
Daniel begitu terdiam melihat bahwa orang yang bicara dengannya itu adalah Rachel, yang merupakan orang yang memiliki kapasitas yang sama seperti dirinya.
Daniel begitu terkejut dalam beberapa menit. Dia akhirnya bisa menemukan suaranya kembali.
"Ka.... Kau adalah orang itu." Ucap Daniel.
Rachel tersenyum.
"Aku sudah mengatakan bahwa kau tidak mengenali aku sepenuhnya. Sekarang aku tahu kau pasti memiliki beberapa pertanyaan. Jadi kau bisa menanyakan apapun padaku." Ucap Rachel.
Daniel langsung bertanya pada Rachel.
"Tapi tidak ada banyak orang di dunia bawah sebelum beberapa tahun ini. Jadi sangat tidak mungkin bagimu untuk berada di posisi ini. Bagaimana kau bisa menjadi begitu kuat sekarang dan kau bahkan tidak tahu bagaimana caranya bertarung. Bukankah itu sedikit aneh!"
Rachel bernapas perlahan dan kembali menatap ke arah Daniel.
"Iya sebenarnya ucapan mu itu benar. Aku memang tidak bisa mendapatkan posisi ini begitu saja. Jadi aku mendapatkannya karena Papa memberikannya kepadaku. Aku mendapatkan posisi ini sebelum 3 tahun yang lalu dan membutuhkan waktu 4 tahun bagiku untuk bisa membangun peran yang aku punya saat ini dan tentang diriku yang tidak tahu bagaimana caranya bertarung, itu semua hanya sebuah rumor. Memangnya apakah mungkin untuk seseorang bisa bertahan di dunia bawah ini tanpa mengetahui bagaimana caranya untuk bertarung?" Ucap Rachel.
Daniel tampak berpikir beberapa saat sebelum kembali bicara.
"Lalu kenapa kau berada di dunia bawah ini? Apakah ada alasan untukmu melakukan hal ini?" Tanya Daniel.
Rachel pun mengingatkan kepada Daniel.
"Jangan lupa bahwa orang tuaku sudah meninggal. Sebenarnya aku pikir bahwa Mamaku meninggal karena dibunuh, jadi aku tetap berada di dunia berbahaya ini. Tapi sekarang kelihatannya Mamaku meninggal karena kecelakaan itu dan Papaku lah yang meninggal karena dibunuh. Jadi aku butuh menjadi lebih kuat untuk melawan para musuhku dan juga jangan lupa, Papaku berasal dari dunia bawah ini. Jadi sangat tidak mungkin bagi orang biasa untuk membunuh dirinya." Ucap Rachel.
__ADS_1
Daniel menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju atas ucapan Rachel.
Rachel lalu kembali menyesap minumannya.
"Aku akan pergi sekarang. Jangan katakan kepada Liam tentang identitas ku. Dia tidak mengetahui tentang hal ini. Dia hanya tahu bahwa aku adalah seseorang yang berhubungan dengan tempat ini dan tunggulah Luna untuk datang. Kemudian kau butuh untuk mengumpulkan bukti dari dirinya. Aku merasa bahwa dia masih tetap bersama dengan Farel membuatnya merasa tidak mudah karena dia sampai harus berusaha untuk membunuhku sebelumnya. Tapi dia tidak bisa melakukannya, jadi kau berhati-hatilah." Ucap Rachel.
Daniel meyakinkan Rachel bahwa dia akan melakukan semuanya dan setelah itu, Rachel pun pergi.
Rachel keluar dari tempat itu dan melihat bahwa dan Farel masih ada di sana. Dia menjadi begitu penasaran. Jadi dia memutuskan untuk berdiri di dekat mobil Farel, di tempat yang tidak terlihat dan dia lalu melihat ke arah Farel.
Dia melihat bahwa Farel tengah sibuk dengan laptopnya. Jadi Rachel dengan cepat membuka ponselnya untuk terhubung dengan laptop milik Farel.
Sebelumnya saat dia masih menikah dengan Farel, dia sudah menyadap laptop Farel. Jadi sekarang dia masih bisa terhubung dengan laptop itu. Saat dia melihat apa yang sebenarnya sedang Farel lihat di laptopnya, Rachel tampak termenung. Dia tidak pernah menyangka bahwa Farel bisa melakukan hal itu dan bahkan jika Farel sudah mengetahui kenyataannya, sekarang tidak akan ada apapun yang terjadi. Semuanya sudah terlambat bagi Farel.
Rachel merasa ada luka di dalam dadanya yang seolah sudah menusuknya dengan benda yang begitu tajam.
Rachel tidak lagi ingin tetap berada di sana. Dia dengan cepat mengusap air matanya dari wajahnya dan kemudian pergi menuju mobilnya. Saat dia membuka mobilnya, Farel merasa seperti mengenali punggung milik Rachel.
Farel merasa begitu familiar dengan sosok wanita itu, tapi di saat yang bersamaan dia juga merasa bahwa wanita itu tidak familiar.
Farel lalu mengabaikan pikirannya itu dan melanjutkan untuk melihat video yang menunjukkan perbuatan menjijikkan Luna.
Sementara itu, Rachel dengan cepat duduk di dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya pergi. Saat ini, dia hanya berharap untuk memeluk baby Alex di dalam pelukannya. Dia ingin merasakan kehangatan dan sentuhan dari baby Alex. Dia ingin melihat Alex tersenyum kepadanya karena tidak ada penghargaan terbesar bagi seorang ibu selain melihat kebahagiaan dan rasa aman dari bayinya.
Rachel sekarang mengerti kenapa Liam membenci dirinya pada saat pertama kali terjadinya kecelakaan di masa lalu. Kemudian Rachel merasa bahwa menjadi seorang ibu adalah perasaan paling hebat untuk seorang wanita dan mendengarkan anak memanggil dirinya akan menjadi kebahagiaan terbesar bagi orang lain yang bisa dicapai dan sekarang Rachel tengah melangkah ke arah kebahagiaannya itu.
__ADS_1
Rachel merasakan perasaan yang menghangat di dalam dirinya. Rasa sakit yang dia rasakan sebelumnya sekarang tiba-tiba tergantikan dan merasa hangat.
Saat Rachel menghentikan mobilnya di depan rumah, dia merasa kehangatan langsung terasa di tubuhnya sebelum masuk ke dalam rumah. Dia menutup matanya dan berharap perasaan yang dia rasakan itu tidak akan pernah menghilang dari dirinya.
Di tempat lain...
Luna tengah berjalan keluar dari dalam kamar itu dan masuk dalam elevator untuk turun ke lantai bawah. Dia melihat Daniel masih duduk di sana tengah minum. Luna lalu mendekat ke arah Daniel.
"Aku sudah melakukan pekerjaanku jadi aku rasa bayaran ku sudah selesai bukan?"
Daniel dengan malas berbalik.
"Hmmmm..... Aku ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu. Bagaimana pendapatmu dengan apa yang terjadi jika Farel mengetahui bahwa bukan dirimu lah yang menyelamatkan dirinya dan memberikan mata kepadanya?" Tanya Daniel.
Luna tampak memikirkan tentang pertanyaan itu beberapa saat dan kemudian mulai menjawab.
"Dia tidak akan menginvestigasi tentang masalah itu. Tapi terserah saja. Saat dia mengetahui kenyataannya, pada saat itu aku rasa apa yang akan aku inginkan sudah aku dapatkan dan lagipula tidak ada yang tahu siapa yang sudah mendonasikan mata kepadanya dan bahkan beberapa orang yang mengetahui hal itu sudah meninggal. Jadi aku rasa bahwa aku tidak akan pernah ketahuan dan untuk menjadi lebih hati-hati aku juga sudah memiliki kontak seorang dokter. Dia akan membantuku untuk mengatakan bahwa aku sudah pernah mendonasikan salah satu mataku. Jadi Farel tidak akan pernah mengetahui kebenaran entang hal itu." Ucap Luna panjang lebar.
Daniel berpikir bahwa wanita di hadapannya itu memang sangat gila.
"Tapi apakah kau tahu siapa sebenarnya yang sudah memberikan mata kepadanya untuk menyelamatkan dirinya dari kecelakaan itu?" Tanya Daniel.
Luna tampak menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya tidak, aku sama sekali tidak tahu dan itu adalah hal yang baik aku rasa. Tapi aku hanya tahu bahwa Rachel tahu siapa orang itu dan itulah alasan kenapa dia mencoba untuk membuat Farel menjauh dariku. Tapi sekarang bahkan mulutnya sudah terkunci setelah insiden kemarin. Aku tidak merasa bahwa dia akan bisa selamat." Balas Luna.
__ADS_1
Mendengarkan hal itu Daniel tidak mengatakan apapun. Dia kembali mengalihkan pandangannya dari Luna dan melanjutkan untuk menyesap minumannya.
Bersambung...