Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 34 Kerja sama


__ADS_3

Mata Max terbelalak setelah melihat video yang dikirimkan oleh Miyuki padanya. Kini dia kembali mengingat akan masalah cafenya. 


"Fokus Max… Urusi dahulu masalah cafemu, setelah itu kamu bisa mengurus masalah hatimu," ujar Max pada dirinya sendiri.


Emosi Max sudah tidak bisa terkendalikan lagi setelah melihat video yang dikirimkan oleh Miyuki.


Dalam video tersebut terlihat dengan jelas bahkan suara mereka terekam dengan sangat jelas. Dua orang yang sangat dikenalinya sedang membagi-bagikan uang di dekat cafe Max.


Setiap orang yang akan masuk ke dalam cafe selalu dihadangnya. Mereka mengatakan jika akan memberikan uang pada mereka. Dan sebagai gantinya mereka dilarang untuk makan di cafe milik Max.


Dua orang tersebut adalah pasangan yang tempo hari berulah di cafe milik Max. Kini mereka berulah kembali dengan menyabotase pengunjung yang akan datang ke cafe Max.


Max melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju cafenya. Dia sengaja melewati jalan yang berada pada video tersebut. Dia ingin menangkap dan mengintrogasi mereka saat ini juga, agar dia tahu alasan di balik ulah mereka.


Matanya memicing menyorotkan kemarahannya. Tangannya mencengkeram kuat kemudi mobilnya dan giginya bergemeletuk menahan emosinya tatkala melihat hal yang sama pada video tadi.


Di hadapannya kini dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dua orang yang menjadi pasangan perusak image cafe nya, kini sedang membujuk pengunjung yang akan masuk ke dalam cafe miliknya. Bahkan mereka benar-benar memberikan uang dalam jumlah yang lumayan. 


"Pantas saja cafeku sepi beberapa hari ini. Ternyata ini yang mereka lakukan," ucap Max dengan suara yang tertahan menahan emosinya.


Tanpa menunggu lama, Max segera turun dari mobilnya. Dengan langkah kaki lebarnya, Max mendatangi mereka dan menarik kerah baju laki-laki tersebut yang sedang memberikan uang pada pengunjung cafe.


"Berani-beraninya kamu memfitnah cafe milikku," seru Max dengan tatapan kemarahannya.


Tangan kanan Max memegang kerah laki-laki tersebut, sedangkan tangan kirinya memegang erat tangan perempuan yang menjadi pasangan laki-laki tersebut.


Kini, hati Max sudah dikuasai oleh emosi. Dia tidak bisa lagi mentolerir apa pun itu.


Pengunjung yang ada di sana ketakutan dan minggir. Seperti biasa, mereka mengambil gambar dan video untuk disebarkan di media sosial.


Sayangnya hal itu tidak bisa terjadi. Beberapa orang yang berbadan kekar menghampiri mereka dan mengambil semua ponsel mereka, serta menghapus gambar atau pun video yang mereka ambil.


Laki-laki yang ditangkap oleh Max memberontak, tapi dia tidak bisa melepaskan diri dari Max. Tenaga Max sangat kuat. Bahkan perlawanannya pun tidak bisa membuahkan hasil. 


Perempuan yang menjadi pasangan laki-laki tersebut terlihat ketakutan. Max melepaskan tangannya dan menghempaskannya.

__ADS_1


Sedangkan laki-laki tadi berusaha melawan Max, tapi sayangnya tidak berhasil. Max hanya menghindarinya saja tanpa harus melawan.


Max tertawa melihat gerakan laki-laki tersebut yang hanya menjadi hiburan saja baginya.


"Sudah Tuan, lebih baik kita bawa saja mereka berdua ke pihak yang berwajib," ucap salah satu orang yang bertubuh kekar dengan tampilan bodyguard.


Mereka semua adalah orang suruhan Miyuki yang merupakan bodyguard keluarganya. Dan mereka lah yang mengirimkan video pada Miyuki sebagai laporan mereka yang ditugaskan untuk memantau kedua orang pasangan tersebut.


Max pun mengikuti saran bodyguard tersebut. Dia memerintahkan untuk membawa dua orang tersebut ke cafe miliknya.


Dua orang tersebut pun digiring menuju cafe milik Max. Mereka terlihat sangat ketakutan. Bahkan mereka tidak menyangka jika kini mereka berdua berhadapan dengan orang kaya yang berkuasa. Bahkan memiliki bodyguard sebanyak itu.


Kini, dua orang tersebut duduk di hadapan Max, Lucas dan Miyuki. Bahkan Aydin, Kevin dan juga Tristan pun datang ke cafe tersebut. Mereka ingin tahu alasan apa yang akan diberikan oleh dua orang tersebut.


"Siapa sebenarnya kalian? Dan kenapa kalian ingin sekali menghancurkan nama cafe ini?" tanya Max dengan tegas dan menatap mereka dengan bengis.


Kedua orang tersebut masih saja menundukkan kepalanya. Mereka tidak berani menatap ke arah Max yang terlihat sangat marah pada mereka.


"Jawab!!!" gertak Max seraya berteriak dan memukul meja yang ada di hadapannya.


Namun, mereka sudah biasa dengan sikap Max ketika sedang emosi dan marah. Sehingga mereka biasa-biasa saja, tidak seperti mereka berdua yang benar-benar kaget dibuatnya.


Dagu laki-laki dan perempuan tersebut didongakkan ke atas agar bisa memandang Max yang sedang menatapnya dengan tatapan marahnya yang seolah siap menerkam kapan saja.


Menatap Max yang penuh amarah dan kilatan emosi di matanya itu membuat mereka berdua semakin takut.


"Be-Bella. Kami disuruh Nona Bella," jawab laki-laki tadi dengan gugup dan ketakutan.


Sontak saja Max, Miyuki dan Lucas bergerak dari posisi duduknya. Miyuki dan Lucas menatap ke arah Max yang terlihat wajahnya memancarkan aura marahnya dan tangannya menggenggam botol mineral water dengan sangat erat sehingga tidak berbentuk lagi.


"Harus ku apakan wanita sialan itu?" tanya Max dengan mengeratkan gigi-giginya sehingga suaranya terdengar menahan amarahnya.


Miyuki mengusap pundak Max seraya berkata,


"Sabar Max. Kita urus dulu kedua orang ini. Setelah itu kita akan mencari cara untuk memberi pelajaran pada si Belek itu."

__ADS_1


"Benar Max. Kita semua gak rela cafe ini dihancurkan oleh wanita belekan itu," sahut Lucas sambil menepuk-nepuk pundak Max.


"Bawa mereka berdua dan urus semuanya dengan baik," perintah Max pada bodyguard tersebut.


Mereka pun segera melakukan perintah Max. Kedua orang itu dibawa dengan pengawalan ketat oleh beberapa bodyguard yang ada di sana dan menyisakan beberapa bodyguard untuk mengawal Miyuki dan Max.


Kali ini Max terlihat sangat kacau. Dia sangat emosi dan juga frustasi. 


Masalah Cherry belum selesai. Dan sekarang si Belek itu membuat lagi masalah, gerutu Max dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kamu ini bagaimana sih Vin? Masa' anak kamu dibiarkan begitu saja lawan mereka? Lebih baik kamu putuskan saja kerja sama itu dan akan aku gantikan posisinya. Jangan sampai anak semata wayang kamu itu menderita sendirian menghadapi mereka," tutur Aydin yang terlihat kesal pada Kevin.


"Sebentar lagi proyek itu juga akan selesai. Aku juga tidak mungkin membiarkan Max kesusahan sendiri," sahut Kevin yang duduk di antara mereka.


"Putus saja kerja sama ini. Aku yang akan menggantikannya. Dan juga minta pada mereka agar tidak lagi menyentuh dan mengganggu Max," ujar Aydin dengan tegas.


Kevin memajukan badannya untuk lebih dekat dengan Aydin dan berkata,


"Kamu yakin? Ini tidak akan mudah, karena pasti akan dipersulit oleh mereka."


"Seratus persen yakin! Sekarang juga putuskan kerja sama dengannya. Kita lihat saja, dia yang merasa kehilangan atau kita," ujar Aydin sambil tersenyum dengan percaya dirinya.


Tiba-tiba saja Miyuki beranjak dari duduknya dan memeluk Aydin seraya berkata,


"Papi memang keren."


...----------------...


Di lain tempat, Bella kembali mengamuk mendengar bahwa orang-orang yang dibayarnya tidak becus mengerjakan tugasnya.


David, papa Bella kewalahan menenangkan putrinya. Di saat dia berusaha dan membujuk putrinya, tiba-tiba saja terdengar suara dering telepon dari ponselnya.


Segera diambilnya ponsel dari sakunya dan segera menjawab panggilan telepon tersebut.


"Apa? Kenapa bisa terjadi?" seru David dengan mata yang terbelalak karena terkejut mendengar berita dari telepon tersebut.

__ADS_1


__ADS_2