
...--Flashback on--...
Seorang gadis berusia 5 tahun berlari dengan begitu bahagia di sekeliling taman. Dia berada di kota ini untuk liburan bersama dengan orang tuanya dan adiknya. Dia tidak sengaja menabrak seseorang dan terjatuh. Dia mulai menangis anak laki-laki yang dia tabrak itu tidak tahu harus melakukan apa.
Anak laki-laki itu pun menunduk dan mengajak gadis kecil itu bicara.
"Siapa namamu? Oh ya jangan menangis, aku akan mengantarmu pulang ke rumahmu oke."
Setelah mengatakan hal itu anak laki-laki itu lalu berbalik dengan posisi berjongkok dan membuat gadis kecil itu naik di punggungnya.
Gadis kecil itu mengusap air matanya dan mulai naik ke atas punggung anak laki-laki itu.
"Aku Rachel. Siapa namamu dan berapa usiamu?" Ucap Rachel.
"Aku Farel dan aku 6 tahun." Ucap anak laki-laki itu dengan bangga.
Rachel memegang pundak Farel dengan erat.
"Hmmmm.... Siapa yang kau panggil gadis kecil, aku berusia 5 tahun dan kau hanya satu tahun lebih tua dariku. Jangan bertingkah begitu bangga pada dirimu sendiri." Ucap Rachel.
Rasa bangga dari diri Farel tidak membuatnya mendengarkan ucapan Rachel kecil. Perasaannya menjadi sedikit kesal, tapi itu menghilang dengan cepat. Ini adalah pertama kalinya seseorang mengatakan kepada dirinya untuk tidak bangga. Dia selalu dihormati oleh semua orang di sekelilingnya bahkan teman-temannya tidak berani untuk bicara kepadanya seperti itu. Dia akan sangat cepat marah kapanpun seseorang mengatakan hal seperti itu kepadanya. Tapi anehnya kali ini dia tidak marah dan malah sedikit merasa bahagia.
Mereka berdua akhirnya tiba di dekat rumah Rachel dan mereka pun sama-sama mengucapkan selamat tinggal. Rachel pun mengatakan kepada Farel untuk datang ke rumahnya besok untuk bermain.
Untuk beberapa hari berikutnya, mereka selalu bermain bersama. Orang tua Rachel begitu bahagia melihat Rachel bermain dengan Farel karena Rachel tidak pernah ramah dengan orang asing.
__ADS_1
Kemudian liburan Rachel pun akan segera berakhir. Jadi dia dan keluarganya harus kembali pulang. Farel memberikan nomor teleponnya, jadi mereka bisa terus saling berhubungan. Rachel begitu bahagia mengucapkan selamat tinggal kepada Farel dan pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan adiknya Liam dan juga orang tuanya.
Itu adalah perjalanan yang panjang dari tempat liburan mereka menuju rumah utama mereka. Jadi di tengah perjalanan Rachel pun tertidur. Dia tiba-tiba bangun dan meminta kepada orang tuanya untuk menghentikan mobil karena dia ingin buang air kecil. Orang tuanya mengatakan kepadanya untuk menahan beberapa menit lagi karena mereka akan tiba di rumah.
Mobil mereka tengah melaju melalui jalanan di tengah hutan dan situasinya sudah gelap. Jadi beberapa menit Rachel mulai melompat di tempat duduknya untuk membuat orang tuanya menghentikan mobil. Mamanya terus mengatakan kepadanya untuk diam. Tapi semua itu tidak berhasil, jadi Papa Rachel melihat ke arahnya beberapa detik untuk mengatakan agar Rachel diam.
Tapi siapa yang tahu bahwa detik berikutnya perhatian papanya yang teralihkan saat tengah mengendarai mobil itu malah menyebabkan mereka mengalami kecelakaan yang parah.
Mobil mereka mengalami kecelakaan dengan mobil lainnya karena Papa Rachel tidak bisa menginjak pedal rem di waktu yang tepat. Ambulans pun ditelepon dan semua orang dibawa ke rumah sakit. Pemilik mobil lainnya yang mengalami kecelakaan dengan mereka tidak mendapatkan luka yang parah. Papa Farel tidak membuka airbag di dalam mobil jadi Mama Rachel harus mendapatkan luka yang parah dan mengalami kondisi yang kritis.
Rachel dan kakaknya baik-baik saja, sementara tangan Papa mereka patah. Setelah 1 minggu, jantung Mama Rachel tiba-tiba menjadi melemah dan dia pun meninggal. Dokter sudah melakukan yang terbaik, tapi mereka tidak bisa menyelamatkan Mama Rachel dan setelah insiden itu adik Rachel, Liam, mulai membenci dirinya.
Liam pikir bahwa itu semua terjadi karena ulah Rachel di hari itu kecelakaan itu yang menyebabkan mereka berdua kehilangan mamanya.
Setelah itu saat Rachel berusia 18 tahun, Papanya mengalami serangan jantung dan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat itu Liam mengunjungi Papanya dan mengetahui bahwa saat mereka masih kecil kecelakaan itu terjadi karena Papa mereka tidak bisa menginjak pedal rem dengan tepat waktu. Jadi kecelakaan itu lebih fatal dibandingkan dengan yang seharusnya terjadi.
Setelah mengatakan semua hal itu kepada Liam, Papa mereka pun menghembuskan nafas terakhirnya. Liam memerlukan beberapa waktu tapi akhirnya dia pun melepaskan masa lalunya dan memaafkan Rachel.
Kemudian setelah itu, dia dan Rachel, mereka berdua mulai mengatur perusahaan Papa mereka dan mereka juga membuka perusahaan mereka sendiri yaitu Miller Group.
Kurang dari 2 tahun perusahaan mereka menjadi sangat dikenal dan begitu hebat dengan kemampuan yang dimiliki Rachel. Kemudian mereka berdua pun menggabungkan kedua perusahaan mereka dan menjadi lebih berkuasa lagi.
...--Flashback Off--...
Mengenai Luna dan Farel...
__ADS_1
Luna bisa bersama dengan Farel karena Farel pikir bahwa Luna adalah orang yang sudah menyelamatkan diri nya. Tapi Luna tidak tahu bahwa ada sesuatu yang Farel ketahui tentang orang yang sudah menyelamatkan dirinya. Saat Rachel menyelamatkan Farel dari kecelakaan, dia mengatakan kepada Farel bahwa dia adalah gadis kecil yang Farel temui di masa kecil mereka dulu.
Farel tidak pernah menanyakan kepada Luna pertanyaan apapun tentang kecelakaan itu, karena dia pikir bahwa itu mungkin saja akan menjadi hal yang buruk dan membawa trauma untuk Luna. Tapi setelah apa yang Liam katakan, Farel ingin mengetahui hal yang lebih jauh tentang Luna. Dia sebenarnya tidak pernah berpikir untuk meragukan Luna. Tapi dia mempunyai perasaan yang berbeda saat bersama dengan Luna.
Farel akhirnya menyerah dengan pikirannya dan dia pun akhirnya ingin bertanya kepada Luna tentang apa yang terjadi pada kecelakaan waktu itu dan dia juga akan membawa Luna ke tempat pertama kali mereka bertemu dulu di masa kecil.
Farel pun meninggalkan kantornya.
...----------------...
Di sisi lain...
Rachel tengah menggendong Alex dan hendak memberikannya ASI, saat sebuah panggilan telepon mengalihkan perhatiannya. Dia melihat ke arah pemanggil dari telepon itu dan tampak terkejut.
Rachel merasa sedikit kesal karena orang itu mengalihkan dirinya yang hendak memberikan ASI kepada Alex. Tapi dia juga bahagia karena dia dan orang yang menelponnya itu sudah tidak bicara untuk waktu yang lama. Pria yang menelponnya itu pun mulai bicara.
"Kelihatannya kau menawarkan aku orang-orang dari kelas rendahan, mereka sudah datang untuk mencari aku." Ucapnya dengan begitu misterius.
"Siapa maksud mu?" Tanya Rachel bingung.
Pria itu terdengar tertawa.
"Luna." Balas pria itu.
Bersambung...
__ADS_1