
"Su.. Suami ku.. Bagaimana nasib kita selanjutnya.." tanya Lady Viara Agrui kepada suaminya. Hatinya begitu khawatir.
Marquess Jack Keirs berusaha menenangkan istrinya walau kegelisahan tidak dapat dipungkiri mencelos dalam hatinya juga.
"Tenang lah istriku, kita lihat dulu situasinya. Jika keadaan memburuk, kita masih memiliki orang itu yang dapat menjamin kebebasan kehidupan kita. "
Marquess Jack Keirs hanya bisa menatap Ellise yang sedang berdansa dengan pangeran Addrich ditengah lantai dansa.
"Apakah hatimu sudah tenang?" tanya Pangeran Addrich yang sedang memeluk lawan dansanya.
Ellise gugup sendiri, merasa gugup karena tubuh Pangeran Addrich sangat dekat dengannya.
"Saya sangat berterima kasih pada pangeran karena bersedia memulihkan identitas saya malam ini. " jawab Ellise sekenanya.
Ellise bukanlah pedansa yang buruk, hanya saja lawan dansanya adalah Pangeran Addrich yang menjadi orang nomor 2 setelah raja di benua ini. Dengan hati-hati dia mengikuti kecakapan dansa Pangeran Addrich.
"Hanya ucapan terima kasih? "
Ellise memandang Pangeran Addrich dengan bingung, gerakan memutar dansa tidak dapat mengalihkan pandangan matanya dari Pangeran Addrich.
__ADS_1
" Pangeran sangat tampan.. " batin Ellise.
"Pangeran, saya hanyalah penduduk anda, seberapa tinggi kekuasaan keluarga saya, juga tidak dapat memberikan hal yang pantas kepada anda yang memiliki segalanya. Saya rasa, ungkapan terima kasih yang tulus adalah satu-satunya hal yang dapat saya berikan." jawab Ellise hati-hati.
"Memiliki segalanya? " tanya Pangeran Addrich dengan senyum licik.
" Benar, anda yang memiliki segalanya, segala hal yang ada dibenua ini adalah milik anda. "
" Apakah itu termasuk dirimu? "
" Benar, saya adalah warga anda, rakyat anda, bahkan segala kekuasaan dan kekayaan saya berasal dari anda. "
Ellise bingung apa maksud dari perkataan Pangeran Addrich, ketika hendak bertanya, musik telah berakhir menandakan bahwa dansa mereka telah usai. Ellise mengurungkan niatnya, digantikan sapaan hormat pada Pangeran Addrich yang kemudian memimpinnya kembali ke sisi lantai dansa sebelum meninggalkan Ellise, Pangeran Addrich kembali kesisi Raja.
Suasana begitu tenang, semua mata tetap menuju kepada Ellise. Beberapa putri bangsawan menatap Ellise dengan pandangan kagum, cemburu, marah dan benci. Ellise melihat itu semua, tetapi pilihannya adalah ketidak perdulian.
Tiba-tiba Raja Federich berdiri dari singgasananya, diikuti oleh Pangeran Addrich dan Ratu Olivia. Hal itu adalah pertanda bahwa raja ingin berbicara, jadi semua orang yang disana berkumpul dihadapan raja dengan sopan dan anggun.
"Malam ini... Adalah pesta kerajaan yang direncanakan untuk mencari putri mahkota yang pantas untuk menjadi First Lady di kekasisaran ini. " ujar Raja Federich dengan kearifan yang luar biasa.
__ADS_1
Semua mendengar dengan santun tanpa berani mengucapkan beberapa katapun..
" Sebelum itu, saya ingin mengucapkan selamat atas kembalinya Putri dari mendiang Duke Labird, yaitu Ellise de Labird." ujar Raja Federich yang memandang Ellise. Perkataan itu cukup menyita semua perhatian dan sekilas melihat Ellise.
"Terima kasih baginda raja.. " ujar Ellise seraya menunduk hormat. Raja Federich tersenyum puas.
" Beberapa saat yang lalu, pewarisku, Pangeran Addrich telah memutuskan siapa yang akan menjadi pendampingnya, yang akan menjadi putri mahkota, yang akan menjadi First Lady. "
Semua orang terhenyak, Pesta belum berlangsung lama, namun keputusan telah keluar. Semua kecuali Ellise dan Linden, berdoa dalam hati bahwa keluarga merekalah yang terpilih.
" Ayah, aku pasti terpilih. " bisik Beatrix percaya diri pada Marquess Jack Keirs.
Bisik-bisik mulai terdengar dari para bangsawan lainnya.
"Saya akan memberikan kesempatan kepada Pangeran Addrich yang mengumumkan sendiri siapa wanita beruntung malam ini.." ujar Raja Federich.
Semua mata tertuju pada pangeran Addrich dengan tatapan harap-harap cemas.
Pangeran Addrich sedikit maju, sorot matanya memandang setiap orang dengan tajam, kemudia dia berhenti tepat dengan tatapannya terhadap Ellise.
__ADS_1
"Saya akan memilih Ellise De Labird, putri tunggal dari Mendiang Duke Labird yang akan menjadi pasangan saya. Saya akan menikahinya... "