
Farel tidak mau kebahagiaannya itu pergi begitu saja. Rachel juga tidak mau kebahagiaan itu pergi. Saat dia memberitahukan kepada Farel bahwa Alex adalah putra mereka, Rachel merasa bahwa dia akan bisa memberikan putranya itu keluarga yang sempurna. Tapi dia merasa takut. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika Farel nanti akan melukainya lagi.
"Rachel, bisakah aku mencoba untuk membuatmu kembali sekali lagi? Aku hanya perlu satu kesempatan darimu, ku mohon." Ucap Farel kepadanya.
Rachel tahu bahwa dia tidak bisa mengatakan tidak, jadi dia mengatakan, "aku bisa memberikanmu sebuah kesempatan. Tapi kau harus berusaha untuk meyakinkanku dan aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkan mu atas apa yang sudah kau lakukan terhadap Alex. Tapi aku akan berusaha untuk mencobanya."
Farel ingin mengetahui apa yang terjadi setelah Rachel meninggalkannya. Dia pun bertanya pada Rachel.
"Aku ingin tahu apa yang terjadi setelah kau meninggalkan aku. Bisakah kau mengatakannya?" Ucap Farel.
Rachel mengambil nafas dalam dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Rachel pun mulai menceritakan semuanya, dimulai sejak dia ditusuk oleh Farel sampai momen di mana mereka bertemu setelah Farel diselamatkan dari kejahatan yang dilakukan Charles padanya waktu itu. Farel sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan atau katakan setelah mendengarkan cerita Rachel.
Orang yang selama ini dia cintai dalam hati dengan sepenuh hatinya, tapi dia malah melukainya. Tidak hanya secara fisik tapi juga emosional. Farel melihat ke arah Rachel berpikir bagaimana Rachel masih bisa terus bertahan selama ini saat dia melihat dirinya dan Rossa yang begitu dekat.
Farel mulai menangis lagi. Dia tidak bisa mempercayai bagaimana jahatnya dia terhadap Rachel. Tapi Rachel tetap mencintainya tanpa syarat.
Tiba-tiba mereka semua mendengar suara tangisan dari Alex. Farel dan Rachel, mereka berdua bergegas menuju kamar dimana Alex berada. Saat mereka membuka pintu kamar, keduanya melihat Alex tengah menangis dalam gendongan Liam. Mereka berdua pun terlihat terenyuh menatap ke arah bayi kecil mereka .
"Bolehkah aku menggendongnya?" Ucap Farel kepada Liam.
Farel merasa begitu bahagia saat mengambil Alex dari Liam. Dia begitu takut jika dia akan menyakiti Alex karena sentuhannya. Akhirnya dia menempatkan Alex dalam gendongannya dengan nyaman dan mulai bicara kepada putranya itu dengan suara yang perlahan.
__ADS_1
Yang membuat semua orang terkejut Alex berhenti menangis dan tersenyum. Hati semua orang terasa menghangat melihat adegan itu. Ini adalah pertama kalinya bagi Alex untuk merasakan cinta dari Papanya. Hati Rachel merasa tersentuh dan dia bahkan tidak bisa mengontrol perasaannya. Air matanya pun terjatuh ke pipinya. Dia menangis, tapi juga tersenyum di saat yang bersamaan.
Siapa yang menyangka bahwa memiliki sebuah keluarga bahagia akan mungkin terjadi baginya dan itu juga bersama dengan pria yang paling dia cintai, cinta dalam hidupnya Farel.
Farel tahu bahkan dengan semua luka lama yang pernah dia rasakan, dia tetap bisa menerima Farel secepatnya. Dia akan membiarkan Farel berusaha untuk mengejarnya dan berusaha memperbaiki akan kesalahan yang dia lakukan di masa lalunya.
Rachel berada dalam pikiran terdalamnya saat Farel menaruh Alex di tempat tidur dan mendekat ke arahnya lalu memeluknya.
Rachel merasa terkejut saat melihat Farel tampak menangis.
"Terima kasih karena sudah melahirkan malaikat kecil seperti Alex. Terima kasih Rachel." Ucap Farel.
__ADS_1
Rachel pun memeluk Farel dan mengangguk. Akhirnya Alex bisa mendapatkan cinta seorang Papa yang pantas dia dapatkan.
Bersambung....