
Akhirnya, ini adalah waktunya bagi mereka untuk pergi ke perjamuan itu. Farel mengetuk pintu kamar Rachel dan berkata kepadanya.
"Aku dan Luna akan pergi sekarang. Bagaimana kau akan pergi kesana adalah masalahmu sendiri. Jangan berharap bahwa aku akan membantumu."
Rachel hanya mengangguk kan kepalanya sebagai respon terhadap Farel.
Ini adalah pertama kalinya Farel menghadiri sebuah perjamuan di dunia kelas atas seperti ini dan di dalam perjamuan ini, CEO Miller Group adalah satu-satunya yang dikenal oleh Farel.
Sebenarnya Farel memang kaya tapi bahkan kekayaannya tidak bisa dibandingkan dengan aset yang dimiliki Miller Group.
Mobil Farel dan Luna tiba di depan area pintu masuk perjamuan itu. Tapi tidak ada satu orang pun yang mengenal mereka. Mereka masuk ke dalam perjamuan itu dan mulai bicara dengan Tuan Ferry berharap mereka bisa membuat hubungan lainnya.
Setelah setengah jam kemudian, mobil Rachel berhenti di depan gerbang gedung perjamuan itu. Dia melangkah keluar dari dalam mobilnya kemudian berjalan ke arah pintu masuk. Saat dia masuk ke dalam ruangan perjamuan itu, semua orang mulai berbisik melihat kearahnya.
Farel dan Luna mengalihkan pandangan mereka untuk melihat siapa orang yang sudah menciptakan sebuah sensasi hanya dengan masuk ke dalam arena perjamuan itu. Mereka tampak terdiam saat melihat Rachel yang berjalan masuk ke dalam area perjamuan itu. Farel berpikir bahkan jika Rachel memang menyebabkan sensasi itu, Rachel pasti akan tidak dihiraukan beberapa saat nanti. Jadi dia tidak memperhatikan Rachel lagi.
Farel kembali mencoba untuk melanjutkan obrolannya dengan Tuan Ferry, tapi Tuan Ferry tidak menghiraukan Farel dan melambaikan tangannya ke arah di mana Rachel berdiri.
Perlahan saat Rachel berjalan ke arah Ferry, dia pun menyadari bahwa dia melihat ada sosok Farel dan Luna berdiri di sana.
Luna menertawakan Rachel dan berkata, "apa kau pikir Tuan Ferry melambaikan tangannya kepadamu? Tolong jangan bermimpi dan tundukkan sedikit wajahmu itu kepada kami. Kau ada di sini karena kami. Jadi tetaplah berada dalam batasan mu. Tuan Ferry mungkin bahkan tidak mengetahui siapa namamu."
Ferry yang mendengarkan hal itu tampak membelalakkan matanya dan bertanya kepada Luna.
"Permisi Nona, tapi bagaimana kau bisa bicara dengan sikap seperti itu kepadanya?"
__ADS_1
Suara Ferry terdengar jelas menunjukkan kekecewaan.
Tapi Farel kemudian berkata, "kami benar-benar minta maaf Tuan Ferry. Tapi ini adalah pertama kalinya dia menghadiri sebuah perjamuan seperti ini. Jadi tolong maafkan dia dan jangan hiraukan sikap yang ditunjukkan oleh Luna padanya."
Ferry kali ini tidak menghiraukan komentar Farel dan menjulurkan tangannya ke arah Rachel.
"Sungguh suatu kehormatan untuk bisa bertemu denganmu lagi Nona Rachel. Ini sudah berbulan-bulan sejak kita bisa kembali bicara." Ucap Ferry.
Rachel lalu menjabat tangan Ferry dan membalas ucapannya, "sangat menyenangkan bertemu dengan Anda juga Tuan Ferry. Aku harap anda baik-baik saja."
"Tentu saja, tapi bisakah aku bertanya apa hubungan antara anda dan pasangan ini?" Balas Ferry terdengar begitu formal.
Saat Farel hendak mengatakan sesuatu Liam datang dan mengatakan sesuatu sebelum Farel.
"Tuan Ferry, aku tidak menyangka untuk melihatmu ada di sini. Bukankah kau sudah menolak untuk menghadiri acara ini sebelumnya?"
Farel dan Luna tampak terkejut melihat Tuan Ferry bisa bersikap begitu ramah. Padahal dia biasanya bersikap begitu dingin kepada semua orang.
Rachel tertawa kecil dan berkata, "kelihatannya seseorang tidak menghiraukan kekasihnya untuk sahabatnya, bukan begitu Liam?"
Wajah Ferry tampak merona dan berkata, "hei kalian berdua, berhentilah menggoda aku!"
Melihat mereka bertiga mengobrol dengan begitu akrab, membuat Farel dan Luna memutuskan untuk pergi ke tempat lainnya.
Sepanjang perjamuan itu hampir semua orang berjalan mendekat ke arah Rachel dan bicara kepadanya.
__ADS_1
Luna tampak iri saat dia melihat semua itu. Dia memikirkan sebuah rencana dan kemudian memanggil seorang pelayan.
"Pergilah ke arah wanita yang menggunakan gaun mewah berwarna biru itu dan katakan kepadanya bahwa Tuan Farel memanggil dia ke sudut itu." Ucap Luna.
Setelah itu, Luna lalu memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan itu dan pelayan itu pun menganggukkan kepalanya.
Saat Luna tengah merencanakan sesuatu, disisi lain Rachel tengah mengatakan tentang kehamilannya dan juga tentang perceraiannya kepada Ferry dan Liam. Mereka berdua, baik Ferry dan Liam tahu tentang hubungan pernikahan antara Rachel dengan Farel. Tapi hanya Ferry yang belum pernah melihat bagaimana wajah Farel. Mengingat saat pernikahan Rachel waktu itu, dia tidak sempat hadir.
Rachel juga sejak awal pernikahannya, dia tidak pernah menyebarkan atau mengunggah foto pernikahannya bersama dengan Farel. Jadi hal itu membuat Ferry tidak mengenal Farel sejak pertama bertemu dengannya tadi.
Setelah mendengarkan tentang hubungan antara Rachel dan Farel selama 4 tahun belakangan ini, baik Liam maupun Ferry, mereka berdua tampak begitu marah. Apalagi saat mereka tahu tentang pengorbanan yang Rachel buat untuk Farel, sementara Farel sendiri benar-benar tidak mengetahui tentang semua itu.
Saat mereka bertiga tengah mengobrol dengan bahagia, Luna tampak menyeringai karena sudah merencanakan sesuatu.
Ketiga orang itu, baik Ferry, Liam dan Rahel benar-benar tidak mengetahui situasi apa yang akan terjadi pada mereka nantinya. Mereka benar-benar mengobrol dengan bahagia.
Seorang pelayan tiba-tiba mendekat ke arah mereka dan mengatakan, "permisi, Tuan Farel meminta Nona Rachel untuk pergi ke sana."
Pelayan itu menunjukkan ke arah sebuah sudut ruangan dari perjamuan itu. Rachel pun menganggukkan kepalanya dan mengatakan kepada Liam dan juga Ferry untuk menunggu dirinya. Tapi Liam dan Ferry begitu penasaran akan hal itu dan mereka berdua pun mengikuti langkah Rachel untuk pergi ke sudut ruangan itu.
Luna mengirim pesan kepada Farel mengatakan bahwa dia menunggu Farel di sudut ruangan perjamuan itu yang berada dekat dengan jendela dari ruangan perjamuan itu. Farel berpikir bahwa Luna trngah merindukan dirinya karena dia tidak memperhatikan Luna sejak tadi.
Jadi Farel pun langsung pergi ke arah di mana yang diminta oleh Luna itu.
Saat Liam dan Ferry merasa bahwa ada suatu hal yang salah, Ferry pun dengan cepat membuka ponselnya dan merekam video. Mereka berdua merasa bahwa ada sesuatu yang benar-benar salah akan terjadi dan mereka berdua berpikir untuk mengkonfirmasi semuanya. Saat mereka melihat bahwa Luna yang berdiri di sana, mereka benar-benar bersiap untuk mengambil tindakan jika sesuatu hal yang salah akan terjadi pada Rachel.
__ADS_1
Bersambung....