
Selama 4 hari sudah berlalu setelah Rachel dan Liam melihat Charles di area parkir itu. Liam mulai sibuk dengan urusan kantor dan sekarang Daniel yang menemani Rachel. Nancy menelpon Rachel terus-menerus setiap hari untuk mengetahui tentang kondisi Farel dan juga Charles hanya saat mereka berpikir bahwa mereka mungkin mempunyai waktu untuk mengetahui sesuatu yang terjadi terhadap Farel.
Charles tiba-tiba membuat sebuah tindakan.
Rachel dan Nancy tidak tahu jika Charles sudah merencanakan dua waktu untuk melaksanakan rencananya sebelumnya dan hari ini adalah kesempatan kedua di mana dia akan mengeksekusi rencananya itu.
Awal hari ini semuanya berjalan begitu normal. Farel pergi ke kantor seperti biasanya dan melakukan pekerjaannya sampai sore hari. Kemudian Farel pergi ke kantor polisi atas kasus kematian Luna dan kasus itu belum selesai. Hari ini adalah hari terakhir bagi Farel untuk pergi dan menandatangani dokumen terakhir. Setelah hari ini kasus itu pun akan ditutup.
Jadi Farel pun menandatangani dokumen itu dan keluar dari kantor polisi. Dia mengendarai mobilnya dan kembali ke jalanan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Masih tidak ada yang salah terjadi dan Rachel bersama Daniel mengikuti dirinya. Mobil Farel terhenti secara tiba-tiba. Rachel melihat Farel keluar dari dalam mobilnya dan memeriksa mobilnya. Rachel keluar dari dalam mobil dengan tampak tenang dan melihat apa yang terjadi. Rachel lalu melihat dua ban depan mobil Farel tampak kempes.
Rachel kembali masuk ke dalam mobil dan Daniel pun bertanya kepadanya.
"Apa yang terjadi dengan mobilnya?"
Rachel pun berkata dengan hampir berbisik.
"Kedua ban depannya bocor. Dia mungkin memiliki satu ban cadangan tapi tidak dua. Jadi dia pasti akan terjebak di sini. Ayo tunggu dan lihat saja."
Daniel tidak membalas ucapan Rachel dan kembali menatap ke arah Farel dari jalanan di mana mobil mereka terparkir. Mereka hanya bisa melihat bagian belakang mobil Farel itu. Sementara bagian depan mobil tidak bisa dilihat oleh mereka. Mereka hanya menunggu beberapa menit dan melihat Farel memanggil seseorang. Dia tampak pergi ke depan mobil itu dan menghilang dari tatapan Rachel dan Daniel.
Setelah beberapa menit Rachel menjadi begitu penasaran. Jadi dia keluar dari dalam mobil dan mencoba untuk melihat Farel, apakah dia masih ada di sana atau tidak. Namun yang membuatnya terkejut adalah tidak ada orang di sana lagi. Dia begitu khawatir jadi dia pun bergerak maju tidak peduli apakah dia akan diketahui atau tidak. Tapi semua yang dilakukannya itu membuat dirinya merasa kecewa.
Farel tidak ada di sana dan dia begitu panik. Rachel lalu menelpon Daniel untuk keluar dari dalam mobil dan mulai mencari Farel di jalanan. Rachel berpikir bahwa Farel mungkin berjalan untuk meminta tolong. Tapi mereka tidak bisa menemukannya. Rachel sekarang mencoba untuk menelepon ponsel Farel, tapi tidak ada yang menjawabnya. Jadi dia dengan cepat menelpon nomor Nancy.
Saat Nancy menjawab panggilannya, Rachel langsung bicara dengan suara yang gugup.
"Charles membawa Farel. Dia membawa Farel saat kami terus mengawasi Farel. Apa yang harus kami lakukan sekarang?"
Nancy tidak memiliki ide apapun yang harus mereka lakukan sekarang. Dia pun bertanya kepada Rachel.
"Sudah berapa lama itu terjadi?"
Rachel melihat ke arah jamnya dan berkata, "10 sampai 15 menit mungkin Nancy. Apakah Charles sudah berhasil?" Suara Rachel terdengar gemetar.
"Apakah dia berhasil melakukan rencananya itu?" Lanjut Rachel.
"Tidak, kita akan menyelamatkan Farel. Cobalah untuk menelpon orang-orang yang berhubungan dengannya. Aku akan segera menelpon Liam dan mencari tahu di mana keberadaan Farel yang mungkin dibawa oleh Charles. Apakah kau akan menelpon polisi?" Tanya Nancy.
__ADS_1
"Tidak. Jika aku menelpon polisi maka Charles akan ditahan. Kau dan Liam cari saja dia. Aku dan Daniel akan melakukan hal yang sama." Ucap Rachel.
Nancy lalu dengan cepat menelpon Liam dan mereka berdua pun pergi untuk mencari keberadaan Farel. Mereka lalu memeriksa tempat yang dikunjungi Charles. Mereka juga pergi ke semua tempat basemen yang sudah tidak terpakai, pabrik, gedung-gedung dan konstruksi lainnya yang sudah tidak terpakai.
Rachel dan Daniel juga melakukan hal yang sama. Tapi saat Rachel mencoba menelepon semua orang, tiba-tiba semua orang mulai menelpon Farel. Banyak dari mereka penasaran dengan identitas Rachel dan menutup sambungan telepon dengan mengatakan bahwa mereka akan menelpon polisi jika Rachel menelpon untuk kedua kalinya. Tapi Rachel tidak menyerah.
Malam mulai datang, tapi mereka belum juga bisa menemukan keberadaan Farel. Mereka berempat tidur sebentar tapi kembali melanjutkan mencari Farel.
Siang harinya mereka berempat mencari ke semua tempat yang kemungkinan ada di sekitar area. Kurang dari 15 KM akhirnya semua orang bertemu satu sama lain di sebuah cafe yang ada di kota itu.
"Apa ada petunjuk?" Tanya Rachel.
Nancy dan Liam menggelengkan kepala mereka. Mereka berempat tidak memiliki ide ke mana Charles mungkin saja membawa Farel pergi. Daniel terus mencoba mencari ke tempat di mana Charles pergi dengan membaca sebuah dokumen tentang Charles dan secara tidak sengaja pergi ke halaman yang salah di mana ada informasi tentang Charles tertulis.
Dia hendak merubah itu saat sesuatu menarik perhatiannya.
"Saat kau disekap dulu, di basemen mana kalau dibawa?" Tanya Daniel kepada Nancy.
"Itu adalah basemen yang dekat dengan sekolah kami dulu. Tidak terlalu dekat sebenarnya. Tapi hanya itulah basemen yang sudah tidak terpakai di dekat area itu." Ucap Nancy.
"Basemen itu sekarang dimiliki oleh saudaramu dan bahkan setelah itu basemen itu tetap tidak terpakai. Jika aku menebak, bahwa itu adalah tempat di mana dia membawa Farel pergi." Ucap Daniel.
Mata Nancy membelalak setelah mendengarkan hal itu dan dia mulai gemetar. Pergi ke tempat itu untuk kedua kalinya adalah seperti kematian bagi Nancy. Liam langsung memeluk Nancy dan mencoba membuatnya merasa aman.
"Kau tidak harus pergi ke sana. Kami yang akan pergi dan menjelaskan semuanya kepadanya." Ucap Rachel.
Tapi Nancy keras kepala dia pun berkata, "tidak, aku akan pergi. Itu semua akan membuat semuanya menjadi lebih mudah bagi kita. Ayo pergi sekarang, aku tidak akan mendengarkan kalian guys. Bahkan jika kalian memaksaku."
Daniel menghela nafas dan berkata, "kalau begitu ayo pergi. Tidak perlu membuang waktu kita di sini."
Setelah itu mereka semua berdiri dan berjalan menuju mobil mereka.
.
.
.
__ADS_1
.
Sebelumnya....
Farel tengah bicara ditelepon saat seseorang tiba-tiba memukuli kepalanya. Itu adalah sebuah pukulan yang tidak terlalu terasa keras tapi tidak juga pukulan yang lemah. Farel langsung tidak sadarkan diri.
Saat dia akhirnya tersadar, dia melihat bahwa dia berada di tempat yang cukup gelap. Dia tidak bisa melihat apapun, tapi dia merasakan bahwa tangan dan kakinya diikat. Dia mencoba untuk duduk yang membuat sebuah suara berderit.
Mendengar suara itu, seseorang berjalan mendekat ke arahnya dan Farel pun bisa merasakan hal itu.
Beberapa saat berikutnya dia melihat punggung seseorang dan orang itu tengah memegang sebuah lilin. Farel menunggu orang itu untuk berbalik. Tapi saat dia berbalik dan Farel melihat wajah itu, Farel tampak begitu terkejut.
Setelah melihat bahwa orang itu ternyata adalah Charles yang tampak seperti seseorang yang haus akan darah dirinya, Farel pun merasa ketakutan.
Charles duduk di sebuah kursi yang ada di depan Farel.
"Kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Farel.
Charles tertawa.
"Bukankah ini sudah sangat jelas kenapa aku membawamu kemari? Tentu saja untuk merasakan hal yang sama seperti rasa sakit yang dirasakan oleh saudariku." Ucap Charles.
"Tapi aku tidak mengatakan kepada pria itu untuk melakukan apapun kepada saudarimu. Dia sendiri yang melakukannya dengan tujuannya sendiri. Aku tidak tahu apapun tentang apa yang terjadi kepada Nancy." Ucap Farel.
Charles berteriak kepada Farel.
"Diam lah, aku tidak butuh kau mengatakan semua kebohongan untuk menyelamatkan dirimu sendiri dariku karena aku tidak akan percaya apapun yang kau katakan."
Setelah mengatakan hal itu, Charles mengambil lakban dan menaruhnya di mulut Farel.
Farel ingin sekali bicara, tapi dia tidak bisa melakukannya. Charles pun berbalik dan pergi.
Tapi sebelum pergi dia berkata, "kau akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan saudariku. Dia tidak diberikan air atau makanan. Jadi kau juga tidak akan mendapatkannya. Aku tidak peduli jika kau mati besok."
Farel tidak tahu kenapa. Tapi tiba-tiba bayangan Rachel datang ke dalam pikirannya saat dia memikirkan tentang kabur. Dia mencoba untuk membuka tali dari tangan dan kakinya, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia terus saja berusaha dengan menggeliat seperti seekor cacing. Tiba-tiba sesuatu terasa dari celananya dan dia melihat bahwa itu adalah ponsel yang terjatuh di lantai.
Bersambung....
__ADS_1