Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 19 Menghindari badut


__ADS_3

Setelah Max memberitahukan bahwa si badut yang menjadi maskot cafe tersebut adalah Lucas, Cherry seolah menolak untuk berdekatan dengan Lucas.


Hal itu terlihat jelas ketika Max mengajak Cherry makan bersama dengan Lucas, Miyuki dan Tristan ketika cafe dalam  sedikit sepi.


Lucas merasa heran ketika Cherry berpindah tempat duduk yang tadinya duduk di antara Max dan Lucas, kini Cherry berpindah tempat duduk di antara Max dan Miyuki.


Max pun merasa heran dengan sikap Cherry yang terlihat jelas menghindari Lucas.


Max mendekatkan dirinya pada Cherry dan berbisik padanya,


"Apa kamu menghindari Lucas?"


"Dia kan badut. Aku harus menghindarinya atau aku akan selalu bersin jika berada di dekatnya," Cherry berbalas bisik di telinga Max.


Seketika Max terdiam. Dalam hatinya berkata,


Bagaimana jika Cherry tau badut itu adalah aku? Pasti dia juga menghindariku. Apa aku harus berhenti menjadi badut untuk mempromosikan cafe ini?


"Max, apa kalian berdua tinggal bersama?" tanya Tristan setelah menelan makanannya.


Max dan Cherry saling menatap dan bersamaan menggelengkan kepalanya. 


"Yang dia pakai itu kaosmu kan? Aku ingat kaos itu kamu beli ketika kita berempat sedang berlibur waktu itu," tukas Tristan sambil menunjuk ke arah Cherry.


Miyuki dan Lucas menahan tawanya. Mereka berusaha keras agar tidak diketahui oleh Max dan juga Cherry.


Namun, sayangnya Max sudah mengetahui tawa mereka. Dia menatap tajam pada Miyuki dan kakinya menginjak kaki Lucas yang berada di bawah meja.


"Auuuch!" seru Lucas tertahan karena malu pada yang lainnya.


"Kenapa?" tanya Miyuki pada Lucas.


Lucas menahan sakitnya sambil menggelengkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari Miyuki.


Sedangkan Cherry, dia benar-benar malu dengan pertanyaan dari Tristan. Bahkan Max tidak berkomentar untuk menyanggah tuduhan dari Tristan.


Cherry hanya menggerutu dalam hatinya. Dan dia hanya fokus pada makanannya, tidak menoleh pada Max sama sekali. Dia juga tidak ikut serta dalam obrolan mereka.


Setelah makanannya sudah habis, Cherry segera beranjak dari duduknya dan dia bersiap-siap untuk pulang meskipun tidak diantarkan oleh Max.


Tangan Max memegang tangan Cherry untuk menghentikan langkah Cherry yang meninggalkan area kasir.

__ADS_1


"Tunggu, aku antar kamu pulang," ucap Max dengan tatapan mata memohon.


"Langsung antar aja Max, aku masih di sini kok sama Kak Tristan dan Lucas. Biar kami yang jaga di sini," tutur Miyuki dari tempatnya saat ini.


Tanpa banyak bicara, Max menarik tangan Cherry sehingga Cherry tidak ada pilihan lagi selain mengikuti keinginan Max.


Di dalam mobil, Cherry yang berwajah kesal sedang memanyunkan bibirnya. Max pun tidak ada inisiatif untuk mengatakan sesuatu pada Cherry atau bertanya padanya. Sehingga mobil itu pun sunyi senyap tanpa suara.


Mobil pun berhenti tepat di rumah Cherry. Max segera melepas sabuk pengamannya dan dengan gerakan cepatnya, kini wajahnya sudah berada tepat di depan wajah Cherry.


Tentu saja Cherry terkejut, tapi dia bisa menyembunyikan rasa terkejutnya itu dengan memperlihatkan rasa kesalnya.


Merasa sedang diacuhkan oleh Cherry, dengan refleknya Max memberikan kejutan untuk Cherry agar bisa merubah ekspresi wajahnya.


Cuup!


Max mencium bibir Cherry yang sangat menggoda baginya. 


Tentu saja Cherry sangat terkejut. Bahkan dia tidak bisa berkata-kata. Dia hanya bisa memandang wajah Max yang terpampang jelas tepat di hadapannya. 


Max tersenyum padanya, sehingga mata Cherry melihat ke arah bibir Max yang dalam beberapa hari ini membuatnya selalu terbayang akan wajah Max dan ciuman yang diberikan oleh Max padanya.


Sontak saja Cherry sadar dan memukul-mukul lengan Max dengan sekuat tenaganya seraya berkata,


"Dasar wajan datar Maxim!"


Max menghindar dengan kembali pada posisi duduknya sambil terkekeh dan dia tetap menerima pukulan dari Cherry yang merasa malu dan kesal karena ditertawakan oleh Max.


Cherry tetap saja memukuli Max dengan pukulannya yang bertubi-tubi. Merasa sangat lelah, dia menghentikan pukulannya dan bergegas keluar dari mobil Max dengan berlari masuk ke dalam rumahnya.


Max terkekeh melihat tingkah pacar pura-puranya itu. Dia melihat paper bag yang ada di jok mobil belakang. Ternyata Cherry melupakan bajunya yang kotor karena ketumpahan avocado juice tadi.


Max segera mengambil paper bag tersebut dan berlari membawanya ke rumah Cherry. Beruntungnya Max sampai di depan pintu ketika Cherry akan menutup pintunya. Dia segera menahan pintu tersebut dengan tangannya agar tidak bisa ditutup oleh Cherry.


Cherry mendengus kesal ketika pintunya tidak bisa ditutup dan melihat lengan kekar yang menahan pintu tersebut.


Tiba-tiba Max menampakkan dirinya sambil tersenyum dan berkata,


"Hai Cher."


"Ck, ngapain kamu di sini? Pulang sana!" ucap Cherry dengan sinis.

__ADS_1


Cherry tetap menahan pintunya agar Max tidak bisa masuk ke dalam rumahnya. Sekuat tenaga dia menahannya.


Namun, bagaimanapun kuatnya tenaga Cherry, masih saja kalah dengan tenaga Max.


Terjadilah dorong mendorong pintu antara Cherry dengan Max. Bisa saja Max langsung mendorong pintu tersebut, tapi dia menikmati situasi itu. Dia lebih memilih meladeni Cherry dengan berbalas mendorong sedikit saja pintu tersebut agar Cherry tidak terjatuh.


Akhirnya Cherry kalah, dia tidak ada tenaga lagi untuk melawan Max. Dia melepaskan handle pintu dan berjalan masuk tanpa mengajak Max. Dia benar-benar mengacuhkan Max.


Tanpa permisi, Max masuk ke dalam rumah mengikuti Cherry. Entah mengapa Cherry tidak merasa jika Max mengikutinya. Dalam bayangannya, Max duduk di ruang tamu menunggunya.


Biar saja dia menungguku sampai lumutan juga aku gak akan datang menemuinya, Cherry berkata dalam hatinya sambil tersenyum.


Cherry masuk ke dalam kamarnya dengan senyum penuh kemenangan. 


Dia menggerakkan tangannya ke atas dan meliukkan badannya untuk meregangkan tubuhnya seraya berkata,


"Akhirnya… aku bisa beristirahat dengan te–"


"Max?!" celetuk Cherry kaget ketika melihat Max berada di dalam kamarnya.


Max tersenyum melihat Cherry yang kaget akan kehadirannya dalam kamar tersebut. Kemudian dia berkata,


"Aku mengantarkan ini. Sepertinya kamu memang sengaja melupakannya agar aku mengantarkannya padamu."


Cherry bergerak maju mendekati Max dan dia meraih dengan kasar paper bag tersebut seraya berkata dengan ketus,


"Terima kasih. Keluarlah sekarang juga."


Tidak melakukan apa yang diminta oleh Cherry, Max berjalan menuju sofa yang ada dalam kamar tersebut dan berkata,


"Ayolah Sayang, aku masih ingin bersamamu."


Cherry melongo mendengar perkataan Max yang disertai dengan senyuman dan kedipan matanya.


Ternyata Max niat sekali menggoda Cherry. Dia merasa dunianya lebih berwarna dengan adanya Cherry dalam hari-harinya yang biasanya hanya datar tanpa ada rasa senang dan kesal.


"Max!!!" teriak Cherry yang kelepasan tidak bisa mengontrol suaranya.


Tiba-tiba pintu kamar Cherry terbuka dan terdengar suara dari pintu tersebut yang sudah terbuka,


"Cherry, ada apa?! Sepertinya kalian harus bertunangan secepatnya!"

__ADS_1


__ADS_2