
"Nona Ellise, sudah waktunya minum teh, ibu pasti telah menyiapkannya beserta cemilan sore.." ajak Monicva.
Ellise menuruti ucapan Monicva, perutnya terasa sedikit lapar. Monicva membantu Ellise bangun, dengan sigap dia membersihkan ujung gaun kembang Ellise dari sedikit rumput yang terikut.
***
"Monicva, dapatkah kamu membantuku? " tanya Ellise, tubuhnya mencondong kearah Monicva yang sedang menuangkan teh.
" Nona Ellise, berlaku lah seperti Lady yang terhormat, berbicara dengan makanan yang masih ada dimulut itu tidak sopan. " ujar Monicva menggerutu.
" Jangan salahkah aku Monicva, selama ini pelajaran yang kudapat hanyalah pelajaran berkuda, memanah dan bela diri, itupun Sir Linden, Sir Val dan Sir Ava yang bergantian mengajariku. "
Lagi - lagi Ellise tidak mau disalahkan karena tidak bersikap layaknya seorang Lady.
" Nona Ellise, bukankah sejak kecil anda telah mendapatkan pengajaran dasar untuk menjadi seorang Lady? Anda bahkan telah menerapkannya secara sempurna!!! Anda juga selama ini selalu berlatih musik, dansa dan pengetahuan lain, anda mempelajarinya sendiri dan anda menguasai itu semua!! Bukan anda yang tidak mendapat pelajaran, anda hanya tidak mau berlaku sebagai seorang lady!" ungkap Monicva kesal.
Ellise mengelap bibirnya dengan sarbet, lalu memeluk Monicva dengan manja, "Itukan karena aku bersama kalian, keluarga yang paling aku sayang..."
Monicva menarik nafas dan menghembuskannya dengan pasrah, sedari kecil dia dan Ellise telah berteman. Usia mereka sama, Ellise tidak pernah memperlakukannya sebagai pelayan, justru Ellise meminta Monicva jangan memakai bahasa yang formal, dahulu Monicva mengikuti kemauan Ellise. Sejak sang duke dan duchess tidak ada, Monicva mulai kembali berlaku sebagai seorang pelayan yang setia pada nonanya, jika tidak, siapa yang akan mengingat Ellise adalah seorang Labird.
"Bantuan apa yang anda perlukan nona? " tanya Monicva pada akhirnya.
__ADS_1
" Bantu aku keluar malam ini!"
Mata Ellise terlihat berbinar selayaknya anak kecil memohon untuk diberikan sebuah permen.
Monicva menutup kedua wajahnya dengan tangan, kelemahannya adalah jika Ellise telah bersikap demikian, Ellise terlihat lucu!
"Tidak, Marquess Jack akan menyiksamu jika mengetahui kamu keluar nona Ellise. " tolak Monicva setelah memantapkan kembali hatinya untuk melihat Ellise.
Ellise terlihat cemberut sebentar...
"Karena itu kita tidak boleh ketahuan bukan? Karena itu aku membutuhkan bantuanmu!"
"Nona, apakah anda sadar apa yang anda bicarakan? "
" Tidak bisa nona Ellise, jika anda tetap memaksa maka saya akan memanggil Tuan Linden untuk memberikan efek jera pada anda! "
" Sir Linden telah mengetahuinya, bahkan Sir Ava dan Sir Val juga mengetahuinya, jawabannya adalah mereka setuju!"
"Bagaimana mungkin?!! " teriak Monicva tidak percaya.
" Monicva, bahkan ibumu telah menyetujuinya juga! "
__ADS_1
" Nona Ellise, tetap saja ini akan berbahaya untukmu. "
" Monicva, sebentar lagi adalah hari kedewasaanku, apa kamu kira pamanku akan diam saja melihat ini terjadi? Ketika hari kedewasaanku tiba, bahkan jika saat itu aku sekarat, maka pamanku tidak akan mempunyai hak lagi menjadi wali ku, dengan kata lain otoritasku adalah sempurna dengan gelar bangsawanku. Sebelum itu terjadi, pasti dia akan menyingkirkanku. Aku harus keluar, memberitahukan para bangsawan diluar sana tentang keberadaanku sebelum mereka benar-benar melupakanku! Jika mereka telah mengetahui bahwa diriku baik-baik saja, akan ada kecurigaan jika pamanku tiba-tiba mengumumkan berita kematianku! " jelas Ellise panjang lebar.
Monicva menyadari suatu kebenaran yang dikatakan Ellise, " Benar, paman anda sesungguhnya sangat kejam. Jika bukan karena Sir Linden saat itu, dia pasti telah membunuh anda. Juga jika dia menyngkirkan anda saat itu, orang pasti curiga. Ini pasti sudah sirencanakannya!! Karena itu dia menyetujui untuk tidak menyentuh anda saat itu dan mencari waktu yang tepat. "
" Benar, bedanya kali ini Sir Linden pasti tidak akan bisa melindungiku lagi, kita semua akan tamat saat itu! "
Ellise melepaskan pelukannya dari tubuh Monicva, menepuk pelan kedua tangannya semangat.
" Karena itu Monicva, hanya kamu yang dapat membantuku. Karena pamanku tau, bahwa dirimu tidak pernah membiarkanku menjauh dari pandanganmu, dimana pun aku selalu ada dirimu. Pengecekan malam ini, biarkan kamu tetap seperti biasa, seolah aku sedang tertidur dan kamu tetap tinggal dikamar sebelah kamarku."
"Nona Ellise, bukankah lebih baik jika kita mencoba untuk melakukan kunjungan pesta secara terbuka? Kita akan mencari cara... "
" Monicva, itu tidak akan mungkin terjadi. Hanya ini satu-satunya cara. Nanti malam aku mendengar ada pesta dikeluarga Marquess Vayerd, putrinya, Lady Emelon Vayerd berulang tahun. Aku akan datang. " potong Ellise cepat.
" Apakah ini kesimpulan yang harus saya terima nona Ellise? " tanya Monicva mencoba memastikan.
Ellise bangkit dari duduknya, mengambil cangkir berisi teh, meneguk sampai tidak bersisa kemudian memandang Monicva pemuh arti.
" Ya, jika kamu menyetujui memberikanku bantuanmu yang begitu berarti. "
__ADS_1
Monicva menggeleng pelan tanpa daya, " Nona Ellise, sedari awal aku tidak mempunyai pilihan untuk menolak bukan? Kamu telah menyusun rencana ini dengan rapi. "
Ellise terkekeh pelan.