Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 12 Kostum badut


__ADS_3

"Seperti yang kamu dengar, namanya Bella. Dia kuliah di kampus yang sama dengan kami bertiga. Dan kebetulan sekali papanya adalah relasi bisnis papaku. Mereka sudah lama sekali bekerja sama, bahkan saat ini proyek mereka masih berlangsung. Tiba-tiba papanya datang ke kantor Papaku mengatakan niatnya untuk menjodohkan Bella denganku. Dia mengancam jika keluarga kami tidak menerima perjodohan itu, dia akan mundur dan meninggalkan proyek mereka yang sudah setengah jalan."


Max menghela nafasnya dan beranjak duduk di kursi yang ada di depan bar. Cherry masih menunggu cerita Max selanjutnya tanpa bertanya atau pun mengatakan sesuatu.


Max menatap mata Cherry dan kembali berkata,


"Papa dan Mama tidak mau memaksaku untuk menerima perjodohan itu. Dan papa Bella benar-benar merusak proyek mereka. Akhirnya, mamanya Miyuki memberi ide. Keluargaku dan keluarga Bella bertemu dan membicarakan perjodohan kami. Aku menentang perjodohan itu dan Papa sangat marah padaku. Aku diusir dari rumah dan membuka cafe ini sebagai usahaku mencari nafkah untuk membuktikan bahwa aku bisa hidup tanpa uang sokongan dari Papa. Semua itu hanya rekayasa. Itu ide dari Tante Kiki, mamanya Miyuki. Dan seperti inilah sekarang keadaanku. Hidup nyamanku terusik karena perempuan sialan itu. Kata Miyuki sih dia terobsesi padaku. Jadi dia tidak bisa melepaskan aku hingga sekarang, meskipun aku sudah menolaknya dengan kasar dan mempermalukannya."


Cherry menatap iba sekaligus kagum pada ketegasan Max. Dia masih tidak berkomentar apa pun karena dia berharap Max akan melanjutkan ceritanya agar dia mengetahui tentang Max.


"Dulu, ketika berada di kampus, Miyuki selalu melindungiku dari perempuan itu. Beruntungnya lagi, karena kedekatanku dengan Miyuki, semua orang di kampus menganggap aku dan Miyuki berpacaran, hingga akhirnya semua mengetahui yang sebenarnya ketika Kak Tristan, suami Miyuki menyatakan cintanya di hadapan semua orang di kampus," sambung Max dengan sedikit tersenyum mengingat kejadian Max yang berlutut dengan menyatakan cintanya pada Miyuki.


(Untuk cerita Miyuki dan Tristan, baca novel yang berjudul: Menikah Dengannya?)


Cherry tersenyum mendengar cerita Max. Lalu, sikap ceroboh Cherry kembali hadir. Tanpa sadar dia mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya,


"Kenapa kamu dan Miyuki tidak berpacaran?"


Max terkekeh dan mencubit gemas hidung Cherry seraya berkata,


"Kami sepupu."


Cherry melepaskan tangan Max dari hidungnya dan berkata,


"Sepupu masih diperbolehkan menikah."


"Tapi sejak kecil kita sudah bersama. Aku menjaganya seperti adikku sendiri," sahut Max sambil tersenyum padanya.


Senyum Max yang sangat menawan itu membuat Cherry gugup. Apa yang akan dikatakannya seolah lenyap tak berbekas tatkala melihat senyuman Max yang ditujukan untuknya.


"Woiii… Max… jangan pacaran melulu. Kerja! Cari akal biar pengunjung gak surut," seru Lucas dari tempatnya berada sambil terkekeh bersama Miyuki.


"Badutnya udah gak sebar voucher diskon lagi ya? Kok hari ini aku gak ada nerima pembayaran menggunakan voucher diskon lagi?" seru Miyuki dari tempatnya duduk pada Max yang sedang bersama dengan Cherry di area bar.

__ADS_1


"Badut? Voucher?" celetuk Cherry setelah mendengar seruan dari Miyuki.


Seketika Max teringat jika Cherry tidak boleh tahu akan perannya menjadi badut waktu itu. Dengan cepatnya dia menarik tangan Cherry seraya berkata,


"Ikut aku."


"Yuki, Lucas, aku akan membagikan voucher bersama dengan Cherry," seru Max seraya menarik tangan Cherry menuju lantai atas.


Lucas dan Miyuki terkekeh melihat Max yang seolah sudah menjadi bucin pada Cherry. Tanpa mereka ketahui apa sebenarnya hubungan mereka saat ini.


Cherry gugup ketika tangannya ditarik oleh Max menuju lantai atas. Dalam hati dia berkata,


Apa yang akan Max lakukan padaku? Aku akan baik-baik saja bukan? Di lantai ini sangat sepi sekali. Apa aku akan dimutilasi? Atau aku akan di…


Dengan segera dia menyilangkan tangan kanannya yang bebas dari tangan Max di depan dadanya.


Dalam pikiran Cherry saat ini Max akan melakukan hal yang tidak senonoh padanya di lantai atas yang sangat sepi itu.


Cherry bertahan dengan berpegangan erat pada pintu. Merasa tangan Cherry tidak bisa ditarik, Max menoleh ke arah Cherry.


Dahi Max mengernyit melihat tingkah Cherry saat ini. Dia terkekeh melihatnya 


"Kamu ngapain Cher?" tanya Max di sela kekehannya.


"Kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Cherry dengan memicingkan matanya pada Max.


Max terdiam, dia mencoba menelaah pertanyaan dan sikap Cherry saat ini. Kemudian dia kembali tertawa dan berkata,


"Kamu pikir aku akan melakukan sesuatu padamu?" 


Cherry menganggukkan kepalanya dengan sangat antusias. Dia membenarkan apa yang ditanyakan oleh Max padanya.


Max kembali tertawa. Kini tawa Max lebih kencang. Dia memegang perutnya karena menertawakan pikiran Cherry hingga dia terpingkal-pingkal.

__ADS_1


Merasa ditertawakan, Cherry menghempaskan tangan Max yang sedang memegangnya. Kedua tangannya dilipat di depan dadanya seraya berkata,


"Kenapa tertawa? Wajar saja kan aku punya pikiran begitu. Lagian kamu membawa seorang gadis hanya berdua saja ke ruangan yang sepi seperti ini. Mau apa coba?" 


Max menghentikan tawanya dan berkata,


"Mau ambil voucher diskon. Setelah itu kamu harus bantu aku membagikannya."


Cherry pun mengikuti Max masuk ke dalam ruangan kantor tersebut setelah mendengar alasan dari Max yang membuatnya malu telah berpikiran buruk padanya.


"Hatsy! Hatsy! Hatsy!"


Dengan segera Cherry menutup hidungnya. Dia sudah mengerti jika hidungnya akan bereaksi ketika ada di sekitar badut. 


Pandangan mata Cherry mengitari seluruh ruangan kantor tersebut. Dan dia menemukan kostum badut di sudut ruangan itu.


Di sudut ruangan kantor tersebut ada kostum badut yang digantung oleh Max setelah memakainya dengan tujuan agar tidak berbau sebelum dipakainya kembali.


Max memang belum sempat mencucinya. Sehingga dia meletakkannya tetap di tempat biasanya kostum itu berada.


"Kamu kenapa Cher?" tanya Max yang merasa heran dengan sikap Cherry.


Cherry segera berlari keluar dari ruangan kantor tersebut. Melihat hal itu, Max bertambah bingung. Dia segera berlari keluar mengikuti Cherry yang sedang duduk di tangga.


"Ada apa sih Cher? Kamu kenapa?" tanya Max dengan menampakkan wajah bingungnya.


Cherry yang sudah membuka hidungnya itu, kini menghela nafasnya. Setelah itu dia berkata,


"Di dalam sana ada kostum badut Max."


Max mengernyitkan dahinya. Dia tidak mengerti maksud dari jawaban Cherry. Kemudian dia kembali bertanya,


"Kenapa? Kamu takut?"

__ADS_1


__ADS_2