Mata Cinta

Mata Cinta
Menyelamatkan Farel


__ADS_3

Farel melihat ke arah Charles dalam kebingungan. Dia tidak mengerti kenapa Charles memberikannya air dan makanan setelah membiarkan dia kelaparan sejak kemarin. Dia begitu bingung jadi dia tidak bergerak sedikit pun.


Charles mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah Farel.


Dia lalu berkata, "jangan khawatir. Makanan dan air itu aman. Hari itu pria itu juga memberikan makanan dan minuman kepada Nancy sebelum menyiksanya."


Farel mengerti bahwa dia tidak punya pilihan lain dan dia pun berkata, "aku akan makan. Tapi aku tidak bisa melakukannya karena tanganku diikat ke belakang."


Charles menjauhkan senjata api itu dan membuka ikatan tangan Farel, kemudian dia kembali mengikat tangan Farel ke arah depan.


Farel memiliki masalah untuk makan dengan tangannya yang terikat. Tapi dia tetap bisa menghabiskan makanannya dan minum. Dia lalu melihat ke arah Charles.


"Jadi sekarang, ayo kita mulai penyiksaan terhadap dirimu. Aku akan menggunakan pisau ini kepadamu. Tapi sebelum itu kau harus mengetahui apa itu neraka."


Setelah mengatakan hal itu, Charles mulai memukuli perut Farel beberapa kali. Farel begitu kesakitan karena dia baru saja selesai makan dan sekarang malah mendapat pukulan di perutnya. Kemudian Charles menendang lutut Farel dengan begitu keras yang membuat Farel pun berteriak kesakitan.


Charles hendak menggunakan pisaunya saat dia merasa bahwa seseorang ada di depan pintu. Dia hendak melakukan sesuatu, tapi pintu ditendang terbuka oleh Daniel dan Liam.


Charles melihat Rachel dan berkata, "aku tidak akan membiarkanmu menyelamatkannya."


Setelah itu Charles mengambil senjatanya dan mengarahkannya ke arah Rachel, kemudian dia menarik pelatuknya.


Rachel hampir saja mendapatkan tembakan saat Liam menariknya dan peluru itu pun mengenai tembok. Rachel, Liam dan Daniel tidak memperlihatkan reaksi apapun karena mereka sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Tapi Nancy begitu ketakutan.


Pertama karena tempat itu seperti sangat menyeramkan bagi dirinya dan yang kedua karena senjata api itu. Dia semakin begitu ketakutan. Tapi dia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri dan bergerak maju mendekat ke arah Charles.


Farel merasa kesakitan dan pandangan matanya buram. Dia hanya bisa melihat bahwa ada empat orang yang datang menyelamatkan dirinya. Ada dua orang laki-laki dan dua orang perempuan. Tapi setelah senjata api terdengar ditembak, dia tidak melihat apapun. Dia langsung kehilangan kesadarannya karena rasa sakit. Kepalanya terasa begitu berputar dan tubuhnya merasa mati rasa karena rasa sakit itu.


Charles tidak mengenali wanita yang mendekat ke arahnya.


Dia dengan dingin berkata, "menjauhlah dan jangan ikut campur dengan urusanku. Aku tahu kenapa Liam dan Daniel membantu dirinya. Tapi aku tidak tahu apa alasanmu. Tapi apapun itu aku tidak peduli."


Daniel merasa begitu terkejut. Namanya hanya diketahui oleh beberapa orang di dunia bawah dan di kehidupan sosial yang normal kebanyakan orang-orang tidak mengenal dirinya.


Dia pun bertanya kepada Charles.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?"


Charles tertawa dan berkata, "aku bisa menjawab hal itu. Aku mengetahui namamu karena aku melihatmu bersama Rachel satu kali dan aku mengikuti dirimu selama dua hari. Aku mungkin tidak tahu namamu tapi SIM yang kau gunakan menggunakan namamu bukan? Dan aku mendapat nomormu dari ponsel Luna."


Daniel begitu terkejut. Dia lupa tentang nomor yang digunakan Luna. Daniel menggunakan nomor itu hanya untuk berhubungan dengan Luna. Dia pun menyadari bahwa dia terlibat dengan situasi yang begitu penting.


Rachel lalu bicara.


"Charles, kau harus tahu identitas salah seorang wanita yang datang bersama kami. Farel bukanlah orang yang melakukan hal itu kepada saudarimu. Pria itulah yang melakukannya."


Charles tidak membiarkan Rachel melanjutkan ucapannya.


"Diam lah, aku tidak mau mendengar ucapan apapun yang keluar dari mulutmu."


Setelah mengatakan hal itu, Charles mengeluarkan sebuah pisau yang dia taruh di atas meja.


Secara tidak sadar dia melakukan hal yang sama yang dilakukan pria itu dengan pisau sebelum menyakiti Nancy.


Nancy sudah gemetar setelah melihat hal itu dia pun berteriak.


Semua orang tampak terkejut. Nancy tampak berlutut dan langsung memeluk lututnya.


"Tidak... tidak... Jangan... Aku tidak mau wajahku dibuat seperti itu lagi. Tidak... aku tidak mau apapun. Maafkan aku... Aku mohon kepadamu biarkan aku pergi ahhhh..." Ucap Nancy ketakutan.


Nancy menangis dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Tiba-tiba dia mematung. Rachel langsung gugup setelah melihat Nancy seperti itu. Dia lantas memerintahkan Liam untuk membawa Nancy pergi.


"Liam, cepat bawa Nancy ke rumah sakit. Ada sebuah rumah sakit yang terdekat di sini. Dan jaraknya hanya 10 menit. Cepatlah." Ucap Nancy.


Liam tidak menyia-nyiakan waktunya dan dengan cepat membawa Nancy dalam gendongannya dan pergi dengan mobil. Dia pun pergi bersama dengan Nancy.


Mata Rachel dipenuhi amarah dia tidak peduli bahwa Charles mempunyai pisau di tangannya. Dia mendekat ke arah Charles dan memegang kerah pakaian yang digunakan Charles dengan paksa dan berteriak padanya.


"Apa yang baru saja kau lakukan? Apakah kau tahu bagaimana sulitnya itu semua bagi Nancy untuk keluar dari traumanya? Dia bahkan sudah melakukan operasi plastik untuk merubah wajahnya. Apakah kau tahu itu sangat sulit baginya? Apa kau tahu itu?" Ucap Rachel.


Charles tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada dirinya. Dia pun juga bicara.

__ADS_1


"Jadi itu semua ada hubungannya denganku? Namanya mungkin saja Nancy. Lalu memangnya kenapa? Siapa yang mengatakan kepadanya untuk datang ke sini? Dia bukanlah saudariku. Jadi aku tidak peduli kepadanya. Kalian semua hanya mengacaukan rencana ku saja." Ucap Charles.


Rachel bahkan jauh lebih marah dan sekarang dia tidak mengatakan apapun dan langsung meninju wajah Charles dengan keras. Hidung Charles pun berdarah. Hal itu membuat Charles murka, dia memegang rambut Rachel dan berteriak.


"Wanita ******! Apa kau pikir kau bisa memukuliku dan aku akan membiarkanmu hidup dengan tenang? Tidak... tidak... akan pernah." Teriak Charles.


Rachel tertawa dengan histeris.


"Lalu memangnya kenapa? Apa kau tahu bahwa wanita yang baru saja pergi tadi itu adalah Nancy saudari kandungmu. Dia sudah merubah wajahnya karena melakukan operasi plastik. Dia tidak mau datang kepadamu karena dia tidak mau kau terluka. Jadi dia memalsukan kematiannya untukmu. Kau tahu kenapa? Kau itu pria brengsek! Dengarlah kepada orang-orang saat mereka bicara. Dia datang kemari untuk mengatakan kebenarannya kepadamu."


Charles melonggarkan pegangannya terhadap Rachel dan melihat ke arah Rachel seolah Rachel hanya bicara omong kosong.


"Kau berbohong bukan? Kau pasti berbohong. Hahaha.... Aku hanya orang bodoh jika mempercayai dirimu. Kau adalah pembohong. Kau benar-benar seorang pembohong." Ucap Charles.


Rachel tidak melihat ke arah Charles lagi, dia hanya mengatakan, "Kau bisa melakukan sebuah tes DNA. Kau juga bisa memilih dokter mana yang akan melakukannya. Maka kau akan melihat apakah aku bohong atau tidak. Daniel ayo bawa Farel bersama kita."


Daniel dan Rahel lalu membawa Farel bersama mereka. Charles tidak menghentikan mereka. Dia benar-benar berpikir keras tentang apa yang baru saja Rachel katakan. Tiba-tiba dia pun berpikir sesuatu.


'Bagaimana jika dia benar-benar saudariku. Maka dia.... dia....?'


Charles tidak bisa melanjutkan pikirannya saat dia melihat mereka bertiga pergi. Dia pun lalu mengikuti mereka ke rumah sakit dengan mobilnya sendiri.


Mereka tiba di rumah sakit secepatnya dan membawa Farel masuk. Semua orang melihat ke arah Rachel, Farel, Daniel dan Charles dengan tatapan mata mereka yang terlihat seperti melihat orang jahat.


Setelah itu Rachel dan Daniel pergi menemui Liam.


Liam tampak berdiri di depan ruang ICU.


Rachel pun bertanya kepada Liam.


"Bagaimana kondisi Nancy?"


Liam menggelengkan kepalanya dan berkata, "tidak baik. Dia benar-benar tengah berada dalam situasi antara hidup dan mati."


Rachel terkejut setelah mendengarkan hal itu. Dia sudah stress sejak kemarin karena sedikit tidur. Daniel menenangkan Rachel dan membawa Rachel menemui dokter. Sementara Liam berdiri di sana, tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi satu orang di dunia ini yang merasa begitu terluka setelah mendengarkan hal itu, dan orang itu adalah Charles.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2