Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 10 Cherry Berry Sweety


__ADS_3

"Buru-buru amat Cher? Udah gak sabar ya?" ledek Max sambil terkekeh ketika berjalan dengan tangannya yang sedang ditarik oleh Cherry.


Seketika langkah Cherry terhenti. Dia menoleh ke belakang dan menatap tajam pada Max seraya berkata,


"Enak aja. Aku cepat-cepat ngajak kamu keluar agar kamu gak ngomong macam-macam lagi."


"Ya… tapi gak ditarik-tarik gini tangannya Cher. Ngomong aja kalau kamu mau gandeng tanganku," sahut Max sambil terkekeh dan menunjuk dengan matanya tangan Cherry yang menarik tangannya.


Sontak saja Cherry menghempaskan tangan Max. Dia melipatkan kedua tangannya di depan dadanya dan berkata,


"Ih najis! Udah, sana pergi!" 


Cherry kembali kesal pada Max yang ucapannya selalu benar. Dia menghadap ke arah lain agar tidak melihat wajah Max yang melihatnya dengan senyumannya.


Jujur saja jika Cherry selalu gagal fokus apabila melihat senyuman Max. Dia terpesona dengan semua yang ada pada diri Max. Hanya satu yang membuatnya tidak suka, sikap Max yang selalu membuatnya kesal itu menggugurkan keterpesonaan Cherry pada Max.


Ganteng sih, tapi nyebelin. Buat apa coba? gerutu Cherry dalam hatinya.


Tiba-tiba tangan Cherry ditarik oleh Max sehingga dengan terpaksa dia berjalan mengikuti Max.


Max membuka pintu mobil dan mempersilahkan Cherry masuk ke dalam mobilnya. 


Tapi Cherry tidak begitu saja menuruti keinginan Max. Dia berdiri tepat di depan pintu dan berkata,


"Mau apa Max?"


"Cepat naik. Kamu harus ikut aku," ucap Max sambil mendorong-dorong tubuh Cherry agar masuk ke dalam mobil.


"Eh ngapain aku harus ikut kamu?" tanya Cherry tanpa mau beranjak dari tempatnya berdiri saat ini.


Max memegang kedua pundak Cherry dan sedikit mendorongnya untuk mendudukkannya di kursi samping pengemudi.


Dengan segera Max berjalan memutar dan memasuki mobilnya. Setelah dia duduk di kursinya, dia segera memakai sabuk pengamannya dan berkata,


"Pakai sabuk pengamanmu Cher!"


"Jawab dulu, kenapa aku harus ikut kamu?" tanya Cherry tanpa mengikuti perintah Max untuk memakai sabuk pengamannya.


Max kembali melepas sabuk pengamannya. Masih dari tempat duduknya, Max menengadahkan wajahnya pada wajah Cherry.


Tampak jelas sekali terlihat wajah Cherry yang terkejut karena ulah Max. Tatapan mereka beradu, hingga saling mengunci.


Tangan Max memakaikan sabuk pengaman pada tubuh bagian depan Cherry. 


Namun, Cherry tidak menyadarinya. Dia sibuk terpesona oleh wajah tampan Max dan mata Max yang seolah berbicara dengannya.


Klik!

__ADS_1


Tangan Max sudah berhasil mengaitkan sabuk pengaman tersebut. 


Senyum Max pun terpancar dengan sangat menawan membuat Cherry tersadar jika dia sedang menatap Max.


"Ehemmm…," Cherry berdehem sambil mengalihkan perhatiannya dengan melihat ke arah lainnya.


Max terkekeh melihat Cherry yang sedang salah tingkah. Tadinya dia akan menjahili kembali gadis yang duduk di sampingnya itu, sayangnya dia harus secepatnya kembali ke cafenya.


Setelah Max memakai kembali sabuk pengamannya, dia segera melajukan mobilnya seraya berkata,


"Bukannya kamu tadi bilang sudah menjadi kasir di cafeku? Jadi, penuhi janjimu jtu."


Cherry memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya seraya dalam hatinya dia berkata,


Sepertinya tidak ada cara lain. Dia masih saja mengingatnya. Lalu apa lagi yang akan dia perbuat padaku? Aku harus selalu waspada padanya.


Hanya beberapa menit saja mobil Max sudah sampai di parkiran cafe miliknya. Segera dia melepaskan sabuk pengamannya. 


Setelah itu dia menoleh ke arah samping dan tersenyum seraya berkata,


"Apa kamu menginginkanku untuk melepaskan sabuk pengamanmu?"


Seketika Cherry melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu mobilnya.


Tanpa menunggu Max yang masih mengunci pintu mobilnya, Cherry segera berjalan masuk ke dalam cafe tersebut.


Lagi-lagi Max dengan seenaknya merangkul pundak Cherry. Merasa sedikit terganggu dengan sikap Max itu, Cherry berusaha untuk melepaskan tangan Max dari pundaknya.


Namun, usaha Cherry sia-sia. Semakin dia berusaha melepaskan tangan Max dari pundaknya, maka semakin kuat Max mempertahankan tangannya di pundak Cherry.


Mata seluruh pekerja cafe tertuju padanya. Tak terkecuali Miyuki dan juga Lucas. Mereka berdua menatap heran pada Max dan Cherry yang bersikap layaknya pasangan muda.


"Siapa dia Max?" tanya Miyuki pada Max yang sudah berada di depan kasir bersama dengan Cherry.


Tiba-tiba Cherry teringat jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang menurutnya istri dari Max. Dia ingat foto-foto yang ada di media sosial cafe tersebut, wanita itu terlihat sangat dekat dengan Max.


Merasa pegangan tangan Max yang sudah mengendur tidak sekuat tadi, dengan cepatnya Cherry beringsut menjauh dari Max.


Namun, tangan Max berhasil menangkap sebelah tangan Cherry, sehingga Cherry tidak bisa ke mana-mana.


"Dia Cherry. Dia yang akan menjadi kasir di cafe ini," tutur Max pada Miyuki dan Lucas yang menunggu penjelasan darinya.


Sontak saja Miyuki mengalihkan pandangan matanya pada Cherry dan berkata,


"Kasir? Dia? Kok bisa? Bukannya kamu paling anti menjadikan orang luar untuk menjadi kasir?" 


Seketika Cherry bertambah mengkerut. Tatapan Miyuki padanya seolah tatapan seorang istri pada selingkuhan suaminya.

__ADS_1


"Dia siapa kamu Max?" tanya Lucas pada Max dengan tatapan curiga.


Max menarik tangan Cherry sehingga tubuh Cherry membentur dada Max. Kemudian dia berkata,


"Cherry berry sweety ini pacarku. Cantik kan?" jawab Max sambil tersenyum lebar dan mengeratkan tubuh Cherry padanya.


Seketika Miyuki dan Lucas tertawa lepas, hingga Miyuki mengeluarkan air matanya dan memegangi perutnya yang sudah terlihat membesar.


Lucas pun demikian. Dia dan Miyuki tidak pernah mendengar Max mengatakan kalimat konyol seperti saat menyebutkan nama Cherry. Lucas tertawa lepas mendengar nama Cherry yang disebutkan oleh Max.


Lain halnya dengan Cherry yang malah tersipu malu mendengar namanya disebutkan oleh Max sama persis dengannya ketika menyebutkan namanya sendiri.


"Kalian kenapa tertawa?" tanya Max dengan kesal pada Miyuki dan juga Lucas.


"Max… Max… sejak kapan kamu jadi alay begini?" tanya Miyuki di sela tawanya.


Max mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Miyuki padanya.


"Ck, alay apaan sih?" tanya Max tidak terima dengan perkataan Miyuki.


"Apa nama dia memang seperti itu?" tanya Lucas di sela tawanya.


Seketika Max teringat jika dia menyebut nama Cherry menirukan gaya khas Cherry ketika menyebutkan namanya.


Max tersenyum lebar dan berkata,


"Bukan, namanya Cherry Putri Atmaja."


"Max, gimana kamu bisa tau nama lengkapku?" sahut Cherry yang merasa heran ketika Max menyebutkan nama lengkapnya.


"Tentu saja dari kartu identitasmu yang waktu itu," jawab Max yang sedikit sadar akan keceplosan mengaku sebagai badut.


Max tidak ingin membahas lebih lama lagi tentang kejadian di pasar malam, karena dia takut jika akan membuka identitasnya sebagai badut yang menolong Cherry.


"Yuki, minggir. Biar Cherry yang menjadi kasirnya," perintah Max dengan tegas pada Miyuki.


"Terus aku di mana? Kamu tega melihat aku yang sedang hamil dengan perut besar begini sebagai waitress?" tanya Miyuki dengan wajah memelas dan masih tetap duduk di kursi kasir.


Max melepaskan tangannya dari pundak Cherry dan berjalan mendekati Miyuki seraya memegang kedua bahunya untuk membantunya berdiri dari duduknya dan berkata,


"Lebih baik kamu menemani suami kamu di kantornya saja."


Dengan puppy eyes nya Miyuki merajuk pada Lucas seraya berkata,


"Lucas… Max jahat."


"Max Sayang… aku datang…," suara ceria seorang perempuan yang berjalan mendekati mereka membuat Max, Miyuki, Lucas dan Cherry beralih melihat ke arahnya.

__ADS_1


Max Sayang? Siapa dia? tanya Cherry dalam hatinya.


__ADS_2