Mata Cinta

Mata Cinta
Kelakuan Luna


__ADS_3

"Keluar dari dalam kamar ini sekarang juga." Ucap pria itu kepada kedua gadis yang berama kan itu dan kemudian dia mendekat ke arah Luna.


Farel melihat setiap adegan itu dengan merasa begitu marah. Dia percaya diri pada awalnya. Dia berpikir bahwa Luna masuk ke dalam kamar yang lainnya. Tapi kemudian dia melihat bahwa Luna hendak bergerak. Jadi dia berpikir bahwa Luna mungkin saja malu karena melihat lelaki itu dengan para wanitanya tadi karena dia tidak menyangka untuk melihat hal itu saat dia masuk ke dalam kamar itu. Tapi yang membuat Farel terkejut adalah saat Luna mengatakan sesuatu yang membuat Farel membelalakkan matanya.


Mata Farel tampak menghitam melihat adegan itu. Tapi apa yang dia lihat setelah itu membuat dia bahkan jauh lebih kecewa setelah kejadian itu.


Farel bersumpah bahwa dia tidak akan pernah menyentuh Luna lagi. Dia selama ini mencintai Luna karena Luna selalu bersama dengannya selama ini. Tapi semua itu tidak berarti bahwa dia bisa melihat setiap tindakan dan sikap Luna yang seperti itu.


Setelah para gadis itu pergi, Luna menaruh tasnya di atas meja yang berada di sudut ruangan. Dia lalu menghidupkan lampu dalam ruangan itu. Pria yang ada di kamar itu berdiri sedikit lebih jauh dari dirinya, jadi dia pun menjelaskan semuanya.


"Aku tidak suka cahaya yang remang-remang semuanya gelap saat kehadiran orang lain dan tidak ada cahaya yang lainnya."

__ADS_1


Pria itu pun mengerti apa yang dimaksudkan oleh Luna.


Maksud Luna adalah dia bekerja di dalam gelap sementara dia menyukai dirinya sendiri saat terlihat di cahaya.


Bukan hanya pria itu tapi Farel juga mengerti maksud dari balik kata-kata yang diucapkan Luna.


Farel tampak mengepalkan tangannya dan apa yang dia lihat setelah itu membuat dia merasa jijik terhadap Luna. Tapi bahkan setelah semua itu, dia tidak mau untuk membuka rahasia Luna karena dia mau untuk melihat apa yang Luna inginkan dan trik apa yang sudah dilakukan Luna karena setelah melihat semua itu dia bersumpah bahwa dia tidak akan membiarkan rencana Luna berhasil.


Luna dan pria itu pun menyelesaikan bisnis mereka berdua dengan cepat. Mereka bahkan tidak membutuhkan waktu 1 jam karena pria itu sudah kelelahan dengan cepat, dikarenakan faktor usianya. Setelah mereka selesai, Luna lalu kembali mengenakan pakaiannya dan hendak pergi. Tapi sebelum dia pergi, dia pun berkata kepada pria itu.


"Jika bukan untuk kesepakatan hari ini, aku akan berpikir bahwa kau adalah pria yang impoten Tuan Klien." Ucap Luna.

__ADS_1


Luna bahkan tidak peduli untuk mengetahui nama dari pria yang beradegan panas bersamanya beberapa menit yang lalu.


Sementara di tempat Farel, dia sama sekali tidak mau melihat adegan di hadapannya lebih lama lagi. Setelah apa yang Luna katakan tentang di mana cahaya dihidupkan. Farel tahu betul dan mengerti apa yang akan mereka lakukan setelah hal itu.


Jadi Farel memutuskan untuk segera mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Dia tiba di sebuah rumah, di mana Luna juga selama ini tinggal disana bersama dirinya. Farel berpikir untuk menunggu Luna disana, jadi dia bisa bertanya kepada Luna ke mana saja Luna pergi.


Tapi karena rasa penasarannya, Farel kembali membuka laptopnya yang masih tersambung dengan kamera itu lagi. Dia pun memundurkan waktu pada video itu dan berhenti di saat Luna tampak hendak pergi. Farel begitu terkejut melihat Luna yang bahkan tidak tahu nama dari pria yang sudah berbagi tempat tidur bersamanya itu. Tapi kemudian Farel melihat bahwa Luna kembali pergi ke arah Daniel duduk.


Rasa penasarannya tidak membiarkan diri Farel untuk berhenti mematai mereka berdua. Mereka berdua tampak mengobrol seperti biasanya pada awalnya, tapi apa yang Daniel katakan kepada Luna membuat Farel tidak bisa bergerak beberapa menit berikutnya. Dia benar-benar mematung. Dia bahkan tidak berani untuk bernapas setelah mendengarkan apa yang Daniel katakan kepada Luna.


Farel benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang didengar oleh telinganya itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2