
Pintu ruangan Nancy terbuka dan tampak sosok Ferry yang masuk ke dalam ruangan itu. Dia tidak langsung melihat ke arah Nancy dan malah langsung bicara dengan Rachel.
"Kau pergilah makan siang. Aku yang akan menemani Nancy sekarang." Ucap Ferry.
Rachel tidak mengatakan apapun dan dengan cepat pergi.
Ferry lalu menatap ke arah Nancy dan saat itulah dia menyadari bahwa mata Nancy terbuka dan tengah menatap ke arahnya.
Ferry tampak begitu terkejut. Dia berpikir bahwa dia tengah bermimpi. Jadi dia dengan cepat berlari keluar ruangan itu dan langsung menutup pintunya. Nancy tampak bingung melihat tindakan Ferry yang seperti itu.
Setelah itu Ferry dengan cepat kembali masuk lagi dan melihat ke arah Nancy.
Dia pun berkata, "apakah aku bermimpi atau kau memang sudah bangun?"
"Mendekat lah padaku?" Ucap Nancy.
Ferry lalu mendekat ke arah Nancy.
Setelah itu, Nancy langsung memegang tangan Ferry dan mencubit lengannya itu. Ferry langsung menarik tangannya dan meringis kesakitan.
"Ah itu sakit." Ucap Ferry.
Nancy tertawa kecil dan berkata, "jadi sekarang kau percaya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi?"
Ferry menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Nancy dengan mata yang berair. Dia benar-benar begitu bahagia setelah melihat bahwa Nancy sudah baik-baik saja. Dia tidak mau mengacaukan momen ini dengan mengatakan apapun. Jadi dia langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk Nancy. Nancy pun membalas pelukan Ferry. Mereka berdua benar-benar merasa bahagia.
Sementara itu saat Rachel keluar untuk makan siang, dia melihat bahwa Charles hendak pergi ke ruangan Nancy. Rachel tidak mau mengacaukan pertemuan kebahagiaan antara Nancy dan Ferry, jadi dia pun memanggil Charles.
"Charles...." Teriak Rachel.
Charles berhenti dan berbalik untuk menatap ke arah Rachel. Setelah itu, Rachel pun mendekat ke arah Charles dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Jangan terburu-buru. Nancy sudah bangun sekarang. Ferry tengah menghabiskan waktu dengannya. Jadi jangan mengganggu mereka. Kau bisa masuk nanti, setelah beberapa saat." Ucap Rachel.
Charles tidak bisa mengontrol kebahagiaannya setelah mendengarkan bahwa Nancy saudari kembarnya itu sudah bangun. Tapi dia tetap berusaha untuk menahan dirinya sendiri. Dia tidak mau mengacaukan kebahagiaan Nancy dan Ferry. Dia sebenarnya tidak sabar untuk bertemu dengan Nancy. Tapi dia tetap mencoba untuk menunggu, karena hnya dengan menunggu, dia bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk saudari kembarnya itu dengan cintanya.
...****************...
__ADS_1
Setelah beberapa hari, Nancy akhirnya keluar dari dalam rumah sakit. Charles sudah meminta maaf kepada Nancy secara terus-menerus bahkan setelah Nancy sudah memaafkannya.
Hari ini mereka begitu bahagia karena akan ada seseorang yang datang dari luar negeri. Charles dan Ferry tidak mengenal siapa orang itu. Tapi keempat orang lainnya, Rachel, Liam Nancy dan Daniel mengenal orang itu.
Rachel pergi ke bandara untuk menjemput orang itu.
Orang itu berada di bawah pengawasan salah seorang sahabat Rachel saat dia berada di luar negeri. Tapi sekarang dia sudah kembali.
Rachel pergi ke bandara untuk menjemputnya. Pesawat seharusnya sudah mendarat pukul 12.35 dan orang itu pasti sudah keluar dari bandara pukul 12.40.
Rachel tengah menunggu kedatangan orang itu saat tiba-tiba seseorang datang dan memeluknya dari belakang. Rachel berbalik dan melihat bahwa orang yang ditunggunya itu sudah keluar dari dalam bandara.
"Jadi Max, kau akhirnya sudah ada di sini." Ucap Rachel.
Max merupakan seorang remaja laki-laki yang baru berusia 13 tahun sekarang.
"Jadi, apakah Mama merindukan aku?" Balas Max bertanya.
Rachel memeluk Max dan berkata, "iya, aku dan adikmu sangat merindukanmu."
Saat Max mendengar tentang Alex, matanya tampak berbinar seperti bintang yang bersinar terang malam hari. Max lalu dengan cepat memegang tangan Rachel dan menarik Rachel untuk segera keluar dari dalam bandara. Dia dengan cepat melihat ke arah mobil Rachel dan masuk ke dalamnya.
Rachel tertawa kecil dan kemudian mengendarai mobilnya keluar dari area bandara.
Max tahu tentang Rachel dan Farel. Dia tahu semua apa yang sudah terjadi kepada Farel dan semua masa lalu mereka sejak kecil sampai hari ini. Saat memikirkan untuk bertemu dengan Alex, adik kecilnya, Max pun berpikir.
'Hmmmm pria bernama Farel itu... Aku tidak akan pernah membiarkannya mendekat pada Mama ku yang cantik dengan mudah. Dia sudah menyakiti Mama, jadi dia perlu membayarnya mahal.'
Rachel tidak menyadari apa yang ada di dalam pikiran Max itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Tentang Rachel dan Max...
Max berusia 7 tahun saat dia pertama kali bertemu dengan Rachel. Mereka berdua diculik oleh sindikat perdagangan manusia. Max diculik dan saat itu Rachel mencoba untuk menyelamatkannya. Tapi sayangnya Rachel juga tertangkap oleh orang jahat itu. Max tetap tersadar tapi Rachel dipukuli hingga membuatnya pingsan.
Rachel pun terbangun setelah beberapa jam. Saat melihat Rachel bangun, Max pun bertanya kepadanya
"Kenapa kau mencoba untuk menyelamatkan aku? Kau bahkan tidak mengenal aku." Ucap Max.
Rachel tersenyum dan berkata, "aku menyelamatkanmu karena aku ingin melakukannya. Aku mungkin tidak mengenalmu sekarang, tapi tidak akan butuh waktu lama bagiku untuk mengenalmu." Balas Rachel ramah.
Max merasa hatinya menghangat . Sejak lahir, dia tidak pernah merasakan cinta dari orang tua. Kedua orang tuanya selalu sibuk dengan dunia mereka. Mama kandung Max sudah meninggal saat melahirkan dirinya dan Mama tirinya tidak peduli terhadapnya. Begitu juga dengan Papa kandungnya sendiri. Max memiliki saudari tiri yang selalu membully dirinya.
Jadi dia pun kabur dari rumah dan secara tidak sengaja ditangkap oleh orang-orang jahat yang terlibat dalam perdagangan manusia itu.
Max hendak menangis tapi dia mengontrol dirinya sendiri. Dia pun berkata Rachel.
"Bisakah.... bisakah... Aku memanggilmu Mama? Aku tidak pernah punya seseorang yang peduli kepadaku. Kau adalah orang pertama yang melakukannya. Kau rasanya seperti seorang Mama yang seharusnya aku dapatkan jika saja dia masih hidup." Ucap Max.
Rachel merasa tersentuh mendengar ucapan Max.
Dia pun berkata, "kau bisa memanggil aku apapun yang kau suka."
Max lalu menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba Max terlihat mengingat sesuatu.
"Jika kita berdua terjebak di sini, maka siapa yang akan menyelamatkan kita?" Tanya Max dengan gugup.
Rachel tampak sedikit terkejut. Dia pun menyadari bahwa anak kecil di depannya ini selain pintar dia juga bersikap lebih dewasa dibandingkan dari usianya.
Rachel pun berkata, "jangan khawatir. Aku punya pelacak di kalungku. Saudaraku pasti akan menemukan kita dengan mudah. Kita berdua akan keluar dari sini kurang dari beberapa jam." Ucap Rachel.
Max tampak ragu, tapi dia tidak mengatakan apapun.
Benar saja, setelah beberapa jam Liam memang datang dan menyelamatkan mereka. Sementara, orang-orang jahat itu ditangkap oleh Polisi.
Setelah kejadian itu, Rachel dan Liam pun mengadopsi Max sebagai adik mereka. Tapi dia tetap memanggil Rachel dengan sebutan 'Mama.'
__ADS_1
Rachel lalu mengirim Max ke luar negeri untuk belajar. Tapi sekarang Max merindukan dirinya dan ingin kembali, jadi Rachel pun memindahkan Max di sebuah sekolah yang ada di kota ini.
Bersambung....