Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 31 Bertemu badut yang sama


__ADS_3

Kini Max berada di tengah-tengah taman kota yang sangat ramai oleh pengunjung. Sore itu adalah sore menjelang weekend, sudah sepantasnya saja jika taman tersebut sangat ramai oleh para remaja atau pun keluarga yang mengajak anaknya bermain di sana.


Seperti biasa, Max memperlihatkan keahliannya dalam bermain sulap dan membagi-bagikan voucher diskon untuk membeli di cafe miliknya.


Tiba-tiba saja matanya tertuju pada seorang perempuan yang memiliki bentuk tubuh dan penampilannya terlihat tidak asing di mata Max.


"Cherry?" gumam Max ketika melihat perempuan tersebut sedang tertawa bersama dengan teman-temannya.


Tiba-tiba jantung Max berdetak dengan sangat cepat. Dia gugup melihat senyuman Cherry yang bahkan tidak ditujukan padanya.


Max memperhatikan Cherry dari tempatnya saat ini. Cherry yang sedang berdiri sambil memakan es krim dan bercanda bersama temannya itu tidak sadar jika diperhatikan oleh Max semenjak tadi.


Mata Max menangkap sesuatu yang janggal dari penampilan Cherry saat ini. Tanpa sadar dia bergerak mendekati Cherry.


Hatsy! Hatsy! Hatsy!


Cherry menutup hidungnya dan melihat sekelilingnya untuk mencari sosok yang membuatnya bersin.


Dia memandang sekelilingnya dan tidak menemukan apa pun. Tapi pandangannya kini beralih pada sosok yang sedang berjongkok di hadapannya untuk membenarkan tali sepatu Cherry yang terlepas.


Entah mengapa Cherry sangat gugup dan jantungnya berdegup sangat kencang. Terlebih saat badut tersebut berdiri di hadapannya setelah selesai membenarkan tali sepatunya. Kemudian dia tersenyum dan berkata,


"Lain kali ikat talinya dengan benar. Jangan sampai kamu terjatuh karena menginjaknya sendiri."


Sontak saja mata Cherry terbelalak. Dia kenal suara badut itu. Bahkan dia ingat betul kata-kata badut tersebut yang memperingatkannya sama persis dengan kata-kata Max setelah membenarkan tali sepatu miliknya tempo hari.


Hatsy! Hatsy! Hatsy!


Cherry kembali bersin. Dia tidak bisa menahannya lagi. Hidungnya pun sudah terasa sangat gatal saat ini.


Melihat Cherry yang tersiksa bersin karenanya, Max segera pergi dari hadapan Cherry dan berjalan cepat ke arah lain untuk membagikan voucher kupon yang masih tersisa.


Teman-teman Cherry yang sedang bersamanya, tidak bisa berkata-kata. Bagi mereka, itu salah satu adegan romantis yang ingin mereka dapatkan dari pasangan mereka.


"Cher! Cherry! Kenapa bengong? Kamu kenal badut tadi?" tanya Vita sambil menepuk-nepuk pundak Cherry yang sedang terbengong melihat badut tersebut yang berjalan meninggalkannya.


"Eh, itu… enggak, aku gak kenal," jawab Cherry yang gugup menanggapi pertanyaan Vita padanya.

__ADS_1


"Cher, romantis banget sih… sayang dia jadi badut, kan gak kelihatan mukanya. Aku jadi iri sama kamu," sahut Lia dengan matanya yang berbinar.


"Kamu benar-benar mewakili kita Cher. Kita pengen banget diperlakukan seperti itu sama cowok kita. Sayangnya… itu cuma keinginan kita saja," ucap Dita seraya memperlihatkan wajah sedihnya.


Mendengar semua perkataan teman-temannya itu membuat Cherry teringat akan Max.


Apa mungkin badut itu adalah Max? Tapi, bukankah yang menjadi badut selama ini adalah Lucas? Aku harus memastikannya, Cherry berkata dalam hatinya.


"Aku akan ke toilet sebentar. Kalian di sini saja. Jangan ke mana-mana," tutur Cherry pada ketiga temannya.


Vita, Lia dan Dita memandang heran pada Cherry. Mereka tidak mungkin menghentikan Cherry yang akan pergi ke toilet. Tapi, mereka melihat yang berbeda dari Cherry. Dan mereka hanya bisa menunggu Cherry di tempat itu serta bertanya padanya nanti ketika Cherry sudah kembali bersama mereka.


Cherry berjalan mengelilingi taman untuk mencari badut tersebut. Tiba-tiba dia teringat akan cafe. Segera dia menghubungi cafe untuk berbicara dengan Max.


Max? Dia tidak berada di cafe saat ini, ucap Miyuki yang menjawab panggilan telepon dari Cherry.


"Apa? Tidak ada di cafe? Tumben. Lalu di mana dia sekarang?" tanya Cherry sambil berjalan mencari badut di sekitar taman tersebut.


Max sedang menjadi badut untuk promosi cafe kita, jawab Miyuki dari seberang sana.


"A-apa? Kenapa Max? Kenapa bukan Lucas? Biasanya kan Lucas yang menjadi badut," tanya Cherry bertubi-tubi pada Miyuki.


Kenapa jadi Lucas? Lucas gak pernah jadi badut. Max yang selalu menjadi badut untuk mempromosikan cafenya.


Seketika mata Cherry terbelalak. Dalam hatinya berkata,


Jadi, benar jika badut tadi adalah Max. Dan selama ini badut yang bertemu denganku adalah Max.


Cher, Cherry! Apa kamu masih mendengarkan ku?! seru Miyuki yang terdengar dari telepon.


"Eh, iya. Terima kasih ya Miyuki. Aku sudah ditunggu teman-temanku. Lain kali kita ngobrol lagi," ucap Cherry sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Keingintahuan Cherry sudah tidak bisa lagi terbendung. Dia bergegas mencari badut tersebut dan memperhatikannya dari jauh.


Selama beberapa saat dia memperhatikan badut tersebut dengan bersembunyi di balik pohon dan tentunya dengan jarak yang aman. Dia sendiri lebih memilih jarak yang aman dibandingkan harus menutup hidungnya agar tidak bersin jika berada pada jarak yang dekat dengan badut itu.


Dia merasa lelah bersembunyi di balik pohon untuk bisa tetap memperhatikan badut tersebut. Tapi dia berkemauan keras untuk tetap membuntuti badut tersebut dan mencari tahu yang sebenarnya. Dia ingin membuktikan sendiri dengan matanya melihat badut tersebut berubah menjadi Max.

__ADS_1


Seketika bibir Cherry melengkung melihat badut tersebut yang berjalan menuju parkiran. Cherry pun mengikuti badut tersebut hingga menuju ke parkiran.


Mata Cherry terbelalak ketika melihat badut tersebut masuk ke dalam mobil yang sangat familiar baginya.


"Itu kan mobil Max," gumam Cherry sambil menunjuk mobil tersebut.


Cherry semakin penasaran dengan badut tersebut. Dia berniat untuk menangkap basah badut tersebut jika benar-benar berubah menjadi Max.


Melihat badut tersebut masuk dan duduk di dalam mobil Max seolah bersiap untuk mengemudikannya, Cherry segera berlari menuju parkiran mobilnya yang untung saja tidak jauh dari tempat itu.


Setelah masuk ke dalam mobilnya, Cherry segera melajukan mobil tersebut untuk membuntuti mobil Max.


Ternyata mobil Max masuk ke dalam SPBU. Dia keluar dari mobilnya dengan membawa tasnya menuju toilet yang berada di SPBU tersebut.


Cherry pun akan keluar dari mobilnya untuk membuntuti badut tersebut, sayangnya tiba-tiba saja ponsel yang ada dalam saku celananya berbunyi.


Meskipun enggan, Cherry harus mengangkat telepon tersebut. 


"Halo," ucap Cherry dengan berat hati.


Cher, kamu di mana? Kenapa kamu lama sekali di toilet?


Kamu gak kesasar kan?


Cher, apa perlu kita susul kamu ke toilet?


Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Vita, Dita dan Lia sari telepon itu membuat Cherry ingat bahwa dirinya meninggalkan teman-temannya di taman dan melarang teman-temannya itu pergi ke mana pun.


Cherry menepuk dahinya dan menggigit bibir bawahnya menyadari kesalahannya pada teman-temannya yang melupakan mereka karena terlalu fokus untuk membuntuti badut itu.


"Sorry banget ya. Tadi tiba-tiba aku disuruh mama pulang. Dan aku gak sempat kasih kabar pada kalian. Sorry ya… kalian pulang aja bertiga," ujar Cherry yang merasa bersalah pada teman-temannya.


Tapi Cher kita tadi kan berangkatnya sama ka-


"Eh sorry ya, aku harus tutup dulu teleponnya," sahut Cherry sebelum dia menyudahi panggilan telepon tersebut secara sepihak.


Cherry segera berjalan cepat menuju toilet tersebut.

__ADS_1


Matanya terbelalak ketika melihat sesuatu yang tidak sengaja dilihatnya.


Apa ini? Cherry berkata dalam hatinya dengan menutup mulutnya karena kaget.


__ADS_2