Mata Cinta

Mata Cinta
Tak Pantas Untuk Rachel


__ADS_3

Mereka bertiga tahu jika Rachel mengetahui hal ini, dia pasti akan sedih. Jadi mereka mau tetap diam akan hal ini. Tapi mereka tidak menyadari bahwa Rachel terbangun dari tempat tidur rumah sakit dan mendekat ke arah mereka.


Mereka semua pun mendengar suara Rachel.


"Jadi kalian bertiga sekarang berpikir bahwa kalian tidak akan mengatakan bahwa kalian sudah merusak janji yang kalian buat untukku dan aku benar-benar terkejut melihat Tuan Farel mengikuti kita saat kita tidak memiliki hubungan apapun lagi." Ucap Rachel.


Mereka berempat melihat ke arah Rachel. Max, Liam dan Erlan tampak sedih. Mereka tahu bahwa Rachel akan memaafkan mereka karena tidak bisa menepati janji yang mereka buat dengannya. Tapi mereka begitu sedih karena Rachel tetap menyimpan perasaannya di dalam dirinya.


Di sisi lain, Farel merasa bersalah. Dia tidak tahu perasaan seperti apa yang dia rasakan sekarang dan yang paling penting dia tidak tahu bagaimana untuk berhadapan dengan Rachel.


Farel tidak tahu harus mengatakan apapun. Jadi dia tetap diam. Melihat semua orang diam, Rachel mulai bicara lagi.


"Aku rasa Tuan Farel bisa kembali dan Liam, ayo kita pergi dari sini. Dokter Will sudah melakukan pemeriksaan terhadapku dan mengatakan aku bisa kembali ke rumah. Erlan ikutlah bersama kami jika kau mau."


Erlan lalu melihat ke arah Farel dan berkata, "aku akan menemanimu Rachel."


Beberapa saat kemudian Rachel mengambil tasnya dari dalam ruangan itu dan keluar. Tidak ada seorangpun yang mengatakan apapun kepada Farel. Mereka berempat meninggalkan tempat itu. Sementara Farel tetap berdiri di sana seperti sebongkah batu dan di saat itu Dokter Will mendekat ke arahnya.


"Tuan Farel, aku tahu apa yang kau lakukan kepadanya dan Alex. Dan aku rasa kau memang harus menyesali semua itu dan mencoba untuk melakukan sesuatu tentang masa lalu mu itu."


Dokter Will tidak langsung mengatakan bahwa dia mau Farel mengejar Rachel, bahkan walau dia membenci Farel. Tapi dia tahu Rachel sangat mencintai Farel. Rachel mungkin tidak menunjukkan semua itu. Tapi Rachel tetap mencintai Farel. Rachel hanya bersikap dingin di hadapan Farel karena dia tidak bisa menerima luka yang diberikan Farel kepadanya dan juga Alex.


Dokter Will ingin Rachel hidup bahagia lagi. Jadi dia mendukung Farel untuk tidak membiarkan Rachel pergi dari hidupnya. Farel mengerti apa yang dimaksudkan oleh perkataan Dokter Will tapi dia tidak bisa mengerti siapa Alex itu. Dia memiliki banyak pertanyaan di dalam kepalanya dan mengenai jawabannya, tidak dia temukan sama sekali.

__ADS_1


"Apakah aku ini pantas untuknya? Tidak bukan?" Ucap Farel.


Dokter Will melihat kepadanya dan berkata, "kau memang sangat tidak pantas untuk Rachel. Dia jauh lebih pantas menerima orang lain yang bahkan jauh lebih baik darimu. Tapi apa yang bisa dilakukan. Dia mencintaimu dan bagaimanapun dia masih mencintaimu. Jadi aku rasa tidak ada orang lain dibandingkan dirimu yang bisa memberikan kebahagiaan yang pantas dia terima. Tapi bahkan setelah itu, kau tetaplah menjadi pria badjingan yang sudah menyakiti dia. Bagaimanapun masa lalu tidak bisa dihapus begitu saja." Ucap Dokter Will.


Setelah mengatakan hal itu, Dokter Will meninggalkan Farel di sana. Farel kembali ke mobilnya dan berkendara menuju rumahnya. Dia tidak mau pergi ke rumah orang tuanya, jadi dia pergi ke rumah di mana Rachel pernah tinggal bersamanya saat pernikahan mereka.


Farel pergi ke kamar di mana yang seharusnya menjadi kamar mereka. Kamar itu tampak kosong. Kamar itu membawa semua memori bagaimana dia membunuh Luna. Kemudian memori saat itu kembali, saat bagaimana dia menyakiti Rachel. Dia lalu berbaring di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamar. Pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan.


Kenapa dia tidak percaya dan menganggap ucapan Rachel sebagai bukti? Kenapa dia tidak memperlakukan Rachel dengan baik dan malah memperlakukan dirinya dengan begitu kejam? Kenapa dia membenci hal itu saat Rachel sudah dekat dengan beberapa pria lainnya. Sekarang semua itu terlihat kembali lagi, tapi dia selalu tetap menyakiti Rachel kapanpun dia mendengar Rachel bertemu dengan Liam.


Dia tahu sekarang dan juga mengerti tentang rasa yang ada di dalam dirinya itu semua bukan apapun selain kecemburuan . Dia tidak peduli jika Luna dekat dengan pria mana pun. Dia hanya punya satu pikiran bahwa dia tidak pantas untuk Rachel. Tapi dia tetap saja egois untuk cintanya itu.


Siapa yang tidak menjadi egois untuk cinta?


Semua orang melakukannya dan Farel tidak mau membiarkan Rachel sedih lagi. Bahkan jika itu berarti dia harus menjaga Rachel dengan secara rahasia. Dia akan melakukannya, tapi dia akan mencoba untuk mengejar Rachel sebelum semuanya terlambat. Dia akan mencoba untuk membawa Rachel kembali lagi ke dalam hidupnya.


...----------------...


Dia pun berkata, "aku masih mencintaimu Farel. Tapi aku tidak bisa menerima apa yang kau lakukan kepada Alex. Aku tahu kau tidak mengetahui bahwa aku tengah mengandung Alex saat itu. Tapi tetap saja aku tidak bisa menahan diriku. Aku sebenarnya tidak membencimu karena menusukku saat itu. Kau bahkan tidak tahu kehadiran putramu ini. Jadi aku bisa mengerti.


Kau bisa melukai aku. Aku tidak menyalahkan mu. Aku menyalahkan diriku sendiri atas rasa sakit yang aku alami di tempat itu. Semua itu adalah salahku bahwa Alex berada dalam bahaya. Tapi alasannya kenapa aku tidak bisa menerimamu, itu karena kau bahkan tidak bisa percaya kepadaku." Ucap Rachel panjang lebar.


Rachel kemudian tertawa.

__ADS_1


"Aku tahu cinta itu buta. Jadi kau percaya kepada Luna dengan begitu buta. Tapi aku tidak begitu baik untuk mengerti dirimu dan memaafkan dirimu. Bahkan jika kau perlu untuk mengerti dan mengambil tindakan lainnya. Sebuah hubungan bekerja saat kedua sisi saling mengerti satu sama lain dan bukan satu sisi saja.'


...----------------...


Di tempat lain Farel tengah berbaring di atas tempat tidurnya. Dia mendengar suara bising dari dapur. Dia bangun dan pergi ke sana dan melihat ternyata sosok Mamanya tengah mencari sesuatu.


"Apa yang Mama cari?" Tanya Farel.


Mama Farel begitu terkejut lalu menghela nafas karena melihat itu adalah Farel.


"Mama sudah meminta Rachel untuk menyimpan sesuatu di sini sebelum beberapa bulan yang lalu. Tapi Mama lupa tentang itu dan Mama datang kemari untuk mengambil itu untuk Papamu." Ucap Sang Mama.


Hati Farel terasa terluka mendengar nama Rachel disebut. Air matanya mulai kembali turun ke pipinya. Melihat Farel seperti itu, Mamanya pun bertanya kepada Farel.


"Kenapa kau menangis Farel? Apa yang terjadi?"


Farel melihat ke arah Mamanya dan berkata, "aku mengacaukan semuanya Ma."


Setelah itu Farel menjelaskan semua yang terjadi. Mamanya melihat ke arah Farel dan mengusap kepalanya.


"Bahkan Mama akan mengatakan bahwa kau memang tidak pantas untuk Rachel. Tapi Mama rasa dia butuh permintaan maaf darimu setidaknya dan Mama tidak mau melihatmu merasa terluka. Jadi Mama mau kau juga bahagia . Kau perlu untuk menebus dosa mu Farel hanya dengan begitu kau bisa berada di sisinya. Tapi ingatlah bahkan walau kau melakukannya, kau tetap tidak pantas untuknya. Hanya itulah yang bisa Mama katakan kepadamu."


Farel menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


'Aku akan berusaha menebus dosaku yang aku lakukan kepada Rachel. Bahkan jika dia tidak mau menerima aku, aku akan menjaga dia selamanya. Aku tidak akan membiarkan orang menyakitinya lagi. Ini adalah janjiku kepadanya dan aku akan tetap menjaga janji ini sampai aku mati.' ucap Farel dalam hati.


Bersambung....


__ADS_2