Mata Cinta

Mata Cinta
Rencana Luna


__ADS_3

Perjalanan mereka cukup panjang. Setelah 1 jam, Luna akhirnya memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah di mana Rachel pernah tinggal disana saat dia dan Farel masih menikah dulu.


Luna dan Farel masuk ke dalam rumah itu. Mata Farel masih ditutup oleh Luna. Rachel dan Liam pun mengikuti mereka. Sebelumnya saat Rachel masih tinggal di rumah itu, sidik jarinya dimasukkan ke data pintu keamanan yang ada di pintu depan. Tapi sekarang Rachel tidak tahu apakah sidik jarinya itu masih bisa digunakan di sana atau tidak.


Rachel pun memutuskan untuk mencoba membuka pintu keamanan itu dengan menggunakan sidik jarinya. Rachel pun merasa terkejut karena pintu itu bisa terbuka. Dia pun bergegas masuk ke dalam rumah. Dia sudah mengetahui seluk beluk dari rumah itu dengan sangat jelas. Jadi bukan suatu masalah baginya untuk bisa ada di sana tanpa diketahui siapapun.


Luna dengan cepat menyambungkan kamera yang ada di dalam rumah itu dengan laptopnya dan setelah itu dia pun keluar dari dalam rumah itu dengan cepat.


Dulu, saat dia masih tinggal di sana, dia menginstal beberapa kamera di dalam rumah itu untuk mengetahui kehadiran Farel.


Saat ini, di dalam mobil, Liam dan Rachel pun mulai fokus menatap layar laptop di depan mereka itu untuk melihat apa yang terjadi antara Far dan Luna di dalam rumah itu.


Luna ternyata membawa Farel menuju sebuah kamar dimana kamar itu merupakan kamar milik Farel dan Rachel saat masih menilah dulu.


Lun lalu membuat Farel duduk di atas tempat tidur. Dia lalu mengambil sebuah gelas yang dituang penuh dengan air dan membuat Farel meminumnya dengan paksa. Farel pun harus mengikuti keinginan Luna karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Luna padanya. Dan setelah meminum air itu, Farel pun mulai merasa lemah.


"Farel aku harus mengatakan bahwa kau itu sangat mencintai aku dan tergila-gila padaku. Kau setuju untuk melakukan apapun yang aku inginkan dan mendukungnya." Ucap Luna membuka penutup mata.


Farel mengusap matanya karena ada cahaya yang tiba-tiba mengenai matanya. Luna mengeluarkan sebuah dokumen dan sebuah pena dari dalam tasnya. Luna lalu memberikan dokumen itu kepada Farel dan kembali berkata Farel.

__ADS_1


"Tanda tangani dokumen ini. Ini adalah dokumen yang penting bagi project perusahaanmu, dan selanjutnya yang membutuhkan tanda tanganmu."


Farel melihat halaman depan dari dokumen itu dan tidak menemukan sesuatu yang salah, jadi tanpa membalik halaman itu lagi dia pun menandatanganinya. Tubuhnya terasa lemah tapi dia tidak kehilangan kesadarannya.


Luna pun tersenyum dan berkata, "kau benar-benar bodoh Farel. Kau benar-benar dibodohi karena cinta. Apakah kau bahkan tahu apa yang tertulis di halaman kedua dari dokumen itu? Disana tertulis bahwa semua properti milikmu sekarang menjadi milikku dan kau akan bekerja di bawah kakiku selamanya. Bahkan rumah di mana orang tuamu tinggal sekarang berada di bawah namaku."


Rachel dan Liam tidak menyangka tindakan Luna yang tiba-tiba melakukan sesuatu yang dia tidak rencanakan dengan bersama dengan Charles. Mereka berdua bahkan begitu bingung saat mereka melihat Farel tidak mengalami perubahan apapun dengan ekspresi di wajahnya. Farel malah terlihat tenang dan hal itu membuat mereka khawatir.


Rachel dan Liam tidak mengerti apa yang tengah terjadi semuanya Sangat jelas bahwa Farel sudah dibodohi tapi dia masih bertingkah seolah dia bisa melawan Luna.


Luna tidak mengerti situasi yang terlihat di wajah Farel itu dan berkata, "jangan mencoba untuk membuat aku bingung. Aku tahu bahwa kau mencoba untuk melakukannya dan sekarang hidupmu ada di tanganku. Apa kau mengerti?"


"Terserah. Tapi aku benar-benar penasaran kenapa kau melakukan hal ini dan sudah berapa lama kau merencanakan semua ini?" Ucap Farel.


Luna tidak berpikir banyak tentang hal itu dan berpikir bahwa dia akan menjawab semua pertanyaan Farel dengan hidupnya yang menyedihkan itu yang akan segera datang. Tapi Rachel tidak berpikir seperti itu. Dia tahu bahwa Farel mengetahui kenapa dan bagaimana Luna melakukan hal itu dan Rachel pun mengerti bahwa Farel memiliki rencana akan hal itu.


Luna lalu duduk di atas kursi yang ada di depan Farel.


"Mungkin kau tidak tahu. Tapi mama Nancy dan Charles adalah wanita yang Papaku cintai. Tapi wanita itu hanya mencintai Papamu dan dia juga memberikan hidupnya untuk melahirkan anak-anak itu untuk Papamu. Papaku tidak mencintai Mamaku karena dia hanya menggantikan posisi wanita itu. Tapi Papa tidak mengetahui tentang kematian wanita itu. Jadi setelah bertahun-tahun saat dia mengetahui hal itu, dia pun menjadi depresi. Dia secara sengaja mengambil obat yang berbeda dan meninggal karena bunuh diri dan Mamaku juga meninggal setelah kematian Papa. Jadi aku membalas dendam kepadamu karena hal. Apakah kau tahu bahwa Charles belum meninggal dan untuk kau ketahui, aku tidak memberikanmu mata setelah kecelakaan itu terjadi padamu. Faktanya aku bahkan tidak ada di sana saat kecelakaanmu terjadi. Aku hanya mau menghancurkan dirimu dan bekerja sama dengan Charles untuk membalas dendam padamu. Aku hanya bekerja sama dengannya, tapi dia terlalu lambat dan aku tidak bisa menunggu lagi untuk membalas dendam padamu. Jadi aku bertindak sendirian dan kau tahu aku bahkan berakting seolah Rachel ingin menusukku di pesta itu. Tapi kenyataannya dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi dan dia datang ke sana karena dia berpikir bahwa kau lah yang memanggil dirinya dan tidak hanya itu, aku juga mendorong mobilnya dari tebing beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Kau terkejut bukan? Itu semua pasti seolah membuatmu merasa mendapatkan serangan jantung setelah mendengar semua ini bukan?" Ucap Luna tertawa.


Farel melihat Luna dengan tenang dan setelah Luna menyelesaikan ucapannya Farel pun tersenyum, dan dia pun mulai bicara.


"Kau pikir bahwa kau akan bisa mengambil semua milikku? Tidak Luna, bahkan dalam mimpimu saja tidak bisa." Ucap Farel mengambil sebuah senjata api dari dalam jas yang dia gunakan dan mengacungkannya ke arah Luna.


"Apa kau tahu bahwa aku bahkan sudah merekam apapun yang terjadi di sini dan bagaimanapun senjata ini adalah milikmu. Jadi bahkan jika aku menembakmu dan menelpon polisi, aku akan bisa selalu berbohong dan mengatakan bahwa kau di sini mencoba untuk menembakku dengan senjatamu dan aku secara tidak sengaja menembakmu karena mempertahankan diriku dan untuk mengatakan kenapa semuanya tidak direkam oleh kamera itu, aku akan mengatakan, semua itu karena memorinya sudah penuh. Jadi apa yang kau pikirkan tentang kebohonganku ini, hebat bukan?" Ucap Farel.


Luna tampak begitu terkejut dan masih memproses semua ucapan yang dikatakan Farel. Setelah itu Farel pun kembali bicara.


"Aku akan memberikan kematian yang membahagiakan bagimu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu menang, mengerti?" Ucap Farel.


Setelah mengatakan hal itu, Farel langsung menembak Luna dekat dengan jantungnya dan membuang senjata itu.


Dia lalu dengan cepat menelpon polisi.


Rachel dan Liam yang menyaksikan semuanya dari dalam mobil melalui layar laptop tampak terkejut.


Liam menatap ke arah Rachel dan berkata, "Rachel, aku tidak tahu bahwa dia ternyata punya otak juga."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2