Mata Cinta

Mata Cinta
Dextrocardia


__ADS_3

Biasanya operasi pengangkatan peluru membutuhkan waktu satu jam untuk selesai. Tapi karena kondisi Farel yang kritis, membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyelesaikannya.


Saat Rachel dan Liam melihat lampu ruangan operasi mati, menandakan bahwa operasi sudah berakhir mereka pun lantas berdiri. Namun dokter belum juga keluar.


Dokter akhirnya keluar setelah beberapa menit. Melihat dokter itu keluar, Rachel malah tidak ingin mengetahui apapun.


'Bagaimana jika itu kabar buruk?' pikir Rachel.


Dia pun memutuskan untuk melangkah mundur dan hendak pergi. Namun Liam menghentikannya.


Dokter pun mendekat ke arah mereka dan mengatakan, "jangan khawatir, operasinya sukses."


Rachel tidak bisa mempercayai apa yang dia dengar. Dia pun melihat kearah dokter itu dan bertanya kepada dokter itu.


"Bisa... Bisakah anda mengulang apa yang baru saja anda katakan?" Ucap Rachel.


Dokter itu tersenyum dan mengatakan kembali mengatakan bahwa operasinya berjalan dengan sukses dan pasien sudah keluar dari masa kritis.

__ADS_1


Rachel begitu bahagia. Dia bahkan tidak tahu bahwa dia mulai tersenyum setelah mendengar berita itu. Liam ikut tersenyum melihat Rachel tersenyum.


"Terima kasih Dokter karena menyelamatkannya. Peluru itu berada di posisi yang cukup fatal. Kami berterima kasih kepada dokter." Ucap Rachel begitu bahagia.


"Tidak, kami tidak melakukan apapun. Operasinya cukup sederhana kecuali fakta bahwa dia kehilangan darah yang begitu banyak. Itulah yang membuat kondisinya kritis." Ucap dokter itu.


"Apa maksud anda dokter?" Tanya Rachel bingung.


"Aku bisa mengatakan bahwa pasien benar-benar begitu beruntung." Ucap dokter itu lagi.


Dokter tampak tertawa.


"Tentu saja tidak. Tapi dia memiliki kondisi jantung yang spesial." Ucap dokter itu lagi.


Rachel tampak terkejut dan juga penasaran.


"Kalian mungkin pernah mendengar tentang dextrocardia, dan inilah kondisi yang dimiliki oleh pasien." Ucap dokter lagi.

__ADS_1


Rachel semakin bingung mendengarkan kalimat itu.


"Dextrocardia? Apa itu?" Tanya Rachel.


Dokter pun menjelaskan semuanya.


"Itu adalah sebuah kasus di mana jantung dari seorang manusia berada di sisi kanan tubuhnya, padahal normalnya jantung manusia berada di sisi kiri. Itu tidak menyebabkan masalah apapun untuk kesehatannya. Jadi itulah alasan kenapa aku mengatakan bahwa dia begitu beruntung. Peluru itu memang mengenai dada kirinya. Tapi itu tidak mengenai jantungnya dan itulah alasan kenapa dia bisa selamat. Aku akan pergi sekarang karena aku masih punya operasi lain yang harus aku lakukan."


Setelah itu, dokter lalu pergi. Rachel tidak tahu apapun tentang hal itu dalam diri Farel. Tapi dia merasa begitu bahagia karena Farel baik-baik saja sekarang.


Dia langsung berdiri dan mengatakan kepada Liam, "pulanglah ke rumah dan bawakan aku pakaian ganti ku. Aku akan berada di sini sampai Farel sembuh. Jangan berdebat denganku. Aku akan pergi sekarang dan mengisi semua administrasi disini."


Rachel tidak menunggu respon apapun dari Liam. Dia langsung pergi setelah mengatakan hal itu. Li tahu bahwa dia tidak bisa menghentikan Rachel, jadi dia hanya bisa menghela nafas dan pulang ke rumah untuk mengikuti perintah yang diberikan Rachel padanya.


Rachel mulai menemani Farel di rumah sakit sampai Farel akhirnya sadarkan diri. Momen pertama yang dilihat Farel saat dia tersadar adalah Rachel yang tertidur disamping tempat tidurnya diatas sebuah kursi dengan kepalanya yang berada diatas ranjang tempat tidur Farel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2