Mata Cinta

Mata Cinta
Menyelamatkan Farel


__ADS_3

Charles memang menemukan kamera itu tapi dia tidak membawanya keluar dari dalam tas Luna. Dia bertingkah seolah semuanya baik-baik saja. Dia lalu mengambil sebuah tisu dan menulis sesuatu untuk Luna dan memberikannya. Luna pun membaca apa yang ditulis oleh Charles di tisu itu.


'Ada sebuah kamera di dalam tasmu. Jika kau berani untuk mempermainkan aku, maka bersiaplah untuk konsekuensinya dan bicara tentang rencana kita nanti, aku akan merubahnya. Jadi siapapun yang membuat masalah dengan kita, akan kita tangkap secara langsung.'


Luna tampak menelan ludah dan mengangguk. Sepanjang obrolan, mereka terus membicarakan tentang hal yang berhubungan dengan rencana lama mereka. Mereka ingin mengetahui siapa orang yang sudah menaruh kamera untuk mengintai mereka itu.


"Aku akan pergi sekarang. Jadi kita akan melakukan rencana kita besok." Ucap Charles lalu pergi.


Sementara itu Luna kembali ke rumahnya dan setelah itu dia pun tertidur.


Farel yang melihat mereka melalui kameranya itu berpikir bahwa dia sudah berhasil dan dia akan menangkap basah Luna besok. Tapi dia tidak tahu itu adalah sebuah jebakan. Liam juga mengikuti mereka dan dia sudah tahu jika Charles dan Luna melihat kamera yang ada di dalam tas Luna.


Setelah Charles dan Luna pergi, Liam pun dengan cepat pergi ke meja dimana Charles dan Luna tadinya duduk lalu mengambil tisu yang ditulis oleh Charles tadi sebelum pelayan bisa mengambilnya.


Liam dengan segera kembali ke rumah dan menginformasikan semuanya kepada Rachel tentang apa yang dia temukan. Rachel berpikir tentang sesuatu dan akhirnya dia mengingat semuanya dengan kejadian sebelumnya.


"Apakah kameranya sangat kecil dan berwarna hitam? Apakah kau melihatnya?" Tanya Rachel kepada Liam.


"Tasnya berwarna hitam. Jadi ada kemungkinan besar jika kameranya juga berwarna hitam dan kelihatannya sangat kecil yang membuat Charles membutuhkan waktu untuk bisa menemukannya." Balas Liam.


Rachel mengangguk dan berkata, "baiklah, kau jagalah Alex hari ini. Aku harus melakukan sesuatu."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Rachel pun pergi dan kembali ke kamarnya. Dia mencoba untuk menelpon Farel melalui nomor yang berbeda, tapi Farel tidak mengangkatnya. Rachel berpikir bahwa Farel mungkin saja tengah tertidur tapi pada kenyataannya, Farel tidak mengangkat telepon itu karena dia melihat orang yang menelponnya itu merupakan nomor yang tidak diketahui.


 


Hari berikutnya Rachel bangun dengan sangat cepat. Dia menginstruksikan kepada Liam untuk menjaga Alex dan pergi bersama dengan Daniel. Dia menggunakan sebuah masker di wajahnya untuk menyembunyikan dirinya. Dia menunggu Luna untuk keluar bersama dengan Farel di area parkir karena menurut rencana Luna dan Charles, mereka berdua akan melakukan rencana mereka hari ini dan itulah kenapa Rachel perlu mengikuti mereka untuk melihat apa yang akan terjadi.


Farel tiba di kantornya dan melihat Luna. Dia benar-benar tidak mengetahui tentang rencana mereka. Saat Luna meminta Farel untuk menemani dirinya untuk pergi bertemu dengan seseorang, Farel pun langsung setuju. Dia tahu bahwa mereka tengah mulai melakukan rencana mereka, tapi Farel juga tidak tahu bahwa mereka melakukan hal itu untuk mendapatkan orang yang berada di balik kamera yang tersembunyi di dalam tas milik Luna.


Rachel melihat Farel dan Luba pergi dan dia pun mengatakan kepada Daniel untuk mengikuti mereka berdua.


Beberapa saat kemudian, kedua orang itu pun tiba di sebuah hotel berbintang lima dan Daniel melihat mereka masuk ke dalam hotel. Rachel juga keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam hotel. Dia memesan kamar di samping kamar yang sudah dipesan Luna dan mengikuti mereka. Rachel sebelumnya sudah tahu bahwa Luna memesan kamar itu dan lebih dulu masuk kesana untuk memasang alat yang bisa mendengar pembicaraan mereka.


Farel dan Luna masuk ke dalam kamar itu Luna pun berkata kepada Farel.


"Tolong tunggulah beberapa saat lagi sayang. Sebentar lagi dia akan datang. Jadi sampai saat dia datang nanti, kenapa kau tidak meminum teh lebih dulu dan bersantai." Ucap Luna.


Dia lalu memberikan segelas air kepada Farel namun Farel menolak meminumnya. Dia mencoba untuk menghabiskan waktu dengan menyibukkan dirinya dengan ponsel dari pada menghiraukan Luna yang terus menawarinya makanan dan minuman karena dia yakin jika makanan dan minuman itu sudah diberikan obat-obatan.


Farel sangat yakin akan hal itu dan dia pun menolak untuk minum. Dia mencoba untuk mengulur waktu lebih cepat, tapi semua itu sulit untuk dilakukannya. Charles tetap tidak datang dan Luna tetap tidak mau berdebat dengan Farel dan hanya meminta Farel untuk minum.


Rachel dari dalam kamar sebelah sudah mendengar obrolan mereka dan berpikir apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


Farel benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena sejak tadi dia tidak mau meminum air yang sudah diberikan Luna. Sementara itu Rachel juga berada dalam dilema berpikir apakah dia harus menelpon Farel dan menyelamatkannya atau tidak. Rachel akhirnya menekan tombol panggilan dan panggilan itu pun tersambung.


Di kamar Luna, tiba-tiba ponsel Farel berdering. Dia begitu terkejut melihat bahwa Rachel yang menelpon dirinya. Dia pun terkejut dan awalnya merasa ragu tapi akhirnya dia mengangkat telepon itu. Dia berpikir bahwa akhirnya dia bisa selamat.


"Farel, tinggalkan kamar itu secepat yang kau bisa. Buatlah alasan jika di perusahaan mu ada masalah. Kau tidak aman sekarang. Kau bisa memilih untuk tidak mempercayai aku. Tapi jika sesuatu terjadi kepadamu, itu salahmu sendiri. Aku akan menutup sambungan teleponnya sekarang." Ucap Rachel.


Rachel tidak memberikan waktu untuk Farel membalas ucapannya. Farel pun mendengar suara sambungan telepon ditutup dan dia tahu bahwa Rachel sudah memutuskan sambungan telepon itu.


Dia kembali mencoba menelpon Rachel lagi tapi panggilan itu tidak dapat dilakukan lagi. Dia lalu menatap ke arah Luna.


"Luna ada masalah yang terjadi di perusahaan. Sekretaris ku baru saja menelepon. Jadi aku rasa aku tidak bisa bertemu dengan orang yang ingin kau pertemukan denganku sekarang. Aku minta maaf." Ucap Farel.


Setelah mengatakan hal itu, Farel pun langsung pergi. Luna tidak memikirkan apapun begitu juga dengan Charles. Mereka berpikir bahwa orang yang membuat masalah di perusahaan Farel itu hanya ingin untuk menyelamatkan Farel.


Setelah itu Luna dan Charles pun memutuskan untuk pergi ke rumah Luna untuk mendiskusikan rencana baru mereka.


Sebelumnya saat Farel keluar dari dalam kamar itu, di saat yang bersamaan waktu itu Rachel berdiri di elevator. Rachel merasa bahwa Farel tidak akan bisa secepat itu dan dia pun menekan tombol dan pintu elevator itu pun tertutup dan dengan cepat turun sebelum Farel bisa melihat dirinya.


Tapi sebenarnya Farel memang melihat dirinya. Farel sangat ingin untuk menghentikan Rachel dan bertanya kepada Rachel, apa maksud dari yang dia katakan melalui sambungan telepon tadi. Tapi langkah Farel terlambat dan pintu elevator sudah tertutup. Dia tidak bisa bertemu dengan Rachel dan dia tidak tahu kenapa, tapi dia merasa seperti kehilangan sesuatu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2