Mata Cinta

Mata Cinta
Dalam Bahaya


__ADS_3

Waktu berjalan dengan begitu cepat. Semuanya terasa begitu bahagia bagi semua orang terutama Farel yang mendapatkan kesempatan untuk bisa memperbaiki hubungannya dengan Rachel. Namun, semua orang tidak tahu jika ada bahaya yang tengah mengintai mereka dari seorang pria yang telah membunuh Papa Rachel.


Tepat saat semuanya tengah begitu sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Max tengah pergi membawa baby Alex berjalan-jalan dengan Liam, Ferry dan Nancy menghabiskan waktu bersama dengan Charles, sementara Farel sibuk di perusahaannya. Rachel sendirian di rumah, dan saat itulah Tuan Edward, pria yang telah membunuh Papa Rachel datang ke rumah Rachel.


Disisi lain, tanpa diketahui oleh Rachel dan yang lainnya, meski sibuk dalam pekerjaannya Farel terus berusaha mencari tahu fakta dibalik terbunuhnya Papa Rachel oleh pria bernama Tuan Edward itu. Dan tepat, di hari ini, Farel mengetahui semuanya.


Daniel, orang kepercayaan Rachel yang sudah seperti saudara bagi Rachel sendiri juga ikut mencari tahu tentang hal itu. Hari ini dia mengetahui rencana Tuan Edward yang akan menyakiti Rachel saat dia berada dalam dunia bawah. Namun saat dia hendak menyelamatkan Rachel, dia mendapat kendala dijalan karena mengalami kecelakaan dimana dia menabrak seekor sapi yang tiba-tiba menyebrang di jalanan.


Dia bergegas mengirim pesan kepada Farel untuk segera menyelamatkan Rachel, karena hanya Farel lah satu-satunya yang bisa melakukan hal itu. Daniel tidak bisa menghubungi Liam yang tengah membawa baby Alex pergi. Dia juga tidak bisa menghubungi Ferry yang tengah pergi keluar kota bersama dengan Nancy dan Charles.

__ADS_1


(Bergegaslah temui Rachel, nyawanya dalam bahaya. Pria bernama Edward itu berencana untuk membalaskan dendam.) Tulis Daniel.


Farel yang menerima pesan itu, bergegas mengambil kunci mobilnya dan menuju kediaman Rachel. Tak lupa dia membawa dokumen yang berisi fakta tentang kematian istri dan putri dari Tuan Edward itu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Papa Rachel.


Sementara itu di rumah Rachel...


"Apa kau sudah siap? Aku hanya akan menembak senjata ini kepadamu, jangan khawatir." Ucap Tuan Edward.


'Maafkan Mama Alex. Mama tidak akan ada untuk melindungi mu lagi. Berbahagialah bersama Papa dan Om mu dan maafkan Mama karena meninggalkanmu.' ucap Rachel dalam hati.

__ADS_1


Rachel melihat ke arah Tuan Edward dan berkata, "aku siap."


Edward berpikir bahwa Rachel akan memohon untuk mengampuni nyawanya, tapi Rachel tidak melakukannya. Rachel menghadapi kenyataan bahwa pria yang ada di hadapannya akan membunuh dirinya. Meski dia sudah berusaha untuk menjelaskan kepada Edward bahwa dia tidak ada hubungannya dengan kematian anak dan istri Tuan Edward.


Rachel juga sudah mengatakan pada Tuan Edward bahwa Papanya tidak mungkin membunuh orang yang tidak bersalah terutama seorang wanita dan anak kecil. Tapi Tuan Edward tidak mau percaya begitu saja terlebih Rachel tidak memiliki bukti apapun yang bisa menunjukkan bahwa Papanya tidak bersalah.


Melihat Rachel yang siap mati begitu saja, hati Tuan Edward sedikit terguncang. Dia berpikir untuk tidak memisahkan Alex kecil dengan mamanya. Tapi kemudian wajah putrinya dan istrinya datang ke dalam pikirannya dan kemarahan untuk membalaskan dendam kembali menguasai hatinya.


Tuan Edward pun mengangguk dan melihat ke arah senjata yang ada di tangannya. Dia meluruskan tangannya dan mengacungkan senjata itu ke arah Rachel.

__ADS_1


Rachel mulai merasa ketakutan. Dia tentu saja tidak ingin mati. Tapi dia tidak punya pilihan lain sekarang. Jadi dia pun memutuskan untuk menutup matanya dan mulai menghitung mundur.


Bersambung....


__ADS_2