
Liam lalu berkata dalam satu nafas.
"Aku bicara tentang dia. Dia itu Charles dan dia masih hidup. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri. Jika kau tidak percaya kepadaku, kau bisa memeriksa foto yang aku ambil ini. Dia memiliki tanda yang sama di tangan kirinya dan dia juga masih memiliki tato yang sama."
Rachel merasa ketakutan.
"Bukankah ini berarti Farel dalam bahaya? Tapi dia tidak tahu kebenarannya bukan? Dia tidak tahu bahwa Nancy masih hidup dan Nancy sudah move on dengan Ferry sekarang." Ucap Rachel panik.
Liam tidak tahu harus mengatakan apa kepada Rachel, dia tampak begitu bingung.
"Tapi kenapa sekarang? Kenapa setelah bertahun-tahun? Kenapa dia tidak datang sebelumnya? Kenapa....? Kenapa? Hanya saja kenapa.... sial..." Ucap Rachel.
Liam tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang diucapkan Rachel. Liam sendiri tidak tahu jawaban dari semua pertanyaan itu dia pun berkata kepada Rachel.
"Rachel, bagaimana menurutmu jika kita mengatakan kepada Nancy untuk menunjukkan wajahnya kepada seluruh dunia dan mengatakan bahwa dia adalah fashion designer terkenal. Maka bukankah itu akan baik-baik saja? Bukankah dia bisa menemukan Nancy dan mengetahui kenyataannya?"
"Apa kau pikir setelah operasi plastik dia akan mengenali Nancy dan dia akan mempercayai kita? Bagaimanapun kita bahkan tidak tahu bagaimana untuk bisa mendekat dengannya. Bahkan jika dia tahu bahwa kita ingin menemui dia, dia akan berpikir bahwa kita adalah musuhnya, karena kita membantu Farel." Balas Rachel.
Liam benar-benar tidak tahu harus berkata apa.
"Tapi kita tidak mau melihat Nancy seperti dulu lagi. Sangat sulit baginya untuk move on dari insiden itu dan jika ini semua diungkit lagi maka aku takut...." Liam tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi.
"Ferry menerima Nancy dengan semua bekas lukanya. Jadi aku tidak berpikir kita harus mengacaukan hidup bahagia mereka dan untuk Charles, kita harus memikirkan sesuatu untuk membiarkan dia mengetahui kebenarannya. Tapi aku merasa bahwa semua ini tidak akan menjadi begitu sederhana." Ucap Rachel.
Rachel tidak mau Nancy untuk bersedih. Mereka berdua pun hanya bisa menghela nafas dan mereka pun pulang ke rumah dengan cepat hari itu.
Di tempat lain....
Luna masuk ke dalam villa bersama dengan pria yang bernama Charles itu. Charles duduk di sofa. Luna pun lantas langsung bertanya kepadanya.
"Jadi kau akhirnya mau menjawab aku. Biarkan aku bertanya padamu. Kenapa kau menyakiti Farel? Apa yang dia lakukan kepadamu dan bagaimana kau tahu bahwa aku menginginkan informasi tentang kematian orang tuaku? Kenapa kau membantuku dan kenapa aku harus mempercayai dirimu?"
Charles pun tertawa.
"Untuk semua pertanyaan itu, aku merasa bahwa aku tidak perlu menjawab sebagian banyak dari semua itu, seperti kenapa aku mau membantumu. Apa yang bisa aku katakan adalah musuh dari musuh mu itu adalah temanku, dan untuk pertanyaan terakhirmu tentang mempercayai aku, itu pertanyaan yang bodoh. Sudah berapa banyak kali kau mempercayai aku dan sekarang kau malah meragukan aku. Bukankah itu terlalu bodoh." Ucap Charles.
__ADS_1
Luna tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Setelah itu mereka berdua, Luna dan Charles mendiskusikan tentang rencana mereka. Beberapa saat kemudian Luna pun meninggalkan rumah Charles setelah 1 jam.
Liam mendapat informasi atas kepergian Luna. Tapi dia tidak tahu kenapa Luna bertemu dengan Charles, yang dia tahu, dia dan Rachel akan mencoba untuk menghentikan mereka melakukan apapun yang akan membuat Nancy bersedih.
Dua minggu kemudian Luna kembali bertemu dengan Charles dan kali ini Farel melihat mereka, Liam juga mengikuti mereka. Kali ini Farel dan Liam akan mengetahui sesuatu tentang mereka berdua. Di mana hal itu bisa membuat Liam, Farel, dan juga Rachel merasa terkejut.
Liam mengikuti mereka sementara Farel melihat mereka melalui kamera. Liam dan Farel melihat mereka berdua berhenti di sebuah restoran mewah Charles dan Luna masuk ke dalam restoran itu dan duduk di meja yang ada di sudut ruangan Liam dengan cepat Mengikuti mereka dan mengambil meja yang berada di dekat dengan mereka.
Ada beberapa orang yang hadir di dalam restoran itu. Kebanyakan orang itu berasal dari orang-orang kaya. Charles dan Luna mau memesan makanan mereka, dan Liam pun melakukan hal yang sama. Sembari menunggu makanan mereka, Liam mencoba berbalik sedikit dan bertingkah seolah dia tengah mencari sesuatu. Dengan cepat dia menaruh sebuah perekam suara di bawah meja mereka dan dengan cepat duduk kembali di mejanya.
Luna dan Charles memang merasa bahwa pria yang ada di dekat mereka itu aneh, tapi mereka tidak mengenali dirinya karena dia mengenakan sebuah kacamata tebal dan jenggot palsu.
Liam lalu mengirim pesan kepada Rachel untuk mendengarkan percakapan antara Luna dan Charles.
Sekarang, ketiga orang itu baik Liam, Rachel dan juga Farel mendengarkan percakapan antara Luna dan Charles. Luna pun bicara lebih dulu.
Ketiga orang yang mendengarkan hal itu tampak terkejut. Farel benar-benar tidak mengerti kenapa dia menjadi orang yang dituduh atas kematian orang tua Luna saat dia sendiri bahkan tidak mengenal orang tua Luna.
Sementara itu bagi Rachel dan Liam potongan kabar itu benar-benar baru bagi mereka. Rachel lantas dengan cepat mengatakan hal itu kepada Daniel dan meminta Daniel untuk mencari tahu tentang kematian orang tua Luna dan menemukan informasi tentang semua itu.
Charles lalu bertanya kepada Luna.
"Lalu apa yang kau lakukan selama bertahun-tahun ini? Apakah kau hanya bermain-main? Setelah kecelakaan yang dialami Farel, aku tidak bisa melepaskan dia begitu saja. Hanya saja aku tidak bisa melakukan apapun. Tapi kau juga tetap tidak bisa melakukan apapun."
Luna tidak tahu harus memberikan alasan apa.
"Iya, itu memang benar. Tapi tunggu dulu, kecelakaan yang mana yang kau bicarakan itu?" Tanya Luna tampak bingung.
Charles berpikir bahwa wanita yang ada di depannya ini sedang bertingkah bodoh atau dia memang benar-benar seorang wanita yang tidak memiliki otak.
Charles mengangkat gelas sampanye miliknya dan membalas ucapan Luna.
"Kecelakaan yang membuat Farel kehilangan penglihatannya. Tapi dia beruntung karena diselamatkan oleh seseorang yang mencintai dia."
__ADS_1
"Ka... Ka... Kau yang menyebabkan kecelakaan itu?" Ucap Luna terkejut.
Charles tersenyum dengan senyuman yang tampak begitu berbahaya di wajahnya.
"Iya, tapi aku tidak berencana untuk menjadi dalang dari kecelakaan itu . Tapi aku berencana untuk membunuh dia hari itu, hanya saja dia masih beruntung."
Rachel, Liam dan Farel begitu terkejut. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Charles akan berhubungan dengan kecelakaan itu. Mereka hanya berpikir bahwa hal itu adalah kecelakaan biasa. Tapi sekarang seseorang mengatakan bahwa kecelakaan itu sebenarnya adalah rencana pembunuhan.
"Ba.... Baiklah, tinggalkan topik itu. Kapan aku akan bisa mengambil perusahaan Farel dari tangannya?" Tanya Luna kepada Charles.
Charles tampak berpikir sebelum menjawab.
"Iya, selama ini kita punya waktu beberapa tahun untuk menyakiti dia. Jadi menunggu lebih lama bukanlah masalah lagi bukan? Biarkan dia mengembangkan perusahaannya sedikit lagi. Jika aset perusahaan dan keuntungannya meningkat, maka hal itu akan berguna bagi kita. Jadi tunggulah beberapa bulan lagi sebelum kita bisa mengambil perusahaan itu darinya."
Luna hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu, tidak ada dari mereka yang bicara. Mereka menyelesaikan makanan mereka dalam diam dan meninggalkan restoran itu, Liam juga mengikuti mereka.
Charles mengantar Luna menuju ke arah mobilnya dan pergi. Luna lalu masuk ke dalam mobilnya dan kembali ke rumahnya dan begitu juga Liam yang langsung kembali ke rumahnya.
Dalam pikiran semua orang hanya ada kata Charles yang terus terngiang.
'Pembunuhan berencana.' itulah yang semua orang pikirkan.
Rachel berpikir jika Liam tidak mengikuti Luna hari ini, maka mereka tidak akan mengetahui semua hal tentang itu. Liam berpikir bahwa jika Rachel tidak ada di sana hari itu, maka tentu saja Farel pasti sudah meninggal sampai saat ini
Sementara itu di tempat lain, Farel masih terus berpikir tentang gadis yang menyelamatkan dia.
Di masa lalu dia berpikir bahwa Luna yang menyelamatkannya. Tapi sekarang dia tahu kenyataannya. Dia pun berpikir tentang identitas dari wanita itu.
Malam itu Farel bermimpi tentang masa kecilnya. Dia memimpikan hari di mana dia dan Rachel bertemu untuk pertama kalinya. Kemudian tiba-tiba sebuah kenangan dari gadis yang menyelamatkan dia muncul dalam mimpinya. Gadis itu mengatakan bahwa dialah orang yang bertemu dengannya di masa kecil mereka. Farel tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"Aku akhirnya mendapat sebuah petunjuk, bagaimana aku bisa menemukan dirimu. Tapi bagaimana aku bisa mengetahui siapa dirimu? Bagaimana aku bisa tahu siapa yang aku temui di masa kecilku? Tapi aku tidak akan pernah menyerah. Aku akan menemukanmu." Ucap Farel pada dirinya sendiri.
Farel benar-benar bertekad penuh.
Tapi kadang-kadang hanya dengan memiliki tekad yang kuat, tidak bisa membantu seseorang untuk menjadi sukses. Mereka juga perlu mempercayai orang lain dan mengerti mereka, di mana hal itu tidak bisa dilakukan oleh Farel.
Bersambung...
__ADS_1