Mas Badut, I Love You!

Mas Badut, I Love You!
Bab 28 Kekacauan di cafe


__ADS_3

Setelah beberapa menit Lucas mengantarkan minuman pada meja pasangan itu, waiter pun mengantarkan makanan pada meja tersebut.


Kedua orang yang bersikap seperti pasangan itu terlihat canggung di mata Max meskipun sikap mereka layaknya pasangan pada umumnya.


"Apa ini? Kenapa ada hewan di sini?!" teriak seorang pengunjung yang kini menjadi pusat perhatian.


Semua pasang mata mengalihkan perhatiannya pada mereka. Tak terkecuali Max, Cherry dan Lucas. Dengan segera Max dan juga Lucas mendatangi meja tersebut.


Laki-laki yang menyita perhatian Max sedari tadi, kini berdiri dengan membawa gelas orange juice dan diangkat seolah ingin menunjukkan pada semua orang.


"Maaf Pak, ada apa ini? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Max yang sudah berada di depan meja orang tersebut.


Orang laki-laki tersebut menatap Max dengan penuh amarah dan berkata,


"Lihat ini! Kenapa bisa sampai ada hewan dalam minuman ini?!"


"Permisi Pak, biar saya lihat," ucap Max seraya tangannya mengambil gelas tersebut.


Lucas pun mendekati Max dan turut melihat jus tersebut. 


Dahi Max dan Lucas mengernyit ketika melihat seekor cicak berada dalam jus tersebut.


Mereka berdua saling menatap dan merasa heran. Lucas hendak memberikan pembelaan, tapi Max menghentikannya dengan memegang lengannya ketika melihat Lucas membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu.


"Maaf Pak, biar saya ganti minumannya," ucap Max dengan sopan dan tersenyum.


"Cafe macam apa ini, bisa-bisanya ada hewan dalam minuman," ucap orang tersebut dengan suara yang keras hingga menyita semua perhatian yang ada dalam cafe tersebut.


"Maaf Pak, kami akan menggantinya. Dan sepengetahuan saya, tadi tidak ada hewan dalam jus ini. Bahkan saya sendiri yang membuatnya. Jadi saya tau persis Pak," tukas Max masih dengan sangat sopan dan tersenyum pada orang tersebut.


"Halah, pasti kamu hanya membela diri saja," sahut laki-laki tersebut seraya duduk kembali di kursinya.


"Maaf Pak, tapi saya yang mengantarkannya pun sudah mengeceknya sebelum membawanya ke meja Bapak," ujar Lucas yang tidak mau berlarut-larut pihaknya disalahkan oleh laki-laki tersebut


"Ya mana saya tau kalian benar atau tidak. Yang saya tau, hewan yang bernama cicak itu sekarang ada dalam minuman saya!" seru laki-laki tersebut dengan sewotnya.


"Maaf Pak. Sekali lagi maafkan atas tidak kenyamanannya. Kami akan segera menggantinya," sahut Max untuk menyudahi perdebatan mereka.

__ADS_1


"Ini, apa ini?!" seru perempuan yang ada di dekat laki-laki tadi.


Max dan Lucas yang akan meninggalkan meja tersebut, kini kembali menghadap meja itu.


"Ada apa lagi Bu?" tanya Max dengan sopan pada perempuan tersebut.


"Lihat makanan ini! Kenapa bisa ada rambut di dalam sup saya?" seru perempuan tadi seraya menunjuk sup yang ada di hadapannya menggunakan sendoknya.


Max memberikan gelas yang berisi jus tadi pada Lucas. Kemudian dia mengambil mangkuk sup milik perempuan tadi dan mengambil rambut yang ada dalam sup tersebut menggunakan sendok.


"Apa ini rambut anda Bu?" tanya Max sambil memperlihatkan rambut panjang dari dalam sup tersebut.


Seketika mata perempuan tadi terbelalak. Kemudian dia berkata,


"Kamu menuduh saya? Mana mungkin saya meletakkan rambut saya sendiri dalam makanan saya?" 


Max tersenyum mendengar pertanyaan perempuan tadi yang terlihat sangat marah padanya. Lalu dia berkata,


"Maaf Bu, saya tidak menuduh Ibu. Saya hanya bertanya saja. Jelas rambut ini bukan rambut dari staf dapur kami Bu, karena semua staf di dapur kami laki-laki. Dan kebetulan sekali yang mengantarkan makanan ini tadi juga laki-laki. Mereka semua berambut cepak, jadi tidak mungkin mereka memiliki rambut sepanjang ini. Karena itulah saya bertanya pada Ibu."


"Itu sama saja kamu menuduh saya!" seru perempuan tadi dengan menampakkan raut wajah marahnya.


Laki-laki yang bermasalah tadi berdiri dari duduknya dan berkata,


"Sudahlah, lebih baik kita pergi dari cafe ini. Cafe apaan yang makanan dan minumannya tidak higienis seperti ini. Malah mereka menyalahkan kita."


Tiba-tiba saja di hadapan orang tersebut ada gelas yang berisi jus seperti yang dipesan laki-laki tadi.


Lucas, meletakkan jus yang sama seperti tadi di meja itu seraya berkata,


"Silahkan diminum, ini sudah kita buatkan yang baru."


Perempuan tadi pun menyuruh laki-laki itu duduk kembali dan meminum jus tersebut.


Laki-laki tersebut duduk kembali dan meminum jus tersebut. Max dan Lucas masih saja berdiri di hadapan mereka.


Tiba-tiba saja dia menyemburkan minuman tersebut. Kemudian dia menatap tajam pada Max dan berkata,

__ADS_1


"Kamu mau meracuni saya? Minuman ini asin!"


Sontak saja Max dan Lucas membelalakkan matanya mendengar perkataan laki-laki tersebut.


"Tidak mungkin Pak, di bar tidak ada garam," sahut Lucas dengan tegas.


Laki-laki tersebut terlihat semakin kesal karena Max dan Lucas selalu memiliki pembelaan. 


"Bisa saja kamu sengaja mengambil garam dari dapur dan kamu masukkan ke dalam minuman ini," ujar laki-laki tersebut dengan emosi.


Kemudian dia menarik tangan perempuan yang duduk di sampingnya seraya berkata,


"Lebih baik kita tinggalkan cafe yang bobrok dan tidak berkualitas ini!" 


Max dan Lucas hanya melongo dan tidak ada niatan untuk menghentikannya. 


Lucas mengambil sendok yang masih bersih di meja tersebut dan mengambil jus tersebut dengan menggunakan sendok untuk merasakannya.


"Ngadi-ngadi tuh orang. Mana ada rasa asin di jus ini? Manisnya aja pas," ucap Lucas setelah merasakan jus tersebut.


Max mengambil alih sendok dari tangan Lucas dan menyendok jus tersebut untuk merasakannya.


"Benar. Mereka sepertinya mengada-ada saja. Aneh memang, bagaimana bisa ada cicak di dalam jus ini? Lalu rambut tadi. Tidak mungkin staf dapur yang berambut cepak bisa tidak sengaja menjatuhkan rambut sepanjang itu? Apa mungkin mereka kompetitor kita?" ujar Max yang menelaah semua kejadian tersebut.


Semua pasang mata yang ada dalam cafe tersebut masih saja memperhatikan mereka. Sepertinya mereka ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang yang terjadi.


Max melihat laki-laki yang duduk di sebelah meja tersebut sedang memperhatikannya.


"Maaf Kak, apa mau mencoba sedikit minuman ini agar tidak ada yang berpikiran jika ini hanya pembelaan dari kita saja," ucap Max pada laki-laki tersebut.


Laki-laki tersebut terlihat berpikir. Beberapa detik kemudian dia berkata,


"Boleh. Saya akan mencicipinya."


Laki-laki tersebut mengambil sedotan miliknya untuk dipakai meminum jus tersebut.


"Rasanya enak, baik-baik saja. Dan tidak ada yang janggal ataupun asin. Saya rasa orang tadi ingin menjatuhkan cafe ini saja," ucap laki-laki tersebut setelah mencicipi jus yang menjadi perdebatan tadi.

__ADS_1


Max dan Lucas tersenyum dan berterima kasih pada laki-laki tersebut. Mereka memperjelas pada semua pengunjung jika mereka hanya mengacau saja.


"Max, Lucas, coba lihat ini!" seru Cherry dari arah kasir yang terlihat panik.


__ADS_2