Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 21 Suatu rencana


__ADS_3

Cherry yang enggan berangkat ke kampus, kini semakin enggan berangkat setelah mendapatkan pesan dari Max.


Namun, keinginannya untuk tidak berangkat ke kampus musnah sudah. Kini Cherry sudah berada di dalam mobil Max. 


Seperti kemarin, Max menjemputnya pagi ini. Tidak ada alasan baginya untuk tidak berangkat. Dan tidak ada alasan pula baginya untuk menolak keinginan Max yang dikatakannya dalam pesan tadi pagi. Dia terikat perjanjian dengan Max sehingga dia harus mengikuti perintah Max.


"Nanti aku jemput sekalian kita ke sana. Dandan yang cantik ya Sayang," tutur Max sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi Cherry.


Cherry gugup mendapatkan kembali panggilan sayang dari Max. Tapi dia tidak mau memperlihatkannya pada Max. Dia berusaha keras menutupi kegugupan dan rasa tidak menentu dalam hatinya.


Dia segera keluar dari mobil Max tanpa menanggapi perkataan Max. Dia mengamankan jantungnya yang sedari tadi berdegup dengan sangat kencang.


Max terkekeh melihat sikap Cherry. Tidak disangka, sekarang Max sudah bisa menyalurkan kejahilannya kembali. Dulu dia hanya bisa menjahili Miyuki, tapi sejak Miyuki sudah menikah dengan Tristan, dia tidak bisa lagi menjahilinya. Dan kini, dia sudah memiliki Cherry yang bisa dijahilinya kapan saja.


Dia pun segera menuju ke cafe miliknya. Ternyata kedatangannya bersamaan dengan Lucas yang juga baru saja memarkirkan motor sport nya di parkiran khusus untuk mereka.


"Lucas, nanti siang aku pergi sebentar. Tolong untuk menghandle cafe ini ketika aku tidak di sini," tukas Max ketika keluar dari mobilnya.


Lucas yang berdiri di sebelah motornya menatap heran pada Max yang terlihat senang pagi ini. Kemudian dia berkata,


"Sepertinya kamu senang sekali hari ini? Apa ada hubungannya dengan nanti siang?" 


Max tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya. Dia berjalan mendekati Lucas dan merangkul pundaknya untuk diajak berjalan bersama masuk ke dalam cafe.


Lucas mengikuti Max dengan berjalan bersamanya masuk ke dalam cafe. Dia menoleh ke arah Max dan mengernyitkan dahinya seraya berkata,


"Lalu, nanti siang kamu akan ke mana? Apa mau promosi di luar lagi?"


Max kembali menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Si Belek itu menyuruh papanya untuk mengatakan pada Papa agar menemuinya untuk makan siang bersamanya."


Sontak saja Lucas terkejut dan menghempaskan tangan Max yang berada di pundaknya. Kemudian dia berkata,

__ADS_1


"Kamu menerima dia Max?"


Seketika Max tertawa mendengar prasangka Lucas dan menggelengkan kepalanya.


"Tenang saja, aku masih waras Lucas," ucap Max sambil menepuk-nepuk pundak Lucas.


"Lalu, kenapa kamu mau makan siang bersamanya? Bukannya kamu membencinya? Dan selama ini kamu tidak pernah mau makan bersamanya meskipun dia memaksamu?" tanya Lucas yang sangat penasaran dengan sikap Max saat ini.


Max menghentikan langkahnya dan berkata,


"Aku akan datang bersama dengan Cherry. Dan aku akan memperlihatkan pada si Belek itu jika aku sudah memiliki pasangan agar dia tidak menggangguku lagi."


Lucas melihat ke arah Max dengan memicingkan matanya seraya berkata,


"Apa kamu yakin Max? Bukannya kamu tau jika si Belek itu tidak pernah menyerah? Bahkan dia melakukan cara apa pun untuk mendapatkanmu."


Seketika senyuman Max pudar. Kini dia berwajah serius dan berkata,


"Aku tau. Karena itulah aku dan Cherry harus bisa meyakinkannya. Dia sangat membahayakan. Setiap perempuan yang dekat denganku pasti diperlakukan buruk olehnya. Jika dia bersikap seperti itu, mana bisa aku menyukainya? Bahkan dalam mimpiku pun aku tidak pernah bisa dekat dengannya."


"Berusahalah Max. Jika perlu, lamar Cherry di hadapannya agar dia tau tidak ada lagi kesempatan untuk mendekatimu."


Sontak saja mata Max terbelalak mendengar perkataan  dari Lucas. Jujur saja jika Max tidak pernah membayangkan untuk menjadi pacar Cherry meskipun dia merasa nyaman dan senang berada di dekatnya. Apalagi melamar, sungguh dia tidak pernah membayangkan hal itu.


Lucas tertawa melihat ekspresi wajah Max saat ini. Dia meninggalkan Max yang masih saja berdiri mematung di depan pintu. Tawa Lucas menggema di dalam cafe sehingga membuat Max tersadar dan segera berjalan masuk ke dalam cafe.


Pagi pun berlalu, kini matahari semakin meninggi. Jam makan siang pun tiba. Kini cafe dalam keadaan ramai pengunjung. 


"Max, tinggal saja. Serahkan pada kita. Berangkatlah sekarang daripada si Belek itu yang datang ke cafe ini dan membuat kekacauan seperti kemarin," tutur Lucas pada Max yang sedang berada di kasir.


"Lalu, siapa yang menjaga kasir? Miyuki tidak datang. Sedangkan Cherry, dia akan ikut denganku. Argh… kenapa Yuki tidak datang ketika kita sedang membutuhkannya? Jika tidak dibutuhkan saja dia datang dengan sendirinya," ucap Max sambil mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.


Lucas terkekeh melihat Max yang terlihat sangat cemas dan frustasi saat ini. Selama ini Max yang dikenalnya tidak pernah mengkhawatirkan hal lain selain Miyuki yang dianggap sebagai adik kandungnya. Kini dia mengkhawatirkan akan usaha dan kehidupannya.

__ADS_1


"Sudah Max, tinggal saja. Aku akan menghubungi Miyuki untuk cepat datang kemari," sahut Lucas untuk menenangkan Max.


Max menatap Lucas sejenak. Kemudian dia berkata,


"Ok Lucas, aku percayakan semuanya padamu."


Max mengambil tas miliknya yang diletakkannya di laci bawah meja kasir. Setelah itu dia meninggalkan cafe menuju kampus Cherry untuk menjemputnya.


Mobil Max berhenti tepat di depan halte yang ada di kampus tersebut. Dia membunyikan klakson mobilnya untuk memberi tanda pada Cherry bahwa dia sudah datang menjemputnya.


Ternyata Cherry sudah menunggu Max di halte tersebut. Dia duduk dengan memainkan game di ponselnya untuk menunggu Max.


Pandangan mata Cherry teralihkan ketika mendengar klakson mobil yang ada di depannya. Dia segera beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam mobil Max.


"Maaf ya lama," ucap Max sambil melajukan mobilnya.


"Banget lamanya," sahut Cherry yang terlihat kesal.


"Ini kan jam makan siang. Di cafe sedang ramai sekali. Mana Yuki gak datang lagi," tukas Max tanpa menoleh ke arah Cherry.


Sontak saja Cherry menoleh ke arah Max seraya berkata,


"Lalu kenapa kamu menjemputku? Aku bisa datang ke cafe tanpa merepotkanmu."


Max tetap fokus pada jalanan dan kemudinya. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kita akan pergi ke tempat lain."


"Tapi cafe sedang ramai Max. Kasir juga tidak ada yang menjaga. Kenapa kita harus datang ke tempat itu ketika cafe sedang membutuhkan tenaga kita?" tanya Cherry yang merasa heran dengan keputusan Max.


"Tenang saja, Lucas bisa menghandle nya. Dia juga sudah menghubungi Miyuki untuk datang membantunya," jawab Max yang masih fokus pada kemudinya.


"Lalu, kita akan pergi ke mana?" tanya Cherry dengan rasa ingin tahunya.

__ADS_1


"Tunggu saja. Pasti nanti kamu akan tau," jawab Max sambil tersenyum misterius.


__ADS_2