
"Papa?!" celetuk Max ketika melihat Kevin berada di sana bersama dengan David, papa dari Bella.
Kevin berjalan ke arah meja Max diikuti oleh David yang saat ini wajahnya terlihat tidak bersahabat.
Cherry memperhatikan Kevin dan David yang berjalan ke arahnya. Dia ingin mengetahui di antara dua pria tersebut, mana yang dipanggil papa oleh Max.
Max beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri papanya. Kevin pun berhenti tepat di hadapan Max, kemudian dia melihat ke arah Cherry sekilas dan menghadap kembali pada Max.
"Apa yang sebenarnya terjadi Max? Kenapa Bella menangis saat kalian makan siang bersama kemarin?" tanya Kevin dengan tegas dan serius seraya mengedipkan sebelah matanya pada Max.
Max tahu jika papanya memberikan tanda padanya untuk bersandiwara. Max pun berakting untuk menentang papanya di hadapan David yang kini berdiri di belakang Kevin.
"Max tidak melakukan apa pun Pa. Seperti yang Papa inginkan, Max datang untuk makan siang bersamanya," jawab Kevin untuk membela dirinya.
"Bohong. Bukankah kamu datang bersama seorang gadis dan tanpa ragu bermesraan di hadapan Bella?" sahut David yang tidak setuju dengan jawaban Max.
Max menyeringai sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celananya dan berkata,
"Rupanya dia mengadu pada papanya."
"Diam Max. Hormati Pak David!" tegur Kevin dengan tegas.
David tersenyum penuh kemenangan melihat Max dibentak secara langsung di hadapannya oleh Kevin.
"Ck, Max sudah datang memenuhi undangannya. Dan masalah Max datang dengan siapa, itu bukan masalah kalian. Max datang bersama pacar Max, apa itu salah? Lagi pula tidak ada ketentuan Max harus datang sendiri menemuinya," sahut Max yang terlihat kesal.
David melangkah maju hingga berada di samping Kevin. Kemudian dia berkata,
"Seharusnya kamu tau jika Bella mengharapkan kamu datang sendiri ke sana. Dan kamu melukai perasaannya dengan bermesraan dan berciuman tepat di hadapannya. Apa kamu tidak mempunyai rasa malu di hadapan umum melakukan hal seperti itu?"
Kevin terbelalak mendengar ucapan David. Dia tidak pernah tahu jika putranya benar-benar melakukan hal semacam itu. Pasalnya selama ini Kevin tidak pernah tahu jika Max mempunyai pacar atau pun bisa dekat dengan perempuan lain selain Miyuki. Dan dia hanya mengira jika perempuan yang dibawa Max menemui Bella hanyalah sandiwara Max saja.
"Benarkah itu Max?" tanya Kevin yang seolah tidak percaya dengan perkataan David.
Max tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,
"Kami akan bertunangan. Jadi saya mohon untuk Pak David bisa menyadarkan putri anda agar tidak lagi mengganggu saya."
Seketika mata David terbelalak seraya berkata,
__ADS_1
"Apa? Tunangan? Kamu meremehkan keluarga saya?"
"Tidak, saya hanya menyadarkan putri anda bahwa tidak semua keinginannya bisa dibeli dengan uang. Terlebih soal hati," jawab Max dengan tegas dan tidak gentar sekalipun menghadapi David.
Emosi David terpancing. Dia menatap tajam pada Kevin seraya berkata,
"Apa maksudnya ini semua Pak Kevin? Bukannya seharusnya Max bertunangan dengan Bella?"
Kevin menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
Jawaban Kevin menambah emosi David saat ini. Dengan emosi yang meledak-ledak karena merasa terhina, dia berkata,
"Saya peringatkan untuk segera melakukan pertunangan Bella dan Max. Jika tidak, kalian pasti sudah tau akibatnya."
Setelah mengatakan itu, David meninggalkan mereka dengan amarahnya yang masih merajai hatinya.
"Pak, Pak David, tunggu!" seru Kevin seolah menahan David untuk tidak pergi.
Kevin menoleh ke arah Kevin dan tersenyum, serta menunjukkan jempolnya pada Max. Setelah itu dia berjalan cepat dan sesekali berlari kecil mengejar David yang sudah keluar dari cafe tersebut.
Max kembali duduk di kursinya sambil tersenyum senang. Cherry memandang Max dengan tatapan heran.
Sedari tadi Cherry hanya memperhatikan dan mendengarkan saja percakapan Max dengan Kevin dan David. Kini Cherry kembali memperhatikan dan mendengarkan percakapan dari Max dan Lucas.
Sebenarnya Cherry bingung dengan apa yang terjadi. Dia mencoba menelaah apa yang terjadi. Bahkan Lucas pun hanya diam saja tidak membantu Max ketika berdebat dengan Kevin dan David.
"Sebentar lagi proyek mereka selesai. Aku akan bebas dari keluarga si Belek itu," jawab Max setelah meneguk minumannya.
"Pantas saja kamu sudah mulai berani melawannya," tukas Lucas sambil terkekeh.
"Akting Papa boleh juga tuh. Om David aja sampai percaya tanpa curiga sama sekali," ujar Max di sela kunyahan makannya.
"Benar. Om Kevin pinter banget aktingnya," sahut Lucas menimpali ucapan Max.
Cherry yang semakin penasaran dengan obrolan dua laki-laki yang ada di depannya itu. Dia memandang Max dan Lucas secara bergantian. Kemudian dia berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Max menoleh ke arah Cherry yang terlihat sedang bingung. Dia tersenyum seraya tangannya mencubit gemas hidung Cherry dan berkata,
__ADS_1
"Nanti kamu pasti akan tau."
"Kapan?" tanya Cherry setelah melepaskan tangan Max dari hidungnya.
"Nanti. Jangan sekarang. Kita lagi makan, bahaya, nanti tersedak," jawab Max sambil terkekeh.
Lucas melihat pemandangan yang tidak biasa dari seorang Max. Dia yakin jika Max dan Cherry tidak sedang berpura-pura. Bahkan dia sangat yakin jika mereka berdua saling menyukai. Dan mungkin juga saling mencintai.
...----------------...
Di tempat yang berbeda, seorang perempuan sedang marah-marah dengan membanting barang-barang yang ada di sekitarnya.
"Max sialan! Aku tidak akan memaafkan kalian! Aku akan membuat hidup kalian menderita! Aku akan membuat kalian tidak bisa bersatu! Lihat saja pembalasanku!!!"
Bella berteriak seolah hilang kendali. Semua barang yang ada di sekitarnya menjadi pelampiasan kemarahannya saat ini.
Pembantu yang ada di rumahnya tidak berani menghentikannya. Mereka hanya melihat dari jauh dan berjaga-jaga agar Bella tidak menyakiti dirinya sendiri.
Bella memang anak tunggal dari keluarga tersebut. Dia selalu dimanja dan semua kemauannya selalu dikabulkan tanpa memberikan pengarahan yang tepat, sehingga sikap Bella menjadi egois dan tidak mau mendengar apa pun dari orang lain. Baginya, dirinya lah yang paling benar.
David yang sedang berada di parkiran cafe sedang dihentikan dan dibujuk oleh Kevin, tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa Bella sedang mengamuk di rumahnya.
"Kita bicarakan lain waktu. Ada yang lebih penting saat ini. Permisi," ucap David menyudahi pembicaraannya dengan Kevin.
Dengan segera David meninggalkan cafe milik Max dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.
"Bella… Bella… apa lagi yang terjadi?" gumam David yang sedang mengemudikan mobilnya.
Pikiran David dipenuhi dengan keadaan Bella saat ini. Apa lagi mama Bella yang selalu tidak pernah bisa menaklukan kemarahan Bella.
Dilajukannya mobil tersebut dengan kecepatan tinggi, berharap agar dia bisa cepat sampai di rumahnya.
Dengan cepatnya David turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumahnya.
"Bella! Apa yang terjadi?!" tanya David seraya berjalan mendekati putrinya.
Bella yang sedang membanting-banting barang, seketika menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah papanya berada.
Dengan wajah penuh kebencian dia berkata,
__ADS_1
"Aku akan membalas Max dan membuatnya berlutut memohon di hadapanku!"