Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 22 Show time Baby!


__ADS_3

Max mengulurkan tangannya untuk membantu Cherry turun dari mobil. Cherry pun tidak menolaknya. Dia menyambut uluran tangan Max dan turun dari mobil tersebut.


"Cher, kita harus berakting seromantis mungkin. Tunjukkan pada mereka jika kita pasangan yang saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan," tutur Max sambil menatap intens manik mata Cherry.


Dahi Cherry mengernyit dia merasa aneh dengan apa yang dikatakan oleh Max saat ini.


Max bisa melihat dari mata Cherry yang mengisyaratkan pertanyaan padanya. Kemudian dia berkata,


"Sudahlah, nanti kamu pasti akan tau jika sudah berada di dalam. Ingat, lakukan apa yang aku perintahkan."


Max menggandeng dan menggenggam tangan Cherry. Mereka berjalan masuk ke dalam sebuah restoran mewah yang terlihat sekali sangat berkelas.


Cherry benar-benar menurut pada Max. Kali ini dia benar-benar merasakan debaran jantungnya yang sangat tidak biasa. Bahkan perutnya merasakan seperti digelitik, sehingga senyumnya selalu merekah.


"Max!" 


Terdengar suara seruan perempuan dari arah dalam restoran. Sontak saja Max dan Cherry melihat ke arah sumber suara. 


Mereka melihat lambaian tangan seorang perempuan dari arah tersebut.


"Belek? Bukankah itu si Belek yang kurang ajar itu?" tanya Cherry sambil menoleh ke arah Max yang berada di sampingnya.


Max menatap Cherry sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"Lakukan seperti yang aku perintahkan tadi."


"Tenang saja, aku pasti akan melakukannya. Aku akan membalas perlakuan si Belek sialan itu padaku," ujar Cherry dengan tatapan penuh dendam.


Max tersenyum dan mengusap lembut rambut Cherry seraya berkata,


"Show time Baby!"


Cherry melepaskan genggaman tangan Max dan dia melingkarkan tangannya pada lengan Max.


"Yuk Max," ajak Cherry sambil tersenyum semanis mungkin pada Max.


"Sayang. Panggilnya sayang, jangan manggil nama," tutur Max seraya tangannya mencubit gemas hidung Cherry.


Dari tempat duduknya, Bella bisa melihat keromantisan dari Max dan Cherry. Dia menatap marah melihat adegan demi adegan yang disuguhkan oleh pasangan kekasih tersebut.


Kedua tangannya mengepal dengan kuat, menandakan betapa besarnya amarah Bella saat ini.


Max dan Cherry berjalan ke arah Bella. Tangan Cherry bergelayut manja pada lengan Max dan senyuman mereka berdua mencerminkan kebahagiaan mereka saat ini.

__ADS_1


"Siang. Ada perlu apa kamu menyuruh kami datang kemari?" tanya Max ketika sudah berdiri di hadapan Bella.


Bella menatap sinis pada Cherry. Dia menatap tajam penuh amarah melihat tangan Cherry yang berada di lengan Max. 


"Aku mengundangmu, bukan mengundang dia," jawab Bella dengan ketus dan menatap Cherry dengan tatapan penuh kebencian.


Max terkekeh mendengar ucapan Bella. Kemudian dia berkata,


"Cherry ini pacarku, jadi ke mana pun aku berada, sudah pasti ada dia. Kami tidak akan terpisahkan."


Max menoleh ke arah Cherry yang ada di sampingnya seraya berkata,


"Iya kan Sayang?" 


Cherry menganggukkan kepalanya dan tersenyum sangat manis pada Max. Tangan Cherry yang melingkar pada lengan Max semakin erat, hingga tubuh Cherry menempel pada lengan Max dan kepalanya diletakkan pada pundak Max.


Dada Bella semakin bergemuruh. Terlihat jelas dari wajah dan matanya yang penuh dengan amarah itu menatap Max dan Cherry yang sedang bermesraan di hadapannya.


"Duduklah Sayang," ucap Max sambil mempersilahkan Cherry duduk di kursi yang ditariknya.


Cherry pun duduk di kursi tersebut seraya tersenyum dan berkata,


"Terima kasih Sayang."


Max menggenggam tangan Cherry yang berada di atas meja. Tanpa sadar matanya tidak lepas menatap wajah Cherry.


Sebenarnya Cherry risih ditatap seperti itu oleh Max. Tapi dia ingat jika itu demi lancarnya rencana mereka, sehingga Cherry berbalas tatap dengan Max dan tersenyum padanya.


Pemandangan yang sangat memuakkan bagi Bella. Dia tidak menginginkan situasi seperti ini. Dia menginginkan hanya ada dia dan Max saja di meja tersebut untuk makan siang bersama dan tentunya dia berharap jika Max bisa seromantis itu padanya, seperti Max memperlakukan Cherry.


"Silahkan makanannya," ucap waiter seraya meletakkan makanan di meja tersebut.


"Apa ini makanan kita?" tanya Max pada Bella yang masih saja menatap padanya.


Bella tersenyum pada Max dan menganggukkan kepalanya.


"Apa cuma dua piring makanan ini saja yang kamu pesan?" tanya Max kembali pada Bella.


Bella pun kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Max.


"Kamu mau makan apa Sayang? Biar aku pesankan," tanya Max sambil mengusap lembut pipi Cherry.


Jantung Cherry kembali berdegup dengan kencang tatkala Max menyentuh dan mengusap dengan lembut pipinya. 

__ADS_1


Namun, dia sadar jika ini hanya pura-pura belaka. Dia mencoba menetralkan kembali degup jantungnya untuk menutupi kegugupannya seraya berkata,


"Lebih baik kita makan bersama saja."


Max mengernyitkan dahinya setelah mendengarkan ucapan Cherry. Lalu dia berkata,


"Maksud kamu… kita makan sepiring berdua?"


Cherry menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Max. Dia tersenyum setelah sekilas melirik ke arah Bella yang terlihat sangat marah.


Bella mencengkeram sendok dan garpu yang ada di tangannya. Dadanya naik turun dengan nafas yang tidak beraturan. Bahkan hidungnya terlihat kembang kempis dan giginya bergemeletuk menahan amarahnya.


Mata Max berbinar mendengar perkataan Cherry. Tanpa pikir panjang, Max menganggukkan kepalanya untuk menyetujui ide yang diberikan oleh Cherry.


Max menyuapi Cherry dengan telaten dan mengusap saus pasta yang menempel di bibir Cherry dengan perlahan menggunakan tangannya.


Setelah itu Cherry mengambil alih garpu yang ada di tangan Max. Dia mengambil pasta dalam piring mereka dan menyuapi Max secara perlahan.


Cherry kembali melirik Bella yang memandang mereka dengan tatapan yang sama seperti tadi. Dalam hati Cherry berkata,


Ternyata dia bisa bersabar juga. Lihat saja, apa dia masih bisa bersabar setelah ini?


Cherry melihat ada saus pasta pada bibir Max, dia mendekati wajah Max dan…


Cuuup!


Cherry menempelkan bibirnya pada bibir Max. Sontak saja Max terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Cherry saat ini. Dia tertegun dengan matanya yang terbelalak seolah mematung.


Tidak hanya Max yang terkejut. Bella terkejut hingga berdiri dari duduknya ketika melihat Cherry menempelkan bibirnya pada bibir Max.


Hanya sekilas saja bibir mereka menempel. Cherry melepaskan bibirnya dari bibir Max. Tatapan matanya terkunci pada bibir Max seraya tangannya mengusap bibir tersebut dan berkata,


"Ada sisa saus di bibirmu."


Tanpa sadar Max tersenyum manis seolah terhipnotis dengan senyuman manis yang diberikan oleh Cherry padanya.


Max gugup, jantungnya kini berdegup dengan sangat kencang. Dia tidak mengira jika Cherry berani menciumnya.


Tidak dipungkiri jika hatinya sangat senang layaknya dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran.


Bella sudah tidak bisa menahan amarah dan emosinya lagi. Dia memukul meja dengan kerasnya seraya berkata,


"Max! Jaga sikapmu, kita akan segera menikah!"

__ADS_1


__ADS_2