Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 27 Pasangan viral


__ADS_3

"Bella, tenang. Kita akan bantu kamu agar bisa mendapatkan Max," bujuk David dengan perlahan berjalan mendekati Bella.


"Max jahat! Dia menyakiti perasaanku! Aku ingin membuatnya sengsara! Aku ingin melihat dia berlutut di hadapanku untuk meminta maaf dan memohon agar aku menikah dengannya!" 


Bella teriak histeris. Dia kembali membanting dan melempar barang-barang yang ada di sekitarnya.


Alfiya, mama Bella berjalan mendekati Bella dan memeluknya dengan erat seraya berkata,


"Bella Sayang, apa yang kamu inginkan? Mama dan Papa pasti akan berusaha memberikannya padamu."


Bella melepaskan pelukan mamanya dengan kasar dan berkata,


"Aku ingin Max! Aku menginginkannya! Aku ingin Max menjadi suamiku!"


David mencoba menahan amarahnya pada putrinya. Dia memang sangat keterlaluan. Bahkan mamanya sendiri yang sedang memeluknya, dihempaskannya dengan kasar sehingga mamanya sedikit terhuyung.


Untung saja tangan David dengan cepatnya menangkap tubuh Alfiyah sehingga tubuh istrinya itu tidak jatuh ke lantai.


David dan Alfiya selalu bersabar menghadapi sikap egois putrinya itu. Sayangnya mereka tidak berusaha membuatnya berubah, mereka hanya terus menuruti semua keinginan putrinya.


"Apa maumu?" tanya David dengan memandang Bella yang dipenuhi dengan amarah.


"Aku akan membuat cafe Max bangkrut sehingga dia pulang kembali ke rumahnya dan menuruti perintah orang tuanya untuk menikah denganku," jawab Bella dengan menyeringai penuh percaya diri.


Alfiya memegang tangan suaminya. Dia merasa ketakutan melihat putrinya yang layaknya seorang penjahat saat ini.


David menghela nafasnya dan menganggukkan kepalanya untuk menenangkan istrinya. Kemudian dia menghadap ke arah Bella dan berkata,


"Lakukan apa yang kamu mau. Tapi jangan sakiti Mamamu."


 Mata Bella bersinar mendengar persetujuan dari papanya. Dia berjalan mendekati kedua orang tuanya dan memegang tangan mamanya seraya berkata,


"Mana mungkin Bella menyakiti Mama."


Kemudian Bella melepaskan tangan mamanya dan memeluk erat mamanya sambil tersenyum.


Alfiya membalas pelukan putrinya. Dia sangat menyayangi putri semata wayangnya itu. Hanya saja waktu mereka untuk bertemu sangat jarang sekali.

__ADS_1


Mungkin karena itulah sikap Bella tidak bisa dikendalikan. Alfiya menyadari hal itu. Karena itulah sekarang Alfiya memutuskan untuk tidak bekerja dan selalu memantau Bella di mana pun dia berada.


Setelah itu, dengan langkah riangnya Bella berjalan menuju kamarnya. Dia menyusun rencana untuk menjatuhkan Max dan cafenya.


Dia menghubungi beberapa orang suruhannya untuk menjalankan rencana yang sudah disusunnya.


Bella menyeringai setelah mematikan panggilan teleponnya. Dia membayangkan rencananya telah berhasil membuat Max dan cafenya merugi. 


Bayangan Max yang sedang berlutut memohon padanya membuatnya tertawa. Setelah tawanya reda, dia berkata,


"Tunggu saja saatnya tiba Max. Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku dan menangis serta memohon padaku."


Bella sangat percaya diri. Dia yakin jika rencananya pasti berhasil. Dia juga yakin jika Max akan datang padanya untuk memohon di depannya.


Suasana cafe Max semakin ramai. Bahkan semakin malam, banyak pengunjung yang datang ke cafe tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah remaja yang menyukai suasana cafe yang cozy dan instagramable.


"Sepertinya kita harus mencari karyawan baru Max," ucap Lucas sambil tersenyum dan menepuk pundak Max.


Max tersenyum melihat ramainya cafe mereka malam ini. Dia tidak mengira jika usahanya selama ini bisa dikatakan berhasil saat ini. Berkat kerja kerasnya bersama Lucas dan Miyuki, serta karyawannya, mereka bisa membawa cafe tersebut diminati banyak orang.


"Boleh juga sih. Tapi kita mau berapa karyawan?" tanya Max yang masih berdiri dengan mengamati para pengunjung yang memenuhi semua kursi di setiap ruangan.


"Kalau kasirnya gimana?"


Max pun menoleh ke arah kasir. Dia tersenyum melihat Cherry yang terlihat bersemangat dan tidak mengeluh sedari tadi.


"Gak usah cari kasir," jawab Max sambil tersenyum.


"Miyuki gak bisa diandalkan. Kamu tau sendiri kan dia gimana? Dia selalu seenaknya sendiri. Dasar princess egois," ucap Lucas sambil terkekeh.


Max pun terkekeh mendengar ucapan Lucas tentang Miyuki. Kemudian dia berkata,


"Dia memang princess generasi kita di keluarga besar kita. Jadi, mau bagaimanapun kita harus menurutinya. Tapi, anehnya kita mau-mau saja selalu disuruh-suruh sama dia."


"Terutama kamu yang paling dekat sama dia. Sampai-sampai semua mengira kalian pasangan," sahut Lucas sambil terkekeh.


Max pun terkekeh seraya mengambil captain order untuk minuman yang diletakkan oleh waiter di meja bar.

__ADS_1


"Sepertinya kamu tetap mempertahankan Cherry sebagai kasir," ucap Lucas sambil tersenyum dan menepuk pundak Max.


Setelah itu Lucas kembali berkeliling untuk membantu para waiter dan waitress yang sedang sibuk.


Setelah membuat orderan minuman yang masuk, Max kembali memperhatikan suasana cafenya.


Masuklah dua orang yang entah mengapa terlihat mencurigakan di mata Max. Pasangan laki-laki dan perempuan itu seolah mencari sesuatu. 


Ternyata mereka menunjuk CCTV yang berada hampir di setiap sudut cafe tersebut. Sayangnya, mereka menempati meja yang berada tepat di depan CCTV.


Hanya meja itu saja yang tersisa. Semua sudah penuh. Bahkan di lantai atas dan outdoor pun sudah dipenuhi pengunjung.


Max semakin penasaran dengan kedua orang itu. Matanya tidak lepas memperhatikan mereka. Sayangnya, sepertinya mereka sadar jika diperhatikan oleh Max, sehingga tiba-tiba saja mereka menunjukkan kemesraan mereka.


Dahi Max mengernyit melihat perubahan sikap mereka, tapi dia tidak bisa membuktikan kecurigaannya. Bahkan dia tidak tahu apa yang membuatnya curiga.


"Ah, sepertinya mereka hanya pasangan biasa saja. Apa mungkin mereka pasangan selingkuh? Bisa juga sih, mereka tadi memperhatikan CCTV dan letaknya," gumam Max sambil tersenyum menertawakan kecurigaannya.


Entah mengapa, pandangan mata Max selalu saja memperhatikan mereka berdua. Dia masih saja seperti penasaran dengan kedua orang yang bersikap seperti pasangan itu.


Pada saat memesan makanan pun mereka bersikap seperti pasangan yang sangat mesra. Kebetulan sekali saat itu Lucas yang sedang mencatat pesanan mereka.


"Lucas, apa kamu tidak merasakan curiga pada mereka?" tanya Max sambil menerima orderan dari Lucas.


"Mereka? Siapa?" tanya Lucas dengan dahi yang mengernyit.


Max melakukan pekerjaannya membantu bartender yang sedang sibuk saat ini. Dia menyiapkan minuman yang dipesan oleh Lucas seraya berkata,


"Gak tau kenapa, feeling aku gak enak sama mereka. Apa mereka pasangan selingkuh yang akan ditemukan selingkuh di cafe kita dan akhirnya cafe kita menjadi viral?"


Sontak saja Lucas tertawa mendengar perkataan Max. Tawa Lucas begitu keras sehingga Cherry yang berada di area kasir menoleh ke arah bar.


Cherry yang sangat penasaran dengan obrolan mereka, saat itu juga dia meninggalkan area kasir dan berjalan menuju bar.


"Seru banget. Ada apaan sih?" tanya Cherry yang sangat penasaran.


"Sebentar lagi aku ceritakan. Biar minuman ini dibawa Lucas terlebih dahulu," ucap Max sambil meletakkan gelas-gelas yang berisi minuman di meja bar.

__ADS_1


"Apa ini? Kenapa ada hewan di sini?!" teriak seorang pengunjung yang kini menjadi pusat perhatian.


__ADS_2