Mata Cinta

Mata Cinta
Usaha Farel


__ADS_3

Air mata terjatuh di pipi Rachel dia bahkan tidak tahu kapan dia mulai menangis. Dia mengusap air matanya, tapi air matanya tetap saja turun ke pipinya. Dia tidak bisa mengontrol air matanya itu. Dia tidak mau air matanya membasahi surat itu. Jadi dia pun menjauhkan surat itu dan dia terus saja menangis.


Rachel tidak pernah menyangka bahwa orang yang dia cintai akan mengatakan perasaannya dengan cara seperti ini. Dia tidak pernah berani bermimpi untuk memikirkan hal seperti ini akan terjadi.


Tapi semuanya sudah tidak ada gunanya, karena bahkan dia mencintai Farel, dia masih tidak siap untuk bisa bersama dengan Farel sekarang. Dia tidak berani bersama dengan Farel lagi. Dia tidak siap untuk menerima rasa sakit atau mengingat rasa sakit yang sudah dia alami saat dia masih bersama dengan Farel.


Rachel berusaha menenangkan dirinya. Tapi air matanya tidak bisa berhenti.


Iya, memang butuh waktu yang cukup lama baginya untuk bisa menghentikan tangisnya itu. Akhirnya dia pun berdiri dan menyingkirkan surat itu. Dia memasukkan kembali surat itu ke dalam amplop dan mengambil kotak hadiah itu. Dia mengambilnya dan kemudian menyimpannya di dalam laci di meja kamarnya. Rasa bahagia yang dia rasakan sebelum pernikahannya kembali hadir lagi.


Rachel lalu mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dengan menyiapkan sarapan dan menyajikannya di atas meja. Semua orang hadir di ruang makan dan mereka pun menyadari mata Rachel yang membengkak. Liam pun bertanya kepada Rachel.


"Kenapa kau menangis?"


Rachel menghindari untuk menatap mata Liam dan berkata, "tidak, hanya saja ada sesuatu yang masuk ke dalam mataku, dan hal itu membuatku menangis. Tidak ada yang lainnya." Ucap Rachel.


"Aku harap kau mengatakan yang sebenarnya Rachel." Ucap Daniel yang juga menyadari bahwa Rachel baru saja selesai menangis.


Liam mengerti bahwa Rachel tidak akan pernah mengatakan kebenarannya. Jadi tidak dia tidak mau memaksa apapun terhadap Rachel dan melanjutkan untuk menyantap makanannya.


Mereka semua mulai sarapan dengan diam dan setelah selesai, Liam pergi ke kamarnya dan membuka laptopnya. Mereka memiliki sebuah kamera CCTV di pintu depan mereka. Jadi Liam pun akhirnya mengetahui bahwa seseorang datang ke rumah mereka.


Pagi tadi, dia memang mendengar sebuah bel di pintu berbunyi. Jadi dia pun berpikir untuk memeriksanya. Dia pun melihat sosok Farel yang tampak menaruh sesuatu di sana dan Rachel mengambil benda itu. Liam pun akhirnya mengerti dengan apa yang terjadi pada Rachel.


"Kau masih mencintainya, benar kan Kak? Tapi kau tidak menerima dia karena dia menyakiti Alex secara tidak langsung. Aku mengenal sangat mengenal dirimu Kak." Ucap Liam.

__ADS_1


Beberapa hari berikutnya, secara terus menerus Liam mulai melihat tindakan yang dilakukan Farel.


Farel mulai terus mengirim bunga dan harapannya setiap hari kepada Rachel dan dia tidak pernah lupa untuk mengirimkan kartu ucapan permintaan maaf. Dia tidak pernah datang untuk menunjukkan dirinya di depan mereka semua untuk mengganggu Rachel.


Farel memang memenuhi janjinya dan tetap bersama dengan Rachel dengan caranya sendiri. Awalnya Rachel terbiasa untuk merasa sedih setiap kali melihat bunga-bunga itu datang ke rumahnya. Tapi setelah hari-hari berlalu, dia pun mulai terbiasa dengan semua hal itu.


Sekarang, bunga-bunga itu mulai membawa sebuah senyuman di wajahnya, tapi dia belum juga bisa menyembunyikan rasa sakit di dalam hatinya.


...****************...


Semuanya berjalan dengan normal. Rachel kembali mulai menginvestigasi tentang kematian Papanya dan fakta akan apa yang terjadi, membuat mereka semua terkejut. Rachel dan Liam menemukan fakta bahwa Papanya mendapat ancaman kematian yang banyak. Tapi alasannya tidak diketahui.


Ancaman kematian itu dikirim oleh seseorang. Tapi sangat sulit bagi mereka untuk menemukan tentang orang itu. Liam mulai menggunakan koneksi yang dia punya di pemerintahan. Tapi semuanya tidak terlihat bisa berjalan dengan lancar.


Dia juga mulai mencari tahu tentang masa lalu Papa Rachel. Dia begitu terkejut saat mengetahui bahwa Papa Rachel mendapatkan ancaman kematian dalam hidupnya selama itu. Tidak ada orang yang tahu, tapi Farel memiliki seorang teman yang memiliki kekuasaan penuh di pemerintahan dan Farel pun menyerahkan kasus yang berhubungan dengan dunia bawah itu padanya. Jadi Farel mengirim semua yang dibutuhkan orang itu untuk menemukan hal yang berkaitan dengan orang yang berhubungan dengan kematian Papa Rachel itu.


Mereka semua tidak melihat bahwa akan adanya bahaya yang tersembunyi di masa lalu yang berhubungan dengan kematian Papa Rachel.


...----------------...


Di sebuah tempat yang tidak diketahui...


Ada seorang wanita masuk ke dalam sebuah ruangan.


Dia pun berkata, "Bos kelihatannya seseorang mencari tentang apa yang bos lakukan di masa lalu."

__ADS_1


Pria yang disebut sebagai bos itu lantas menjawab, "aku tidak peduli siapapun mereka. Habisi saja mereka semuanya."


"Tapi bos, orang-orang ini terlihat berhubungan dengan orang yang mengetahui rahasia terbesarmu." Ucap wanita itu lagi.


Atmosfer di ruangan itu berubah dingin.


Pria itu berkata, "siapa yang mencari tahu tentang aku? Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri. Jadi tidak mungkin dia mengatakan hal itu kepada orang lain."


"Bos kelihatannya itu adalah putra dan putri dari pria yang bos bunuh itu yang mencari petunjuk tentang kematiannya dan ada orang lain juga yang mencari kita." Ucap wanita itu ketakutan.


Pria itu langsung membuang gelas minuman yang ada di dekatnya.


"Kenapa mereka mau ikut campur akan urusanku? Tidak bisakah mereka hidup dengan damai? Aku rasa ini semua sudah begitu lama sejak aku membunuh seseorang." Ucap pria itu mulai sangat marah.


Wanita itu mulai gemetar. Dia tahu bahwa perasaan bosnya sudah buruk sekarang.


"Bos, sebenarnya mereka bertiga bukanlah orang yang sederhana. Kita tidak mengetahui tentang identitas mereka. Mereka mungkin adalah orang yang berkuasa." Ucap wanita itu.


Tanpa memikirkan apapun, pria itu langsung mengosongkan peluru yang ada di senjata apinya dengan menembak wanita itu. Wanita itu pun berbaring di lantai dengan genangan darah.


Pria itu lantas berteriak, "tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa musuh kita lebih berkuasa. Hanya ada satu aturan dan kekuasaan tertinggi. Dan itu adalah aku dan selalu aku. Jika seseorang berani untuk melawanku, maka kalian semua akan memiliki takdir yang sama seperti wanita ini. Mengerti??"


Para orang-orang yang ada di dalam ruangan itu mengangguk serentak. Mereka tahu sebenarnya bagaimana bahayanya pria yang ada di hadapan mereka itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2