Mata Cinta

Mata Cinta
Memperingatkan Farel


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dan Luna kembali pergi ke perusahaan Farel. Dia berada di bawah perintah Charles yang ingin Farel untuk menandatangani sebuah dokumen tentang perusahaannya.


Jika Farel bisa menandatangani dokumen itu, maka perusahaannya akan berada di bawah nama Luna. Tapi semua yang dilakukan Luna untuk membuat Farel menandatangani dokumen itu sangat sulit untuk dilakukannya dan hari ini rencananya juga tidak berjalan baik.


Farel kembali pulang ke rumah dan kali ini Daniel sudah mengirimkan sebuah surat kepadanya. Daniel menekan bel pintu rumah dan meninggalkan sebuah kota kecil di depan rumah mereka. Untungnya Farel adalah orang yang membuka pintu dan melihat kotak itu dengan tulisan namanya di atas kotak itu dan mengatakan untuk membukanya sendiri.


"Siapa yang datang di jam seperti ini Nak?" Tanya Mama Farel.


"Tidak ada Ma. Aku akan naik ke lantai atas, jangan memanggilku sebelum makan malam siap." Balas Farel.


Setelah itu dia pun langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Farel langsung menutup pintu kamarnya dan duduk di atas tempat tidur. Dia lalu membuka kotak itu dan menemukan sebuah ponsel dan sebuah surat. Dia lebih dulu membuka surat itu dan membacanya.


'Berhati-hatilah terhadap orang yang paling kau percaya. Itu semua tidak berarti sesuatu tidak bisa tertulis di dalam surat ini. Pergilah ke cafe LoveLight kapanpun. Tanya saja kepada staf tentang seseorang yang berhubungan dengan sebuah kecelakaan. Maka kau akan menerima sebuah rekaman dan pergi lah setelah kau mendapatkannya.'


Farel menjadi begitu penasaran terhadap isi surat itu. Dia kemudian menghidupkan ponsel itu saat dia mencari di dalam ponsel itu dia hanya menemukan ada beberapa foto dan rekaman di sana. Dia pun lebih dulu memainkan rekaman itu dan suara pun terdengar.


Rachel yang mengirimkan obrolan antara Luna dan Charles di restoran waktu itu kepada Daniel.


Farel terdiam mendengarkan pembicaraan itu. Dia tidak pernah menyangka seseorang juga mengikuti mereka selain dirinya.


Dia pun lantas berpikir.

__ADS_1


'Kelihatannya bukan hanya diriku yang mengikuti mereka.'


Farel lalu melihat layar ponsel itu di mana ada terdapat gambar dan di sana dia melihat foto Charles dan Luna.


Di gambar terakhir ada tertulis sebuah tulisan di sudut gambar itu. Gambar itu hanyalah foto Charles sendiri.


Di sudutnya tertulis, (Saudara kembarnya belum meninggal. Kami ada bersamamu jadi beristirahatlah.)


Pikiran Farel mulai memikirkan tentang kematian Nancy yang hanya diketahui oleh mereka berempat dan polisi pun tidak mengetahui hal itu. Mereka berempat adalah dirinya sendiri, Charles Nancy dan Rachel.


Dia lalu menghubungkan Rachel dengan orang yang mengirimkannya kotak itu. Tapi dia tidak mendapatkan petunjuk apapun tentang kenapa Rachel harus menginvestigasi tentang mereka dan juga memperingatkan dirinya.


'Apakah ini berarti bahwa Rachel belum meninggal sekarang? Bukankah dia didorong oleh seseorang yang dibayar oleh Luna?'


Farel berpikir bahwa itu semua mungkin dilakukan oleh orang lainnya. Pikirannya pun teralihkan saat Mamanya memanggil dirinya untuk makan malam. Dia pun lalu makan malam dan kemudian tidur.


...----------------...


Hari berikutnya dia bangun dengan sangat awal dan pergi ke perusahaannya. Perusahaannya yang baru, mulai berjalan dengan baik-baik saja dan perusahaan itu bahkan jauh lebih baik dari perusahaannya yang lama. Dia menghandle semuanya dengan bekerja sampai siang.


Setelah itu dia memutuskan untuk pergi ke cafe LoveLight. Dia masuk ke dalam cafe itu dan duduk di sebuah meja. Seorang pelayan datang dan lantas bertanya kepadanya.


"Tuan apa yang ingin anda pesan?" Tanya pelayan itu.

__ADS_1


Farel melihat ke arah pelayan itu dan tidak melihat ada yang ganjal dengan dirinya.


"Aku mau secangkir espresso. Dan aku mencari seseorang yang berhubungan dengan kecelakaan." Ucap


Mendengarkan tentang kecelakaan, wajah pelayan itu langsung berubah.


"Baiklah Tuan, tolong tunggu di sini beberapa menit." Ucap pelayan itu.


Setelah beberapa kemudian, secangkir espresso yang dipesan Farel pun disajikan. Dia tidak melihat ke arah pesanannya itu. Dia fokus menunggu rekaman yang disebutkan dalam surat itu. Tepat saat dia hendak memanggil pelayan itu kembali, matanya melihat ke arah sebuah kartu memori kecil yang berada di samping cangkir espresso itu.


Farel pun mengerti dan dia pun berdiri lalu dengan cepat meminum espresso pesanannya. Kemudian setelah itu dia membayarnya. Dia lalu masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat pulang ke rumah.


Sementara itu di tempat lain, Luna juga akan bertemu dengan Charles lagi. Dia tiba di sebuah restoran yang berbeda dan menunggu kedatangan Charles. Charles pun akhirnya tiba setelah beberapa saat kemudian dan duduk berhadapan dengan Luna.


Charles hendak memulai percakapan dengan Luna saat dia melihat sesuatu berkilau dari dalam tas Luna. Tas Luna berwarna hitam dan sangat sulit untuk menyadari bahwa kamera itu ditaruh oleh Farel di sana. Tapi cahaya gelap dari restoran itu membuat semuanya terlihat jelas. Charles lalu mengambil tas Luna di tangannya dan memeriksanya.


Luna tampak terkejut, tapi dia tidak berani untuk mengatakan apapun. Setelah itu dia melihat Charles mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Charles menemukan sebuah kamera setelah memeriksanya. Dia menjadi begitu marah melihat hal itu. Dia tahu Luna tidak akan melakukan hal itu. Jadi dia menjadi semakin lebih marah mengetahui fakta bahwa rencananya sekarang sudah diketahui oleh orang ketiga.


Dia begitu marah, dan Luna bahkan tidak berani untuk bernafas. Dia merasa begitu bodoh karena sama sekali tidak menyadari bahwa ada kamera di dalam tasnya. Luna pun berpikir, sejak kapan kamera itu ada di dalam tas nya.


Charles di sisi lain ingin menghancurkan orang yang sudah melakukan hal itu.

__ADS_1


'Sekarang kelihatannya rencana Charles akan diubah tanpa diketahui oleh Farel. Jadi, apakah Rachel bisa menyelamatkan Farel atau tidak?'


Bersambung....


__ADS_2