
Rachel melihat ke arah Liam dan mengangguk. Dia benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Dia tidak menyangka bahwa Farel akan melakukan hal itu.
"Liam, ayo kita pergi. Akan menjadi masalah jika polisi tiba disini melihat kita dan Farel adalah satu-satunya orang yang ada di sini. Jadi aku rasa dia akan baik-baik saja." Ucap Rachel.
"Baiklah Rachel, aku rasa juga begitu. Ayo pergi dan katakan semua ini kepada Nancy. Kita harus mengatakan kebenarannya kepada Charles secepatnya." Balas Liam.
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan tempat itu. Farel melihat ke arah Luna yang berbaring dalam genangan darahnya sendiri. Setelah menelpon polisi, Farel mengambil senjata api itu dan menembak dirinya sendiri tepat di paha kirinya. Dia sangat berhati-hati saat melakukan hal itu dan menghindari untuk melukai tulang pahanya dengan tembakan itu.
Polisi akhirnya tiba dan secepatnya keduanya baik Luna maupun Farel dibawa ke rumah sakit terdekat dengan segera.
Di dalam rumah sakit dokter dengan cepat mempersiapkan operasi untuk Farel. Mereka harus mengeluarkan peluru dari dalam tubuh Farel. Dokter bedah terbaik bernama Dokter Will, melakukan operasi untuk Farel.
Operasi itu berjalan satu jam. Dokter pun keluar dan menginformasikan kepada polisi bahwa Farel akan bangun setelah 1 jam. Di sisi lain beberapa polisi juga bicara dengan dokter lainnya tentang kematian Luna.
Farel sendiri tidak membawa dompet bersamanya dan dia bahkan tidak membawa ponselnya. Dia bahkan menelpon polisi dari ponsel Luna.
Polisi tidak mengetahui nama atau informasi apapun tentang Farel, mereka bahkan tidak bisa membuka ponsel Luna karena ponsel itu memiliki password dan mereka harus menunggu Farel untuk bangun lebih dulu.
Satu jam berlalu dengan cepat. Farel perlahan akhirnya tersadar. Secepatnya polisi dan Dokter Will masuk ke dalam ruangannya.
Farel sudah terbangun sekarang.
"Maaf Tuan, bisakah kami mengetahui nama Anda?" Tanya polisi kepada Farel.
Namun Dokter Will tidak membiarkan mereka melanjutkan obrolan itu.
"Aku mengerti bahwa kalian perlu melakukan investigasi terhadap dirinya. Tapi biarkan aku memeriksa dirinya lebih dulu, bagaimanapun dia adalah seorang pasien." Ucap Dokter Will.
Dokter Will lalu beralih menatap ke arah Farel.
"Tuan Farel, bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda merasa pusing?" Tanya Dokter Will.
__ADS_1
Farel tampak terkejut. Dia bahkan tidak mengenal siapa dokter itu tapi dia begitu terkejut karena dokter itu mengetahui namanya.
"Tidak, aku tidak apa-apa dokter, tapi bagaimana dokter bisa mengetahui namaku? Apakah dokter berhubungan dengan keluargaku atau orang tuaku?" Tanya Farel.
Polisi entah kenapa curiga terhadap Dokter Will. Dokter Will sendiri tampak langsung panik. Dia lalu langsung mencoba untuk menutupi rasa gugupnya.
"Tidak Tuan Farel, aku tahu nama anda untuk beberapa alasan lainnya. Tapi aku tidak bisa mengatakannya kepada anda. Tolong terimalah permintaan maaf ku ini." Ucap Dokter Will.
Polisi semakin curiga kepada Dokter Will.
"Maaf sebelumnya Dokter Will, setelah ini kami butuh bicara dengan Anda, tolong tunggu lah sebentar. Kami harap Anda bisa kooperatif dengan kami."
Dokter Will tidak mengatakan apapun dan hanya mengangguk. Dia hendak pergi tapi berhenti di pintu ruangan dimana Farel dirawat.
"Aku akan menjawab pertanyaan kalian. Tapi aku meminta kalian untuk tetap merahasiakan semua ini, karena ini berhubungan dengan privasi seseorang. Aku harap kalian mengerti." Ucap Dokter Will lalu pergi.
Hal itu membuat Farel semakin kebingungan. Ada banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. Tapi dia tidak bisa bertanya kepada Dokter Will, karena dia sudah pergi.
Polisi mulai bertanya kepada Farel tentang apa yang terjadi. Farel pun menjelaskan semua situasi itu dengan kebohongan. Polisi mengerti bahwa itu semua tidak sesederhana seperti tindakan pembelaan diri dari Farel. Tapi mereka tidak bisa menekan Farel karena dia seorang pasien dan juga karena mereka tidak punya bukti apapun untuk membuktikan kecurigaan mereka terhadap Farel dengan adanya bukti rekaman video CCTV dari ucapannya itu.
Setelah polisi pergi, Farel mempunyai satu pertanyaan dalam kepalanya yaitu, bagaimana bisa seorang dokter bedah terkenal seperti Dokter Will mengetahui namanya saat dia bahkan tidak berhubungan dengan keluarganya?
Polisi meninggalkan ruangan Farel dan pergi menemui Dokter Will. Mereka pergi ke sebuah ruangan kosong dan mulai bertanya kepadanya.
"Bagaimana anda bisa mengenal dirinya Dokter Will?"
Dokter Will menghela nafas panjang dan mulai bicara.
"Aku mengenalnya karena aku pernah melakukan sebuah operasi kepadanya sebelumnya. Tapi dia tidak mengenal aku karena aku mempunyai operasi penting yang harus aku lakukan dan meninggalkan Rumah Sakit beberapa minggu waktu itu. Dia mendapatkan kecelakaan beberapa tahun yang lalu dengan wanita lainnya dan namanya adalah Rachel Miller. Dalam kecelakaan itu, Farel kehilangan penglihatannya dan Rachel mendonorkan salah satu matanya. Setelah itu aku merawat Rachel selama 2 bulan saat dia berada dalam masa koma, dan sekarang kami masih sering menghubungi satu sama lain. Aku mengingat Farel jadi itulah alasan kenapa aku bisa mengenalnya dan seperti yang aku minta kepada kalian, tolong rahasiakan hal ini di antara kita Pak. Rachel tidak mau Farel mengetahui semua itu sampai dia mencoba untuk menemukan dirinya. Jika kalian mau bertanya kepada Rachel, maka aku akan membuat panggilan dengannya dan dia akan datang secepatnya dan menjelaskan kepada kalian semuanya. Jadi apakah kalian perlu bertanya kepadanya?" Ucap Dokter Will.
"Tidak, itu tidak dibutuhkan sekarang. Kami akan menginvestigasi apa yang anda katakan. Jika itu memang benar, maka kami tidak harus mengganggu orang yang tidak ada hubungannya dengan hal ini karena itu hanya akan sia-sia dan terima kasih sudah bekerja sama dengan kami." Balas petugas polisi itu.
__ADS_1
Dokter Will tersenyum.
"Tentu saja Pak." Balas Dokter Will.
Setelah itu polisi pun pergi. Saat malam hari, Dokter Will pergi memeriksa Farel lagi.
Farel tidak tidur, jadi dia tahu bahwa Dokter Will masuk ke dalam kamarnya. Dokter Will melihat ke arah Farel dan dia berpikir bahwa Farel sudah tertidur. Dia pun bicara dengan perlahan.
"Hanya jika kau tahu siapa yang menunjukkan cahaya dari dunia ini lagi." Ucap Dokter Will.
Setelah itu dia pun pergi. Farel perlahan duduk dan berpikir tentang apa yang dikatakan Dokter Will. Dia tidak mengerti dengan apa maksud dari yang dikatakan Dokter Will tadi.
Farel pun bicara pada dirinya sendiri.
"Menunjukkan kepadaku cahaya dari dunia lagi? Apa maksudnya dari hal itu?" Ucap Farel.
Farel benar-benar berpikir saat tiba-tiba sebuah ingatan muncul di kepalanya.
"Apakah dia bicara tentang kecelakaan yang terjadi di saat reuni itu? Tapi bagaimana dia mengetahui tentang hal itu? Aku harus bicara dengannya besok tentang masalah ini. Jika dia tahu siapa wanita itu, maka aku akan segera menemukannya." Ucap Farel pada dirinya sendiri.
Farel tidak bisa bergerak saat ini karena operasi yang dialaminya. Dia memutuskan untuk bertanya kepada Dokter Will besok.
Sekarang sudah larut malam saat Dokter Will pergi meninggalkan rumah sakit dan pergi ke kantor polisi.
Para petugas polisi tidak menyangka bahwa Dokter Will akan datang di waktu yang seperti itu. Jadi mereka pun bertanya kepadanya.
"Apa yang membawamu datang untuk bertemu dengan kami di waktu yang seperti ini Dokter Will?" Tanya salah seorang petugas polisi.
"Aku hanya datang kemari untuk mengatakan bahwa besok aku punya sebuah operasi penting di rumah sakit lainnya. Jadi jika kalian membutuhkan aku, maka aku tidak akan ada di rumah sakit di mana Tuan Farel berada dan aku akan meminta kepada kalian untuk menyimpan tentang rahasia yang tidak diketahui oleh Tuan Farel. Itu saja, aku akan pergi sekarang." Balas Dokter Will.
Dokter Will lalu pergi meninggalkan kantor polisi dan kembali ke rumahnya.
__ADS_1
Sebelum tidur, Dokter Will mengirim pesan kepada Rachel dengan meminta maaf kepadanya atas semua yang terjadi hari ini dan apa yang dia katakan kepada polisi. Dia pun tertidur setelah itu.
Bersambung....