
Erlan terdiam sesaat, kemudian dia pun melanjutkan ceritanya..
"Ada kesalahpahaman di antara mantan suaminya dan saudara dari sahabatnya dan saudara dari sahabatnya itu mencoba untuk membunuh mantan suaminya itu dalam sebuah kecelakaan saat mereka melakukan reuni di sekolah. Tapi Rachel menyelamatkan mantan suaminya itu. Rachel membawanya ke rumah sakit dan setelah itu dokter menginformasikan kepada Rachel bahwa mata dari mantan suaminya itu tidak dapat melihat lagi.
Rachel sangat mencintai pria itu, jadi dia bahkan tidak menolak untuk memberikan mata kanannya begitu saja, meski saat itu kondisinya lemah setelah kecelakaan itu. Tapi dia tetap memaksa untuk mendonasikan matanya. Setelah itu pria itu terbangun dan menyadarkan bahwa dia juga jatuh cinta kepada Rachel hanya dalam waktu beberapa hari saja.
Bodohnya mereka malah membuat sebuah janji dimana Rachel tidak akan pernah mengatakan semua hal itu kepadanya, bahwa dialah orang yang menyelamatkan mantan suaminya itu. Mereka membuat sebuah janji bahwa jika seseorang dari mereka pergi menjauh maka orang lainnya akan menemukan salah satu dari mereka.
Setelah beberapa hari, akhirnya mantan suaminya itu akan membuka perbannya tapi Rachel tidak ada di sana. Mantan suaminya itu tidak tahu bahwa satu hari sebelum itu, Rachel sebenarnya jatuh. Dia dalam kondisi koma dalam waktu 2 bulan.
Rachel pun akhirnya bangun setelah 2 bulan koma. Dia tidak mau pergi saat itu. Dia berencana untuk mengatakan semua perasaannya kepada mantan suaminya di ulang tahunnya itu. Tapi Rachel melihat suaminya itu bersama dengan wanita lain yang berpikir bahwa wanita itulah yang menyelamatkan dirinya.
Setelah banyak hal yang terjadi, orang tua dari mantan suaminya itu memaksa Rachel untuk menikahi anak mereka. Mereka berdua tahu bahwa Rachel yang menyelamatkan putra mereka tapi mereka tidak pernah menanyakan hal itu ataupun mengatakan tentang hal itu kepada putra mereka. Aku tidak tahu kenapa, dan Rachel akhirnya menikahi pria badjingan itu.
Tapi bahkan setelah mereka menikah, pria jahat itu terus menyiksa Rachel selama 6 tahun dan bahkan setelah itu dia dengan kejam menceraikan Rachel. Tidak hanya itu, wanita simpanan dari mantan suaminya itu menyebutkan bahwa Rachel ingin membunuh dirinya dan saat itu Rachel langsung ditusuk dengan begitu brutal oleh mantan suaminya itu dan dia pun harus bertaruh nyawa di rumah sakit.
Sebenarnya Rachel mau menjauh dari mantan suaminya itu. Tapi tetap saja dia harus menyelamatkan mantan suaminya itu dari saudara temannya tapi bahkan setelah itu mantan suaminya tetap tidak berterima kasih kepadanya dan hari ini dia masuk ke rumah sakit lagi karena mendapat masalah di mata kanannya. Jika aku pernah bertemu dengan mantan suaminya itu, aku akan bertanya apa yang sudah Rachel lakukan sehingga dia bisa menikah dengan seorang pria badjingan yang gila seperti mantan suaminya itu."
Farel hanya terdiam. Dia tidak tahu untuk mengatakan apa. Dia tahu bahwa Erlan tidak pernah berbohong dan Erlan bahkan menunjukkan kepadanya tentang laporan medis Rachel. Setelah itu Erlan lalu berdiri.
"Aku akan pergi sekarang. Kau katakan saja kepadaku siapa orang yang akan aku periksa itu dan di mana dia sekarang. Selamat tinggal Farel." Ucap Erlan lalu pergi.
__ADS_1
Farel hanya duduk di sana tidak bergerak sedikitpun.
Farel selama ini selalu memperlakukan Rachel dengan begitu jahat. Dia selalu berpikir bahwa Rachel tidak mau dirinya kembali kepada cinta di masa lalunya itu.
Tapi bagaimana dia bisa melupakan janji yang mereka buat? Kenapa Farel tidak melihat semua petunjuk yang diberikan Rachel? Kenapa dia begitu buta mempercayai bahwa Rachel itu adalah orang jahat? Kenapa?
Farel tidak memiliki jawaban dari semua pertanyaan yang ada dalam kepalanya itu dan dia tidak akan pernah memiliki jawabannya. Dia masih ingin tahu apa yang Erlan akan katakan kepada Rachel. Dia mengusap air mata yang ada di wajahnya dan bergegas menuju ruangan Rachel.
Tiba di ruangan Rachel....
Farel tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak mendengarkan apapun yang mereka bicarakan. Air mata terjatuh ke pipinya, tapi dia tidak mengetahui hal itu. Waktu terus berlalu tapi dia tetap berdiri di luar ruangan Rachel. Dia tidak menyadari saat Erlan selesai bicara dengan mereka semua dan hendak keluar.
Erlan membuka pintu dan melihat Farel. Dia pikir Farel ingin bicara dengannya, jadi Farel mengikuti dirinya dan menunggunya. Erlan memegang pundak Farel dan mengguncang tubuh Farel.
Punggung Farel menghadap ke arah Erlan, jadi Erlan tidak melihat bahwa Farel tengah menangis. Farel dengan cepat mengusap air matanya dan menatap ke arah Erlan. Dia tidak mau membuat Liam dan Rachel mengetahui keberadaannya. Tapi mereka semua yang ada di dalam ruangan Rachel sudah mendengar Erlan yang memanggil nama seseorang dengan sebutan Farel.
Liam pun keluar dari dalam ruangan Rachel dan dia berdiri di pintu, dimana Farel tidak menyadari kehadiran Liam itu.
"Erlan kau datang. Aku punya sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu, kumohon ini penting." Ucap Farel.
Erlan hendak pergi dengan Farel tapi suara Liam menghentikan dirinya.
__ADS_1
"Sungguh suatu kejutan Tuan Farel. Aku tidak menyangka untuk bertemu denganmu di sini. Bolehkah aku bertanya apa yang membawamu kemari?" Tanya Liam.
Erlan juga tidak tahu kenapa Farel ada di rumah sakit itu. Jadi dia juga menunggu apa yang akan dikatakan Farel.
Farel terdiam dan tepat saat itu Max pun ikut keluar.
"Kak Liam, dia mengikuti kita dari pagi tadi saat kita duduk di dalam mobil. Kak Liam dan Mama memang tidak menyadarinya, tapi aku menyadari hal itu." Ucap Max.
"Farel apa hubunganmu dengan Rachel?" Tanya Erlan tampak bingung.
Farel tidak tahu bagaimana caranya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Erlan itu. Dia tahu jika dia menyatakan kebenarannya kepada Erlan, maka dia tidak akan mendapat jawaban dari pertanyaannya lagi. Jadi Farel pun terdiam.
Melihat Farel terdiam, Liam pun bicara.
"Aku tidak tahu bagaimana kau berhubungan dengan pria badjingan ini Erlan, tapi dia adalah mantan suami Rachel. Orang yang bertanggung jawab dengan keadaan Rachel dan juga Alex." Ucap Liam.
Farel benar-benar tidak tahu siapa Alex itu. Dia tidak punya petunjuk akan apapun tentang siapa yang dibicarakan oleh Liam. Sementara itu, setelah mendengarkan ucapan Liam, Erlan tampak begitu terkejut. Dia tidak pernah menyangka bahwa sahabat yang paling dekat dengannya adalah seseorang yang menjadi penyebab yang membuat Rachel selama ini menderita.
Kemudian Erlan mengingat bahwa dia sudah mengatakan kebenarannya kepada Farel dan dia mengutuk dirinya sendiri dari dalam hati.
"Dibandingkan dengan semua orang yang ada di dunia ini, kenapa orang yang menyakiti Rachel harus dirimu. Kau adalah orang yang sudah membuat Rachel menderita dan kau adalah mantan suaminya. Kenapa harus kau?" Ucap Erlan.
__ADS_1
Liam dan Max menatap ke arah Erlan. Erlan hanyalah satu-satunya orang yang memiliki bukti bahwa Rachel membantu Farel dan jika Erlan mengatakan kepada Farel tentang masa lalu Rachel, maka itu berarti mereka tidak bisa menyembunyikan kebenarannya dari Farel lagi.
Bersambung...