
Hari berikutnya Farel pergi ke tempat biasa dia bertemu dengan sahabatnya, Mark. Dia pun menunggu kedatangan Mark untuk tiba di sana.
Beberapa saat kemudian, Mark pun datang dan mereka berdua mulai mengobrol seperti biasanya.
"Aku mau melihat foto, file, pesan, daftar kontak, video dan semua yang ada di dalam ponselnya." Ucap Farel.
Farel lalu memberikan Mark informasi yang di butuhkan Mark untuk bisa menyadap ponsel Luna. Mark membutuhkan beberapa waktu untuk menyadap ponsel Luna yang memiliki kode perlindungan di ponselnya dan itu semua cukup sulit untuk di rusak Mark. Farel tengah menunggu dengan tidak sabar seraya terus melihat ke arah Mark.
Mark akhirnya menghadapkan bisa laptopnya ke arah Farel dan menunjukkan kepada Farel tentang informasi yang dia dapatkan dari ponsel Luna.
Tidak ada hal yang mencurigakan dalam ponsel Luna mengenai apapun itu atau pesan apapun itu, kecuali sebuah video dari sebuah nomor yang tidak diketahui. Farel lalu mengklik video itu dan video itu pun mulai dimainkan. Saat dia melihat video itu, matanya membelalak karena tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat.
Farel tahu benar milik siapa mobil yang ada di dalam video itu. Tapi dia berusaha menahan rasa takut di dalam hatinya dan kemudian menscroll galeri ponsel Luna. Di sana dia menemukan sebuah foto seseorang gadis gendut dan jelek. Farel tidak terlalu mengerti tentang foto itu. Dia juga berpikir kenapa Luna menyimpan foto dari gadis lain di dalam ponselnya. Namun dia merasa bahwa dia seolah mengenal gadis itu. Tapi dia tidak bisa mengingat siapa gadis itu sebenarnya.
Farel lalu mengirim foto dari laptop Mark itu ke ponselnya sendiri dan terus mencari apapun yang ada di dalam ponsel Luna. Ada banyak sekali file dan dokumen yang disimpan Luna dalam ponselnya dan itu mungkin membutuhkan waktu 5 jam bagi Farel untuk bisa melihat semuanya.
Jadi dia pun berkata kepada Mark, "kirim kan semuanya kepadaku agar aku bisa lebih leluasa melihat semuanya."
"Tentu saja." Ucap Mark setuju.
Setelah itu Mark pun melakukan apa yang dikatakan Farel. Setelah itu mereka berdua pun kemudian mengobrol bersama beberapa saat sebelum pergi.
Beberapa saat kemudian, Farel tiba di rumahnya dan dia pun makan malam. Dia begitu bahagia duduk di meja yang sama dengan kedua orang tuanya dan makan malam dengan mereka dengan perasaan damai. Kemarin sebelum dia datang ke rumah orang tuanya, dia tidak makan malam. Jadi hari ini adalah pertama kalinya setelah bertahun-tahun Mike akhirnya bisa berbagi meja yang sama dengan orang tuanya.
Orang tuanya menyajikan makanan di atas piring milik Farel. Makanan yang disiapkan hari ini, semuanya adalah makanan favorit Farel.
__ADS_1
Farel merasa begitu bahagia. Dia bicara dengan kedua orang tuanya selama beberapa menit sebelum mereka pun akhirnya tertidur
Malam ini Farel mengalami malam yang begitu damai dalam hidupnya.
Hari berikutnya Farel membuka sebuah file dari ponsel Luna. Dia begitu terkejut melihat isi dari file itu. File itu memiliki banyak dokumen penting dari perusahaan miliknya dan jika Farel kehilangan salah satu dari dokumen itu, bisa saja menghancurkan semuanya. Dia tidak menyangka bahwa Luna bisa memiliki semua file itu.
Farel benar-benar terdiam beberapa saat. Dia tidak memeriksa lagi hal lainnya dari ponsel Luna, tapi dia hanya terus berpikir bagaimana caranya agar dia bisa untuk menyelamatkan perusahaannya.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Dia berpikir untuk membuka sebuah perusahaan baru dengan nama yang berbeda.
Membangun sebuah perusahaan baru dan membuatnya untuk berada di posisi yang seperti saat ini adalah hal yang cukup sulit untuk di lakukan Farel. Tapi dia tidak punya pilihan lain selain melakukan hal itu.
Selama 2 minggu berikutnya dia bekerja siang dan malam untuk menyelamatkan perusahaannya dan untuk membuat sebuah perusahaan yang baru di waktu yang bersamaan. Dia bahkan tidak memperhatikan Luna lagi, kecuali untuk beberapa panggilan telepon dari Luna. Setelah pekerjaan yang begitu menyita waktunya, akhirnya perusahaannya sudah stabil dan dia bisa sedikit bersantai. Tapi apa yang membuatnya kesal adalah tidak ada perusahaan yang mau bekerjasama dengan perusahaan barunya, di mana perusahaan lamanya bisa dengan mudah untuk mengatur jadwal pertemuan dengan para kliennya.
Lebih dari 2 minggu berlalu, dan Farel terus tidak terlalu menghiraukan Luna. Selama dua minggu belakangan dia terus saja mengurus perusahaannya.
Setelah malam di Night Light itu, Luna tidak bertemu siapapun kecuali Nona Muda dari keluarga Beatrix. Farel sudah sering mendengar obrolan mereka tapi dia tidak mendapatkan sesuatu yang penting dari obrolan mereka berdua.
Tapi suatu hari Luna mendapat sebuah panggilan telpon dan dia pun bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Farel melihat lokasi ke mana Luna akan pergi. Dia masih terus mengintai Luna untuk melihat siapa saja orang yang tengah ditemui oleh Luna.
Beberapa menit berlalu, dan tetap tidak ada orang di sana. Farel mulai tidak sabar. Kemudian seorang pria mendekat ke arah Luna dengan senyuman lebar di wajahnya.
Farel begitu terkejut melihat pria itu, dia pun berpikir dalam hati.
__ADS_1
'Bukankah dia sudah mati?'
Farel merasa takut karena jika pria itu masih hidup dan ada di balik semua yang terjadi pada dirinya, maka Farel harus berhati-hati. Pria itu tampak memeluk Luna dan mereka berdua pun berlalu pergi menuju mobil lainnya. Mereka berdua tampak tenang, tapi Farel begitu bingung melihat mereka bisa bersama.
...----------------...
Daniel dan Rachel tengah sibuk dengan melakukan pekerjaan mereka. Mereka berencana untuk mengikuti Luna. Jadi mereka berkata kepada Liam untuk melihat apa yang tengah dilakukan Luna. Liam pun mengikuti Luna selama 1 bulan terakhir. Hasilnya sama seperti yang didapatkan Farel untuk 2 minggu belakangan. Tapi setelah hari itu, Liam pun mengetahui sesuatu.
Hari itu Luna tidak membawa tas apapun atau juga membawa mobilnya. Luba meninggalkan rumah dan menunggu seseorang. Sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan Luna dan Luna pun langsung masuk ke dalam mobil itu.
Liam mencoba untuk melihat dengan siapa Luna pergi. Liam pun tampak terkejut setelah melihat orang yang ditemui Luna.
'Bukankah dia sudah mati?' pikir Liam.
Liam mengambil kameranya dan mengambil gambar Luna dan pria itu. Dia pun mengikuti mereka. Luna dan pria itu tampak masuk ke dalam sebuah villa pribadi. Liam melihat mereka berdua masuk ke dalam rumah itu. Lalu dia pun pergi tapi sebelumnya, dia sudah menugaskan seseorang dari anak buahnya untuk tetap mengikuti Luna dibandingkan dengan mengikuti pria itu.
Liam tiba di perusahaan dan langsung menuju ruangan Rachel dengan cepat. Dia begitu terburu-buru, Rachel pun melihat ke arahnya.
"Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kau begitu terburu-buru? Apa ada sesuatu?" Tanya Rachel.
"Dia.... Dia... Dia masih hidup. Dia benar-benar masih hidup, sial sekali." Ucap Liam pada Rachel.
Rachel langsung merasakan hal yang tidak nyaman di dalam hatinya.
"Siapa yang kau maksud dengan dia itu?" Tanya Rachel.
__ADS_1
Bersambung....