
Sedari tadi Cherry hanya memantau dari tempatnya berada. Dia tidak berani meninggalkan area kasir di saat semua orang sedang sibuk memperhatikan kejadian itu.
Setelah semua sudah berlalu, mereka kembali pada pekerjaannya masing-masing.
Cherry memeriksa ponselnya. Sudah sejak tadi dia melupakan ponselnya. Bahkan banyak pesan yang menumpuk menunggu untuk dibacanya.
Setelah membaca sekilas semua pesan-pesan yang masuk tanpa membalasnya satu-satu, dia merasa bosan dan ingin membuka sosial media.
Seketika matanya terbelalak saat melihat postingan seseorang yang kini menjadi viral dengan banyaknya komentar yang masuk pada postingan tersebut.
"Max, Lucas, coba lihat ini!" seru Cherry dari arah kasir yang terlihat panik.
Sontak saja Max dan Lucas menoleh ke arah kasir di mana Cherry yang sedang berada di sana telah memanggilnya.
"Sini, buruan!" seru Cherry seraya melambaikan tangannya agar mereka segera mendekat padanya.
Max dan Lucas pun segera berjalan menuju kasir. Mereka bergerak bersamaan dari arah yang berbeda.
"Ada apa Cher?" tanya Max ketika sudah berada di dekat Cherry.
"Coba kalian lihat ini," jawab Cherry seraya memperlihatkan layar ponselnya yang memuat postingan viral saat itu.
Seketika mata Max dan Lucas terbelalak melihat postingan tersebut.
"Benar katamu Max. Mereka mungkin kompetitor kita yang hanya ingin menjatuhkan cafe kita yang sedang ramai ini," ujar Lucas disertai helaan nafasnya yang terlihat lemas.
"Berani-beraninya mereka melakukan itu pada kita," ucap Max dengan suara yang terdengar menahan amarahnya, serta tangannya yang mengepal.
Cherry mengambil kembali ponselnya seraya berkata,
"Kita harus gimana nih sekarang? Sepertinya kita harus klarifikasi."
"Benar itu. Kita beberkan saja apa yang terjadi dan minta mereka menjadi saksi. Mumpung mereka masih ada di sini," sahut Lucas meyakinkan Max.
Max melihat ke arah semua pengunjung cafe yang masih berada di sana. Setelah itu dia menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Lucas.
Tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari ponsel Max. Dengan segera dia mengambil ponselnya itu dari saku celananya.
__ADS_1
"Miyuki," ucap Max sambil menunjukkan layar ponselnya pada Lucas yang sedang memperhatikannya seolah ingin tahu orang yang menghubungi Max.
Lucas menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Max untuk mengangkatnya. Max pun menjawab panggilan telepon tersebut dengan mengaktifkan loudspeaker nya.
"Halo, ada ap–"
Max, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada postingan seperti itu di media sosial? Apa yang sebenarnya kalian kerjakan di sana?
Seperti biasanya, Miyuki memberondong mereka dengan beberapa pertanyaan ketika sedang panik.
Max menghela nafasnya mendengar Miyuki yang bertanya tanpa bisa disela. Kemudian dia menceritakan pada Miyuki apa yang sebenarnya terjadi.
Apa kamu memiliki foto orang yang mengacau itu Max? Jika ada, cepat kirimkan padaku. Aku akan menghadapi mereka dengan caraku, ujar Miyuki dari seberang sana.
"Foto mereka?" celetuk Max sambil mengernyitkan dahinya.
"Kami akan meminta pengunjung di sini untuk memberi pernyataan yang sebenarnya terjadi. Kita akan adakan klarifikasi melalui media sosial juga," tutur Lucas menanggapi rencana Miyuki.
"Tunggu, aku akan melihat CCTV dahulu. Sepertinya mereka terekam CCTV," sahut Max yang teringat sesuatu setelah Miyuki bertanya tentang foto pengunjung tadi.
Bagus Max. Kirimkan padaku. Aku akan menghadapi mereka dengan caraku dan silahkan kalian menghadapi mereka dengan cara kalian, tutur Miyuki dengan tegas.
Max dan Lucas saling memandang dan tertawa setelah Miyuki mengakhiri panggilan telepon tersebut dengan sepihak.
"Max, lebih baik kamu cek terlebih dahulu CCTV nya. Aku akan meminta bantuan pengunjung untuk memberikan pernyataan mereka," tutur Lucas seraya menepuk pundak Max dan berjalan menuju kantor Max untuk mengambil kamera.
Max segera menghampiri Cherry dan berkata,
"Aku pinjam sebentar komputernya."
Cherry pun mengangguk dan bergeser satu langkah agar Max bisa mengambil alih komputer tersebut.
Max mulai mencari rekaman CCTV yang merekam gambar pasangan tadi. Matanya menyusuri tiap gambar rekaman CCTV yang terdiri dari puluhan CCTV yang terdapat pada cafe tersebut.
"Itu Max," ucap Cherry sambil menunjuk rekaman CCTV yang tepat mengarah pada meja tersebut.
Mata Max melebar ketika melihat rekaman CCTV tersebut yang merekam jelas semua gerak-gerik pasangan tersebut.
__ADS_1
Dengan segera Max mengirim bagian CCTV yang memperlihatkan pasangan tersebut pada Miyuki. Selain itu, dia juga menyimpannya sebagai bahan bukti agar tidak mencari kembali pada saat mereka membutuhkannya.
"Cher, kamu pantau juga di media sosial, sejauh mana mereka menyerang kita," perintah Max pada Cherry.
Cherry menganggukkan kepalanya dan segera mengambil ponselnya untuk mencari berita terbaru tentang postingan tadi.
Max meninggalkan area kasir setelah mendapatkan anggukan kepala dari Cherry. Kini dia membantu Lucas yang sedang meminta pernyataan pada para pengunjung cafe.
Cherry menghela nafasnya karena melihat komentar yang membanjiri postingan tersebut. Banyak yang berkomentar baik dan terkesan membela cafe milik Max. Bahkan mereka mengolok orang yang memposting tadi karena iri dengan cafe tersebut.
Namun, ada juga yang membenarkan apa yang dikatakan si pemosting berita tersebut. Mereka mengatakan jika foto makanan dan minuman yang menjadi masalah tadi pernah mereka alami di cafe tersebut. Mereka juga meminta agar cafe tersebut hati-hati dalam menyajikan makanan dan minuman.
Serang menyerang antara kubu pembela dan penghujat pun masih terjadi. Bahkan seketika komentar pada postingan tersebut menjadi sangat banyak dan panjang.
Cherry melihat Max dan Lucas yang masih sibuk meminta pernyataan para pengunjung dengan merekam pernyataan mereka.
Selang beberapa saat, Max dan Lucas selesai dengan usaha mereka untuk menyelamatkan reputasi cafe mereka.
Mereka berdua berjalan menuju kasir senyum penuh kemenangan. Mereka berdua yakin jika orang tadi tidak akan bisa menjatuhkan cafe tersebut.
"Cher, titip kameranya. Tolong jaga baik-baik kamera itu, karena kamera itu sama dengan nyawa bagi Max," ucap Lucas seraya memberikan kamera yang dibawanya pada Cherry.
Cherry menerima kamera tersebut dan membawanya dengan sangat hati-hati. Melihat hal itu membuat Max terkekeh dan menoyor kepala Lucas.
Max melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Kemudian dia berkata,
"Kita bantu mereka closing terlebih dahulu. Setelah itu kita akan menyusun klarifikasi kita," tutur Max di hadapan Lucas dan Cherry.
Lucas dan Cherry mengangguk setuju. Setelah itu mereka berdua melakukan tugas mereka untuk bersiap-siap closing karena jam sudah menunjukkan waktu mereka untuk segera tutup.
Mereka tidak mengusir pengunjung, mereka menunggu hingga pengunjung meninggalkan cafe tersebut.
Setelah pengunjung sudah meninggalkan cafe, segeralah Max, Lucas dan Cherry menyusun klarifikasi yang akan mereka terbitkan.
"Lebih baik kalian lihat terlebih dahulu komentar-komentar yang membanjiri postingan tadi," perintah Cherry pada Max dan Lucas.
Max dan Lucas melihat semua komentar yang ada pada postingan tersebut. Mereka geram pada komentar-komentar yang memojokkan cafe mereka.
__ADS_1
"Siapa mereka? Apa yang sebenarnya mereka ini inginkan?" tanya Lucas yang terlihat kesal membaca komentar-komentar yang menyudutkan cafe mereka.