Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 17 Perempuan misterius


__ADS_3

Max berlari keluar ketika Cherry meneriakkan namanya. Cherry pun mengejar Max karena tidak terima sudah mengatakan yang tidak benar pada mama dan papanya.


"Max! Awas kamu ya!" teriak Cherry dengan nafas yang terengah-engah mengejar Max.


Max berhenti dan tertawa melihat Cherry yang kelelahan mengejarnya. Setelah itu dia berkata,


"Maaf Cher, kita berangkat sekarang saja daripada kamu telat."


Bukan Cherry namanya jika tidak dengan tuntas mendapatkan keinginannya. Saat ini keinginannya adalah membalas Max dengan memukulinya.


Namun, dia sadar jika dia tidak akan bisa menangkap Max. Tenaganya dengan tenaga Max berbeda jauh. 


Sepertinya aku harus menggunakan trik agar bisa menangkap dan membalasnya, Cherry berkata dalam hatinya dengan menatap ke arah Max yang sedang tertawa.


"Ayo cepat kita berangkat," ajak Cherry seraya berjalan menuju mobil Max.


"Kamu gak bawa tas Cher?" tanya Max yang berlari kecil mengikuti di belakangnya.


Ooops… aku lupa. Kenapa aku bisa melupakan tasku? Benda wajib yang harus aku bawa kuliah, gerutu Cherry dalam hatinya.


"Max, ambilkan tasku di kursi makan sebelahku tadi," perintah Cherry sambil berkacak pinggang di hadapan Max.


"Emmm… gayanya udah macam bos besar saja main perintah-perintah," sahut Max yang enggan menuruti perintah Cherry.


Masih dengan posisinya saat ini, Cherry menatap tajam pada Max seraya berkata,


"Ini semua karenamu. Aku capek, lelah, letih dan lesu gara-gara mengejarmu. Sekarang kamu harus tanggung jawab."


Max terkekeh mendengar perkataan dari Cherry. Kemudian dia berkata,


"Tenang saja, aku pasti akan bertanggung jawab menikahimu."


Seketika rona merah tersirat di wajah Cherry. Jantungnya berdegup dengan kencang mendengar perkataan Max. 


"Cepat Max, ambilkan tasku. Jika tidak, kita akan terlambat," perintah Cherry untuk menutupi kegugupannya.


"Aku akan menuruti apa saja yang kamu inginkan jika kamu menyetujui permintaanku kemarin malam. Bagaimana? Setuju?" tanya Max seraya berjalan mendekati Cherry dengan menyeringai padanya.


Cherry berjalan mundur, sayangnya badannya sudah terbentur oleh mobil Max. Merasa terpojok dan tidak ada pilihan lainnya, Cherry pun berkata,

__ADS_1


"Baiklah, aku setuju."


Max pun tersenyum mendengar jawaban Cherry. Dia mencubit gemas hidung Cherry, kemudian dia berkata,


"Kamu tunggu di sini dulu. Aku akan mengambilkan tasmu."


Cherry mengangguk tanpa mengatakan apa pun. Dia tetap berdiri di tempat itu menunggu Max yang sedang berlari kecil masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas milik Cherry.


Cherry segera menyambar tas miliknya ketika Max sudah berdiri di dekatnya. Dia berlalu masuk ke dalam mobil Max tanpa menunggu Max membukakan pintu untuknya.


Di dalam mobil, sesekali Max melirik Cherry yang sedang asyik memainkan ponselnya. 


"Cher, nanti pulang kuliah langsung ke cafe ya," tukas Max sambil fokus pada kemudinya.


Cherry menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah Max seraya berkata,


"Ke cafe? Ngapain?" 


"Kamu kan jadi kasir di sana. Jangan pura-pura lupa deh," jawab Max tanpa menoleh ke arah Cherry.


Cherry menghela nafasnya, dia tidak mengira jika akan selalu terikat dengan Max. Akhirnya Cherry memutuskan sesuatu.


Setelah itu mobil Max berhenti tepat di depan kampus Cherry. Dengan segera Cherry melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintunya.


Max memegang tangan Cherry sehingga Cherry menghentikan gerakannya dan menoleh pada Max. 


"Cher, jangan lupa nanti setelah pulang kuliah ke cafe," ucap Max sambil tersenyum manis padanya.


"Iya, nanti aku ke sana jadi kasir. Tapi, aku gak mau jadi pacar pura-pura kamu," ucap Cherry dengan tegas dan secepatnya dia turun dari mobil Max.


Max tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Cherry yang bertingkah lucu menurutnya. Kemudian dia berkata,


"Cherry… Cherry… kita lihat saja nanti, apa yang akan terjadi."


Setelah itu Max melajukan mobilnya menuju cafenya. Di sana dia segera mencari kertas kosong yang ditandatangani oleh Cherry. 


Bibir Max melengkung ke atas ketika menemukan kertas yang dicarinya. Segera dia menuliskan sesuatu pada kertas tersebut.


"Cherry… Cherry… Kita lihat saja nanti, bagaimana caranya kamu bisa menolakku," ucap Max sambil terkekeh melihat kertas tersebut yang sudah tidak kosong lagi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Max melihat Cherry masuk ke dalam cafe. Pas sekali saat itu cafe dalam keadaan ramai. Max membantu bartender yang kewalahan membuatkan pesanan minuman.


Cherry menatap bingung ke semua arah yang penuh dengan tamu. Kini dia tidak tahu harus melakukan apa karena di kasir sudah ada Miyuki yang sedang duduk di kursi kasir dengan mengusap-usap perutnya.


"Cher, tolong bantu antarkan minuman-minuman ini sesuai dengan yang tertera pada captain order," seru Max sambil melambaikan tangannya pada Cherry agar mendekat ke arahnya.


"Aku takut salah tempat Max," ucap Cherry dengan wajah sungkannya.


"Cherry, lihat ini. Ini avocado juice, kamu harus antar ke meja nomor dua belas, sesuai dengan yang tertera di sini," tutur Max sambil menunjuk captain order yang ada di meja bar.


"Oh… Ok aku akan membawanya ke meja dua belas. Hanya ini saja Max?" tanya Cherry yang sudah membawa segelas avocado juice di atas tray.


"Iya, kamu bawa dulu yang itu. Ini semua untuk meja lainnya," jawab Max sambil membaca captain order yang baru saja diletakkan oleh waitter di meja bar.


Cherry segera mengantarkan segelas avocado juice itu ke meja nomor dua belas.


"Ini avocado juice nya. Silahkan diminum," ucap Cherry sambil tersenyum manis pada seorang perempuan yang memakai kacamata hitam, topi hitam dan masker warna hitam.


"Tunggu. Kamu pasti bukan pacarnya Max. Tidak mungkin Max membiarkan pacarnya untuk menjadi waitress di sini," tukas perempuan tersebut yang memegang lengan Cherry untuk menghentikannya.


Cherry membalikkan badanya. Dia memperhatikan secara teliti penampilan perempuan misterius tersebut. Kemudian dia berkata,


"Anda siapa? Kenapa anda bisa bertanya hal seperti itu?"


Perempuan tersebut melepaskan tangan Cherry seraya berkata,


"Tidak ada. Aku hanya tidak suka jika ada perempuan genit sepertimu yang berada di sekitar Max."


Cherry tersenyum mendengar ucapan perempuan tersebut. Dia kesal, tapi dia ingin memberi pelajaran pada perempuan tersebut dengan caranya tersendiri.


"Saya tidak ada urusan dengan anda, jadi silahkan anda nikmati makanan dan minuman yang sudah anda pesan," ucap Cherry dengan senyum sinisnya.


Perempuan misterius tersebut terlihat tersenyum dari matanya. Kemudian dia berkata,


"Masih banyak cewek yang lebih cantik dari kamu. Jadi kamu jangan terlalu percaya diri."


Cherry melihat penampilan perempuan tersebut seolah mempermalukannya. Kemudian dia terkekeh dan berkata,


"Apa kamu si belek yang terobsesi menginginkan Max untuk menjadi milikmu? Menjadi tunanganmu? Menjadi suamimu? Tapi… bagaimana ya, saya rasa Max tidak ada perasaan apa pun dengan cewek yang gak ada otak kayak kamu."

__ADS_1


__ADS_2