
Nancy dikunci di tempat itu sepanjang malam. Dia tidak diberikan apapun untuk dimakan ataupun air untuk diminum.
Pria itu kembali keesokan harinya di pagi hari. Nancy sudah tidak sadarkan diri. Jadi pria itu menuang sebotol air di wajah Nancy yang membuat Nancy lantas membuka matanya dengan cepat. Namun dia hanya melihat pemandangan horor di depannya. Pria itu berdiri di depannya dengan memegang sebuah pisau di tangannya dan juga menampilkan sebuah senyuman menyeramkan di wajahnya.
Pria itu memaksa Nancy untuk makan dan minum di depannya. Setelah selesai, Nancy melihat ke arahnya. Pria itu perlahan mendekat ke arah Nancy dan Nancy pun mundur. Pria itu lantas mendorong Nancy ke sudut tembok. Nancy berteriak dan menangis, tapi pria itu tidak berpindah sedikitpun dan saat ini, Nancy seperti terlihat tengah iblis dihadapannya.
"Jangan khawatir, aku akan meninggalkanmu besok. Tapi lebih dulu, kau harus membayar harga atas kematian Papaku."
Setelah mengatakan hal itu, pria itu perlahan mengambil pisau dari tangannya dan mendekatkan pisau itu ke arah Nancy.
Di sisi lain Rachel mulai mencari Nancy seperti orang gila. Sementara Charles berada dalam perjalanan menuju sekolah itu. Rachel mencoba untuk menghubungi Farel, tapi ponsel Farel terus tidak bisa dihubungi. Sepanjang malam berlalu tanpa ada kabarnya dari Nancy.
__ADS_1
Keesokan paginya, Rachel mendapat ide untuk melaporkan berita kehilangan Nancy kepada polis. Tapi karena belum 24 jam berlalu, jadi polisi pun tidak bisa menerima laporannya. Tapi ada seorang teman Rachel yang berada di dalam kepolisian. Jadi mereka mulai membantu Rachel tanpa adanya laporan kehilangan itu. Rachel tidak bisa menghubungi Charles, jadi Charles tidak tahu akan hal itu. Secepatnya polisi mendapatkan kabar dari seorang pria yang mengatakan bahwa dia melihat seorang laki-laki membawa seorang wanita tidak sadarkan diri ke sebuah basemen yang sudah tidak terpakai di dekat pabrik tua kemarin saat dia duduk dan minum di dekat sebuah pohon di sana.
Pria itu sangat mabuk. Pada awalnya mereka tidak mau mempercayai pria itu. Tapi Rachel tetap ingin memeriksa tempat itu. Mereka pun pergi ke sana dengan pria mabuk itu.
Sementara itu di tempat Nancy berada....
Pria itu begitu dekat dengan Nancy dan memegang dagunya dengan tangan kirinya. Dia memaksa Nancy untuk melihat ke arahnya saat dia menaruh pisau itu di pipi kanan Nancy. Dia perlahan menggores pisau itu turun ke pipi Nancy dengan hati-hati tanpa melukainya. Nancy merasakan seluruh tubuhnya menjadi dingin dan jantungnya berdetak sangat cepat. Dia merasa bahwa dia sudah tidak bisa ditolong lagi tepat saat pisau itu turun dan ditekan oleh laki-laki itu, Nancy sudah pasrah karena pada momen berikutnya pria itu mulai menyayat pipi kiri Nancy dengan paksa dan membuat sebuah luka yang dalam.
Nancy menutup mulutnya dan mencoba untuk mengontrol rasa sakitnya. Air matanya bercampur dengan lukanya yang membuat dia merasa semakin merasa kesakitan. Pipinya terasa terbakar dan dia tidak bisa lagi untuk berteriak, bahkan untuk membuka mulutnya memohon kepada pria itu rasanya sudah tidak mungkin dilakukan oleh Nancy.
Pria itu tampak menikmati setiap adegan yang ada di depannya dan hendak menyayat pipi Nancy yang lainnya saat pintu basemen terbuka memperlihatkan Rachel dan teman polisinya datang. Melihat Nancy dengan kondisi seperti itu membuat Rachel benar-benar ingin agar laki-laki itu mati. Dia menangis, hatinya begitu terluka melihat kondisi Nancy.
__ADS_1
Polisi itu mengacungkan senjata ke arah pria itu. Pria itu pun berpikir apapun yang akan terjadi, dia tetap akan ditahan. Jadi akan lebih baik baginya untuk membalas dendamnya dengan tuntas. Dia berbalik dan dengan cepat membuat lebih banyak luka di wajah Nancy dengan pisau itu. Melihat gerakannya, polisi langsung menembak tangannya membuat pria itu tidak bisa bergerak lagi.
Pria itu merasakan sakit di tangannya. Sementara Nancy hampir saja tidak sadarkan diri saat Rachel berlari mendekat dan membuka ikatan dari tangan dan kakinya dan langsung memeluk Nancy. Sebelum kehilangan kesadarannya, hanya satu hal yang Nancy katakan kepada Rachel.
"Ku mohon jangan katakan hal ini kepada Charles. Katakan saja kepadanya bahwa aku sudah meninggal."
Rachel pun setuju dengan Nancy dan mengatakan kepada Nancy untuk tetap membuka matanya, tapi Nancy sudah Kehilangan kesadarannya.
Nancy berpikir bahwa dia akan meninggal. Jadi dia pun memutuskan untum mengatakan hal itu kepada Rachel agar memberitahukan kepada Charles saudaranya. Bahkan jika dia selamat entah bagaimana dia tidak mau mengganggu kehidupan Charles dengan keputusan yang ada pada dirinya itu. Dia tahu bahkan jika dia masih bisa selamat, kemudian wajahnya juga pasti sudah tidak bisa diselamatkan. Dia tidak memiliki wajah lagi untuk bertemu orang lain, kecuali Rachel. Hanya Rachel yang ada di sisinya dan dia setidaknya butuh satu orang untuk tetap bersama dirinya.
Bersambung....
__ADS_1