
Siapa perempuan cantik ini? tanya Cherry dalam hatinya.
Cherry melihat dari atas sampai bawah penampilan perempuan yang sedang berjalan ke arahnya.
Terlihat jelas gerakan perempuan itu yang akan memeluk Max. Kedua tangan perempuan cantik itu mengarah ke depan untuk meraih tubuh Max.
Gerakan perempuan itu sudah terbaca oleh Max. Secepat kilat Max bersembunyi di belakang tubuh Cherry dan memeluk tubuh Cherry sehingga terlihat benar-benar seperti pasangan kekasih.
Cherry terkejut merasakan Max yang telah memeluknya dari belakang. Hingga dia tidak bisa berkata-kata. Dia sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Perempuan tersebut berhenti tepat di depan Cherry. Dia menatap tajam pada Cherry dan Max secara bergantian. Kemudian dia berkata,
"Dia siapa Max?"
Miyuki keluar dari area kasir dan berjalan menghampiri mereka. Dia berhenti tepat di samping Cherry. Dengan kedua tangan yang dilipat di depan dadanya dia berkata,
"Sebaiknya kamu mulai cari incaran laki-laki lain untuk menjadi calon suami kamu. Max sudah menemukan sandaran hatinya. Lihatlah mereka, sangat serasi bukan?"
Perempuan tersebut melangkah maju menghadap Miyuki. Dengan wajah penuh amarahnya dia berkata tepat di depan wajah Miyuki.
"Diam kamu! Kalian pikir dengan mudahnya aku bisa percaya? Kamu dan Max yang seperti pasangan kekasih saja aku tidak percaya. Apalagi dengan perempuan seperti dia? Lihat kondisimu sekarang, perutmu sudah membuncit dan badanmu sudah tidak seindah dulu lagi. Jaga suamimu jika tidak mau direbut oleh wanita lain!"
Miyuki geram dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut perempuan itu. Dia memelototkan matanya seolah menantang perempuan tersebut.
Kemudian dia tersenyum se-imut mungkin seraya berkata,
"Tenang saja wahai perempuan iblis. Suamiku tidak akan berpaling dariku. Bagaimana dong, dia terlalu cinta sama aku."
Mendengar sebutan perempuan iblis yang diberikan oleh Miyuki padanya, perempuan tersebut tidak terima. Dengan reflek tangannya itu bergerak di depan wajah Miyuki untuk memukulnya.
Secepat kilat Max melepas tangannya yang sedang memeluk tubuh Cherry dan dia membawa Miyuki dalam pelukannya.
"Jangan sedikit pun kamu menyentuhnya. Jika kamu berani lakukan itu, kamu akan berhadapan denganku dan keluarga besar kami. Ingat itu!" ucap Max dengan tegas dan penuh amarah pada perempuan tersebut.
Max membawa Miyuki berjalan menjauhi tempat itu dan mengalihkannya pada Lucas.
"Lucas, jaga Yuki," perintah Max sambil melepaskan rangkulannya pada Miyuki.
Lucas meraih pundak Miyuki dan merangkul pundaknya untuk menuntunnya menuju tempat kasir.
__ADS_1
Max menarik tangan Cherry dan membawanya bersamanya menuju area bar.
Max masih terlihat sangat marah saat ini, sehingga Cherry tidak berani untuk bertanya apa pun padanya.
Cherry hanya memperhatikan Max yang sedang sibuk membuat dua gelas minuman yang diracik dengan tangannya sendiri.
Max memberikan segelas minuman yang dibuatnya pada Cherry seraya berkata,
"Cher, minumlah. Tunggu aku di sini, Aku akan memberikan minuman ini pada Yuki."
Cherry hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menerima gelas tersebut tanpa mengatakan apa pun pada Max.
Dari tempatnya saat ini Cherry bisa melihat dan mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Max pada Miyuki dan Lucas. Dan dari tempatnya saat ini juga, dia bisa melihat perempuan tadi masih berdiri di tempatnya dengan menatap bengis pada Max, Miyuki dan juga Lucas.
"Yuki, minum ini," ucap Max seraya memberikan gelas berisi minuman yang dibawanya.
Max mengambil gagang telepon yang berada di meja kasir dan terlihat sedang menghubungi seseorang.
"Cepat masuk ke dalam dan usir perempuan yang memakai baju warna pink dengan celana jeans berdiri di tengah-tengah. Dia membuat keributan di dalam cafe," perintah Max pada seseorang melalui telepon.
Setelah mengatakan itu, Max mengembalikan gagang telepon yang dipakainya pada tempatnya.
"Usir dia dan jangan biarkan dia masuk ke dalam cafe ini hingga kapan pun!" perintah Max pada petugas keamanan tersebut.
"Siap Pak!" seru tiga orang petugas keamanan tersebut secara bersamaan.
Tentu saja perempuan tadi tidak terima begitu saja dengan perlakuan Max padanya. Dia memberontak, dia tidak ingin pergi dari tempat itu.
"Max, aku tidak akan menyerah begitu saja! Jangan panggil aku Bella Syahputri jika tidak bisa memilikimu! Ingat itu Max!" teriak perempuan yang bernama Bella itu seiring langkahnya yang ditarik paksa keluar cafe oleh tiga petugas keamanan.
Max hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tangannya yang melambai untuk mengusirnya seraya berseru,
"Tenang saja, aku tidak akan memanggilmu dengan nama itu. Aku akan memanggilmu dengan nama Belek Syahputri."
Seketika Miyuki dan Lucas tertawa terbahak-bahak mendengar nama Bella yang diganti oleh Max. Begitu pula dengan Cherry, dia juga tertawa mendengar hal itu.
"Sialan! Awas kamu Max!" teriak Bella yang terdengar dari luar cafe.
Mendengar suara tawa Cherry membuat Max menoleh ke arah area bar, di mana Cherry sedang berdiri di sana.
__ADS_1
Max tersenyum pada Cherry. Dia tidak pernah melihat tawa lepas Cherry yang sangat terlihat menyenangkan dan juga tentunya terlihat sangat cantik.
Seketika Cherry menghentikan tawanya melihat Max tersenyum padanya. Kini dia menjadi gugup.dan salah tingkah tatkala Max berjalan menuju ke arahnya.
Aduh, kenapa aku bisa deg-degan begini? Santai Cherry, rileks saja. Kamu harus bisa bersikap seperti biasanya, Cherry berkata dalam hatinya.
"Bagaimana minuman buatanku?" tanya Max setelah berada di depan Cherry.
Cherry terlihat salah tingkah. Dia melihat ke lain arah dan berkata,
"Enak. Terima kasih."
Max menengadahkan wajahnya pada wajah Cherry sehingga Cherry terkejut dan bertambah gugup.
"Max, anak orang jangan digodain melulu. Kalau emang udah kebelet, cepat dinikahi!" seru Miyuki dari area kasir.
Terdengar kekehan dari Lucas menyertai ucapan Miyuki. Max menoleh ke arah kasir dan tersenyum pada kedua sahabat sekaligus saudaranya itu.
"Yuki, lebih baik kamu tidak usah berada di sini. Aku takut si Belek itu akan datang ke tempat ini dan menyakitimu. Lebih baik kamu di kantor suamimu atau di kantormu sendiri saja. Jika kamu ingin datang ke sini, akan lebih aman jika kamu datang bersama suamimu," ucap Max dari tempatnya saat ini.
"Dih, ngusir. Aku bosan Max jika berada di kantor. Enakan di sini, lebih santai dan bisa melihat banyak orang," sahut Miyuki tanpa ingin beranjak dari tempat duduknya saat ini.
"Iya, tapi kalau ada apa-apa, pasti aku yang dimarahi sama suami bucin kamu itu," tukas Max dengan sedikit kesal.
Miyuki terkekeh mendengar sebutan yang diberikan oleh Max pada suaminya. Kemudian dia berkata,
"Jelas dong, kamu kan bodyguard setianya Miyuki dari kecil."
"Udah ah, males debat sama kamu. Gak pernah bisa menang aku debat sama kamu," sahut Max menyudahi perdebatannya dengan Miyuki.
Miyuki tertawa senang bersama dengan Lucas melihat Max yang berwajah masam seperti biasanya ketika kalah berdebat dengan Miyuki.
Max kembali menghadap ke arah Cherry dan berkata dalam hatinya,
Lebih baik aku menggoda dan menjahili dia saja. Lebih menyenangkan.
Max memandangi wajah Cherry dengan menopang kepalanya menggunakan tangannya.
Cherry bertambah gugup dan salah tingkah saat ini. Tanpa berpikir panjang lagi, Cherry mengajukan pertanyaan agar mengalihkan perhatian Max padanya.
__ADS_1
"Max, siapa sebenarnya perempuan tadi?"