" Sir Linden , aku bisa melewati tembok ini sendirian. " teriak Ellise ketakutan.


" Nona, tolong diam. Kita tidak mempunyai waktu! Ava, Val, bawa Kuda Ellise. Cepat! "


***


" Nona Ellise, kemana anda kemarin malam? " tanya Monicva yang menangis melihat kedatangan Ellise.


" Monicva, biarkan Ellise mandi terlebih dahulu. " perintah Linden yang masih menggendong Ellise, membiarkan Ellise turun dan menutup pintu sebelum keluar.


Monicva mengangguk, lalu menyiapkan air panas untuk Ellise.


" Monicva, keluarlah. Hari ini aku akan mandi sendiri. "


" Tapi nona Ellise.. "


" Keluarlah! Aku ingin sendiri!" teriak Ellise marah. Monicva langsung ketakutan, baru pertama kali dia melihat kemarahan Ellise, akhirnya Monicva keluar, menuruti kemauan Ellise.


Ellise menatap air hangat yang dihadapannya, dengan susah payah dia melepaskan gaunnya. Dia tidak mungkin membiarkan Monicva melihat bekas-bekas merah akibat percintaannya.


Air matanya mulai mengalir, mulai hari ini kehidupannya berubah. Dia tidak lagi Ellise muda, dia menjadi dewasa sebelum hari kedewasaannya. Ellise memasuki bak mandinya untuk berendam, untuk membersihkan diri, air matanya mulai mengalir deras, dia mulai terisak.


***


"Apa yang dilakukan Ellise? Dia belum keluar dari tempat mandinya, ini sudah satu jam! " ujar Ava mulai frustasi.

__ADS_1


" Aku tidak tau, nona Ellise menyuruhku keluar, tidak mengijinkan aku membantunya mandi seperti biasanya. " ujar Monicva sedih.


" Lalu temuin dia sekarang! Ini sudah satu jam, jika terjadi sesuatu padanya maka... "


Belum sempat Ava menuntaskan ucapannya, Ellise muncul keruang makan. Tidak ada keceriaan diwajahnya, mata nya terlihat bengkak, jelas dia siap menangis.


" Ellise, katakan padaku..."


"Nona Ellise, saya telah menyiapkan makanan untukmu. " ujar Rose memotong ucapan Ava.


" Monicva, bantulah nona Ellise bersantap pagi. " ujarnya kemudian.


" Baik, ibu. " jawab Monicva. Dengan cepat dia membantu Ellise duduk dan menyiapkan teh kesukaan Ellise.


Ellise duduk, tetapi tidak menyentuh apapun yang disana.


" Aku ingin berbicara dengan kalian, hanya Sir Linden, Ava, Val, Monicva, bibi Rose. " ujar Ellise.


Linden menyuruh pelayan lainnya keluar.


" Aku... " ujar Ellise ragu..


Semua orang diruangan itu terdiam, bahkan sendok yang dipegang Monicva terjatuh.


Ellise mulai terisak.


" Maafkan aku... "


Hanya itu kalimat yang dapat diucapkannya.


Linden memukul meja sebagai reaksi pertama, Ava dan Val mengeram frustasi sebagai reaksi kedua, sedangkan Monicva dan Rose mendatangi Ellise dan memeluknya.


" Siapa yang melakukannya padamu?! " tanya Ava geram.


Ellise menunduk.

__ADS_1


Ave maju ketempat Ellise, menyuruh Monicva agar minggir, lalu dia menggunncang tubuh Ellise, " Katakan padaku siapa?! Aku akan membunuhnya! "


" Ava, tenang dulu. " ujar Linden.


" Tenang?! Paman, ketenanganku tidak bersisa sejak tadi malam ketika aku tidak melihat Ellise kembali! "


" Ava, segala hal telah terjadi. Ini tak luput dari kesalahan kita semua. "


" Tapi paman... "


" Ava, kemarahanmu tidak akan menyelesaikan masalah ini. Kita harus mencari solusi saat ini. " potong Linden cepat.


" Tadi malam, aku tidak diterima dipesta keluarga Vayerd karena aku tidak membawa kereta kuda berlambangkan bangsawan keluargaku, karena aku tidak memiliki pendamping, atau pelayan atau ksatria. Aku tidak membawa undangan dan sepupuku telah datang kesana menggantikanku. Karena itu, aku sangat sedih dan berniat pulang. Namun diperjalanan, aku melihat gedung, itu Secret Party. Tadinya, aku hanya penasaran dan mencoba masuk sebentar, aku tidak ingin pelarian kecilku menjadi sia-sia, lalu.. Lalu aku terlena dan terjerumus kedosa itu. Aku bahkan tidak mengetahui siapa pria itu, karena dia memakai topeng. Semua terjadi begitu saja. " ujar Ellise secara tiba-tiba.


Semua terdiam, hening, semua sibuk dengan pikiran masing-masing.


" Intinya, anda melewati malam pertama anda dengan pria yang bahkan anda tidak tau siapa, nona Ellise? " tanya Linden memastikan.


Ellise mengangguk lagi.


Linden terduduk lemas, janjinya pada duke Labird tidak dapat dipenuhinya. Dia tidak dapat menjaga Ellise dengan baik.


" Aku akan menikahi Ellise. " ujar Val tiba-tiba.


Semua memandang Val dengan terkejut.


" Val, kamu sadar apa yang kamu ucapkan?" tanya Linden memastikan.


"Paman, aku sadar dengan sangat jelas. "


" Val, pernikahan bukanlah suatu hal yang bisa main-main! Harus ada ikatan cinta! Jika tidak, baik kamu maupun nona Ellise, kalian akan menderita!" amuk Linden marah.


"Paman, aku tidak main-main!"


"Jika kamu tidak main-main, apakah kamu serius dengan Ellise?! Apakah kamu mencintainya?"

__ADS_1


"Benar, aku mencintainya! " jawab Val tegas.


Semua kembali terkejut, termasuk Ellise.


__ADS_2