Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 33 Perjuangan Max


__ADS_3

Max tidak menceritakan apa pun pada Lucas tentang Cherry. Dia tidak mau siapa pun mengetahui perasaannya pada Cherry. Dia malu dan dia tidak pernah merasakan apa yang dirasakannya saat ini.


Bahkan Miyuki dan Lucas pun tidak pernah mendengar Max bercerita tentang seorang wanita.


Pasti mereka berdua akan menertawakan ku jika mengetahui pertengkaran ku dengan Cherry, Max berkata dalam hatinya.


Max memperhatikan Lucas dan Miyuki secara bergantian. Dalam hatinya berkata,


Tapi aku butuh bantuan mereka. Aku ingin tau bagaimana caranya meluluhkan kembali hati perempuan yang sedang marah.


Ketika Max akan menanyakan sesuatu pada Mereka, tiba-tiba Miyuki berkata,


"Max, tadi Cherry mencari mu."


Seketika Max terkejut. Dia membatalkan keinginannya untuk bertanya tentang pertanyaannya tadi dan berganti dengan menanyakan hal lainnya.


"Cherry mencari ku? Kapan?"


"Tadi dia menelpon saat kamu sedang promosi di luar," jawab Miyuki sambil mengunyah keripik kentang kesukaannya.


Max mengernyitkan dahinya. Dia menduga jika hal itu ada hubungannya dengan keberadaan Cherry tadi.


"Lalu, apa yang kamu katakan padanya?" tanya Max pada Miyuki dengan tatapan menyelidik.


"Ya aku bilang kalau kamu sedang promosi di luar," jawab Miyuki yang masih saja mengunyah keripik kentangnya.


"Apa kamu mengatakan jika aku menjadi badut?" tanya Max dengan memicingkan sebelah matanya.


Miyuki pun mengangguk sambil asyik memakan keripik kentangnya.


Seketika Max menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kemudian dia berdiri dan menjambak rambutnya. 


Miyuki dan Lucas melihat Max yang terlihat sangat frustasi saat ini. Mereka saling menatap dan menggelengkan kepalanya secara bergantian, seolah saling bertanya tentang Max saat ini.


Pasti, pasti karena itu dia bisa menemukanku. Seandainya saja Yuki tidak memberitahukan padanya, mungkin saja dia tidak mengetahuinya. Tapi… aku tidak bisa menyalahkannya. Mungkin ini sudah saatnya dia mengetahuinya, Max berkata dalam hatinya dengan helaan nafasnya yang terdengar sangat berat.


Lucas dan Miyuki bertambah heran melihat Max saat ini. Mereka berdua memperhatikan sikap Max yang sedang cemas setelah Miyuki mengatakan bahwa Cherry mencarinya.


"Max, apa ada masalah dengan Cherry?" tanya Lucas dari tempatnya berada.


Max menoleh ke arah Lucas dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum getir padanya seraya berkata,

__ADS_1


"Aku tinggal dulu sebentar. Tolong kalian jaga cafe ini selama aku pergi."


Max segera pergi meninggalkan cafe tanpa ingin mendengar jawaban dari Lucas dan juga Miyuki.


Lucas dan Miyuki bertambah heran dengan Max. Mereka saling menatap dan lagi-lagi mereka berdua menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


"Sudahlah, biarkan saja dia. Nanti juga dia pasti akan cerita pada kita," ujar Miyuki pada Max.


Lucas pun menganggukkan kepalanya dan meneruskan kembali pekerjaannya untuk mempromosikan cafe tersebut melalui semua media sosial yang ada.


Max melajukan mobilnya menuju rumah Cherry. Tampak sekali dia tergesa-gesa untuk menemui gadis yang saat ini membuatnya tidak tenang. Laju mobilnya pun memperlihatkan bahwa dia sekarang sedang terburu-buru.


Sesampainya di rumah Cherry, Max segera keluar dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah tersebut yang kebetulan pintunya sedang terbuka.


"Loh, Tuan Max?" celetuk bik Narsih yang kaget melihat Max sudah masuk di dalam rumah.


"Cherry di mana Bik?" tanya Max dengan pandangan matanya yang menyisir dalam rumah itu.


Bik Darmi yang sedang menyapu, seketika menghentikan kegiatannya dan berkata,


"Non Cherry baru saja masuk ke dalam kamarnya Tuan. Apa perlu Bibik panggil–"


"Lah kok dia malah naik? Apa perlu saya memberitahukan pada Nyonya dan Tuan?" gumam bik Narsih sambil melihat Max yang kini sedang mengetuk pintu kamar Cherry.


Tok… tok… tok…


Suara pintu kamar Cherry yang diketuk dari luar.


"Masuk!" seru Cherry dari dalam kamar yang sedang asyik dengan ponselnya.


Ceklek!


Masuklah Max tanpa bersuara. Dia takut jika Cherry tidak akan mengijinkannya masuk jika mengetahui dirinya yang mengetuk pintu kamarnya.


Mata Cherry terbelalak ketika melihat Max yang masuk ke dalam kamarnya.


"Ma-mau apa kamu datang kemari?" tanya Cherry yang gugup ketika Max berjalan ke arahnya.


Jujur saja jika hati Cherry merasa senang ketika Max menyatakan perasaannya padanya. Bahkan jantungnya kini berdegup dengan sangat kencang tatkala Max mendekatinya.


Namun, dia tidak bisa memaafkan Max yang sudah berbohong padanya. Apa lagi Max adalah seorang badut yang mengesalkan baginya.

__ADS_1


Tanpa ragu Max memeluk Cherry dengan erat seraya berkata,


"Sayang, maafkan aku. Dan jangan marah lagi padaku."


Suara Max terdengar sangat sedih dan mengiba padanya. Sayangnya Cherry tidak bisa begitu saja menerima kenyataan jika Max adalah seorang badut yang sudah pasti akan membuatnya selalu bersin-bersin.


Cherry berusaha keras untuk melepaskan pelukan Max. Sayangnya, semakin keras usaha Cherry untuk melepaskan pelukan tersebut, maka semakin erat Max memeluknya. Hingga Cherry pun menyerah. Dia tidak lagi memberontak untuk melepaskan pelukan Max padanya.


"Aku memaafkan mu. Tapi, sepertinya kita gak bisa dekat lagi seperti ini. Maaf, aku gak bisa dekat-dekat dengan badut. Dan kamu tau itu," ucap Cherry dengan tegas dan berekspresi datar.


Max mengendurkan pelukannya dan memandang wajah Cherry setelah mendengar ucapan Cherry yang terasa menyayat hatinya.


"Aku bukan seorang badut Cher. Aku hanya menjadi badut untuk mempromosikan cafe ku saja. Jika kamu mau, aku tidak akan menjadi badut lagi selamanya," ujar Max dengan tatapan memohon pada Cherry.


Degupan jantung Cherry semakin kencang. Dia gugup dan malu pada Max yang terlihat bersungguh-sungguh padanya.


Cherry melepaskan tangan Max yang masih memegang lengannya dan dia berjalan ke arah balkon kamarnya untuk menghindari tatapan mata Max yang membuatnya gugup.


"Aku pikirkan dulu. Sekarang lebih baik kamu pulang. Aku lelah dan ingin beristirahat," ucap Cherry yang sudah berada di balkon dengan menghadap ke arah luar seolah mengusir Max tanpa melihat ke arahnya.


Max menatap nanar punggung Cherry yang tidak ingin melihatnya. Dia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah menunggu.


Dia pun berjalan keluar dari kamar tersebut dengan perasaan hampa dan rasa sakit dalam hatinya.


Langkah kakinya terasa berat. Dan wajahnya terlihat sedih saat keluar dari kamar tersebut.


Bik Narsih yang melihat Max berjalan dengan lemas menuruni tangga, membuatnya merasa prihatin. Dalam hati dia berkata,


Sepertinya mereka sedang bertengkar.


Max mengendarai mobilnya dengan sangat perlahan. Dia merasa tidak bersemangat dan melupakan masalah cafenya saat ini hanya karena kegalauannya pada Cherry.


Berkali-kali dia menghela nafasnya dengan berat seolah tidak ada lagi harapan untuk hari esok.


"Max… Max… kenapa kamu bisa terlibat hati dengan cewek? Jadi begini kan akhirnya. Mana ceweknya anti banget sama badut. Lengkap sudah penderitaanmu Max…," gumam Max di saat dia sedang mengemudi.


Tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan dari ponselnya. Dengan segera Max menepikan mobilnya dan membuka pesan tersebut, berharap yang mengirim pesan padanya adalah Cherry.


Dia kembali menghela nafasnya ketika mengetahui bahwa pengirim pesan tersebut adalah Miyuki.


"Video? Video apa ini?" ucapnya ketika melihat kiriman video dari Miyuki.

__ADS_1


__ADS_2