Mata Cinta

Mata Cinta
Kekecewaan Farel


__ADS_3

Hari berikutnya....


Rachel mengirimkan dokumen yang dia baca tentang masa lalu orang tua Farel dan orang tua Luna itu ke kantor Farel di bawah nama Miller Group.


Luna yang tengah menunggu Farel untuk tiba di ruangannya melihat sekretaris Farel membawa file berwarna coklat itu. Dia pun merasa begitu penasaran dan langsung bertanya.


"File apa itu?" Tanya Luna.


Sekretaris Farel pun menjawab.


"File ini berasal dari Miller Group. Ini mungkin merupakan sebuah proyek kerjasama karena dikirimkan khusus oleh CEO dan sangat rahasia."


Sekretaris Farel pun pergi setelah mengatakan hal itu.


Luna tidak tahu kenapa, tapi dia merasa tidak nyaman dalam hatinya mengenai file itu. Secepatnya setelah dia melihat Farel tiba, dia pun menghilangkan pikiran itu dalam hatinya. Dia lantas mendekat ke arah Farel.


"Farel, ayo kita pergi berkencan malam ini. Sudah sangat lama kita tidak menghabiskan waktu bersama satu sama lain." Ucap Luna.


Farel melihat ke arah mata Luna dengan perasaan jijik. Tapi dia berusaha menahan dirinya sendiri.


"Baiklah, jika aku bisa selesai bekerja dengan cepat hari ini maka kita bisa melakukannya. Tapi aku minta maaf aku harus terburu-buru sekarang untuk memeriksa beberapa dokumen penting." Ucap Farel lalu pergi dengan cepat.


Farel menutup pintu ruangannya dan melihat ke arah sekretarisnya yang sudah menunggu dirinya.


"Apa jadwalku hari ini dan apa yang harus aku lihat?" Tanya Farel.


"Tuan Jadwal anda hari ini kosong. Anda hanya mendapat satu file dari Miller Group untuk dilihat. Ini dikirim dan sangat penting. Tapi kita tidak punya kerjasama dengan mereka sekarang." Balas sekretaris Farel.

__ADS_1


Farel menganggukkan kepalanya dan sekretarisnya pun meninggalkan dia sendirian.


Sekarang Farel sendirian di dalam ruangannya. Dia pun lantas membuka file itu dan mulai membaca isinya. Matanya tampak membelalak saat dia melihat isi dari file itu. Farel tidak bisa menahan nafasnya saat membaca semua itu. Dia membacanya beberapa kali untuk mengkonfirmasi isi dari semua dokumen itu.


Sekarang dia pun mengerti kenapa Luna melakukan semua kejahatannya itu pada dirinya.


Papa Luna ternyata selalu mencintai satu orang dan orang itu dirusak oleh orang tua Farel. Jadi kematian Papa Luna memang berhubungan dengan orang tuanya.


Farel tahu bagaimana terlukanya saat kehilangan seseorang yang dicintai. Jadi dia pun mengerti bagaimana perasaan Papa Luna. Farel dengan cepat mengatur dokumen itu dan pergi ke rumahnya. Dia mau bertanya kepada orang tuanya mengenai masa lalu mereka.


Melihat Farel yang keluar dari ruangannya, Luna lantas memanggilnya. Tapi Farel tidak berbalik dan pergi dengan cepat. Dia pun langsung pulang ke rumahnya. Orang tuanya tampak terkejut melihat Farel yang kembali di waktu yang seperti itu.


"Apa yang terjadi Nak? Kenapa kau kembali ke rumah dengan terburu-buru?" Tanya Papa Farel.


Farel duduk di sebuah sofa yang ada di depan kedua orang tuanya.


"Apa yang terjadi di saat Mama dan Mama dari saudara tiri ku melahirkan?" Tanya Farel.


"Kenapa kau menanyakan hal ini lagi? Bukankah mereka bertiga sudah meninggal sekarang? Kenapa kau masih menanyakan tentang masalah itu lagi?" Tanya Mama Farel.


Farel membuang file yang dia bawa di depan mereka dan bicara lagi.


"Aku tidak tahu tentang masa lalu kalian sebelumnya. Tapi sekarang aku tahu semuanya dan aku benar-benar kecewa kepada kalian. Bagaimana mungkin kalian melakukan hal itu? Apakah kalian sudah berpikir saat kalian memintanya untuk melakukan aborsi? Terserah kalian saja. Aku pergi." Ucap Farel dan langsung pergi begitu saja.


Orang tua Farel tampak begitu terkejut. Mereka berdua tidak pernah menyangka bahwa Farel akan mengetahui tentang masa lalu mereka yang kelam. Mereka berdua benar-benar ingin menutup kebenaran tentang diri mereka di depan satu-satunya anak mereka. Tapi mereka tidak bisa melakukannya. Mereka tidak bisa menjadi role model bagi Farel dan mereka pun menjadi alasan Farel bersikap seperti itu. Memang tidak di depan semua orang, tapi di depan mereka sendiri. Mereka berdua pun merasa malu karena tindakan yang mereka lakukan dimasa lalu.


Tidak ada hal yang memalukan saat menjadi orang tua yang begitu mengecewakan di depan anak sendiri.

__ADS_1


Farel pergi meninggalkan rumah orang tuanya dan kembali ke kantornya. Orang tua Farel terus mencoba untuk menelpon dirinya secara terus-menerus. Tapi Farel tidak mau mengangkat panggilan dari mereka.


Saat Luna melihat Farel sudah kembali ke kantornya, Luna tampak begitu bahagia. Dia dengan cepat mendekat ke arah Farel dan memegang tangan Farel. Farel dengan cepat menarik tangannya dengan paksa dari pegangan Luna. Luna pun tampak terkejut dengan reaksi yang diberikan Farel padanya.


"Apa yang terjadi Farel? Kau sudah tidak menghiraukan aku selama berminggu-minggu dan sekarang kau bertingkah seperti sudah tidak mencintai aku lagi." Ucap Luna menampilkan wajah yang tampak sedih.


Farel melihat ke arah Luna dengan tajam. Dia benar-benar ingin membunuh Luna sekarang juga. Tapi dia tidak bisa melakukan hal itu di depan semua orang. Dia pun mencoba untuk mengontrol emosinya dan menjawab ucapan Luna.


"Bukankah kau mau berkencan denganku? Ayo kita pergi sekarang dan aku minta maaf karena aku sudah sedikit kasar kepadamu." Ucap Farel tersenyum kepada Luna.


Mendengar hal itu, Luna langsung memeluk Farel dengan sangat erat dan bertingkah dengan begitu manis.


"Baiklah terserah apa yang kau katakan Farel. Aku sangat mencintaimu." Ucap Luna seraya berjinjit dan langsung mencium bibir Farel.


Farel tidak membalas ciuman yang diberikan Luna, namun dia juga tidak menolaknya. Luna merasakan hal itu dan perlahan mundur dari pelukan Farel.


Dia pun lantas berkata Farel.


"Ayo pergi sekarang. Aku akan membawamu ke suatu tempat."


Farel tidak memiliki pilihan lain, jadi dia hanya mengikuti keinginan Luna.


Luna ternyata membawa Farel menuju mobilnya dan membuat Farel duduk di kursi depan penumpang dan dia sendiri duduk di kursi pengemudi. Dia melihat ke arah Farel dengan menyeringai. Lalu detik berikutnya dia mulai menutup mata Farel dengan sebuah kain hitam.


Farel tampak terkejut dan lantas bertanya, "apa yang kau lakukan?"


Luna menyeringai dan berkata, "jangan khawatir sayang. Aku akan membawamu ke suatu tempat. Kau pasti akan sangat menyukainya dan hari ini akan menjadi hari yang akan kau ingat selamanya dalam hidupmu." Ucap Luna.

__ADS_1


Setelah itu Luna pun mulai menghidupkan mesin mobilnya. Sementara itu disisi lain, Liam juga mengikuti Luna hari ini. Jadi saat dia melihat mobil Luna keluar dari dalam perusahaan Farel, dia pun lantas mengikuti mereka. Rachel juga ada di dalam mobil itu menemani Liam hari ini.


Bersambung....


__ADS_2