Membalas Mereka Yang Menyakitiku

Membalas Mereka Yang Menyakitiku
Bab 26 - Amy Menawarkan Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Seminggu berlalu...


Emil dan Rima telah resmi menjadi suami istri, keduanya melangsungkan janji suci pernikahan secara diam-diam. Tak ada teman kantor yang tahu tentang hubungan mereka.


Ke kantor, Emil dan Rima berangkat masing-masing agar tak curiga.


Amy tersenyum ketika melihat sepasang suami istri yang datang namun dengan menjaga jarak.


Apa yang dilakukan kedua orang tersebut semua diketahui Amy, karena diam-diam dirinya terus memantau perilaku mereka.


Amy dengan perut mulai nampak membuncit memanggil Rima ke ruangannya. Begitu wanita itu masuk, ia lalu melemparkan senyum.


Rima yang sangat membenci Amy memasang wajah ketus. Dirinya lebih dahulu mengenal Ardan bahkan ayahnya teman dekat papanya Ardan.


Hari ini kebetulan Ardan sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri bersama Tody.


Di dalam ruangan bukan hanya Amy saja tetapi Miley berada di sampingnya itu semua karena permintaan Ardan yang ingin istrinya selalu didampingi takut terluka sedikitpun.


"Selamat 'ya Nona Rima atas pernikahannya!" Amy berkata sambil tersenyum.


"Dari mana dia tahu aku sudah menikah," Rima membatin.


"Kamu terkejut 'ya, aku mengetahuinya," Amy tertawa kecil.


Rima malah menarik ujung bibirnya.


"Kamu ingin kado apa dari kami? Suamiku menyuruhku untuk memberikan sesuatu kepada kalian," ujar Amy.


"Jika aku minta suamimu, bagaimana?" tanya Rima.


Amy tetap tenang, dia tak mau terpancing emosi karena sedang mengandung.


"Bagaimana Nona Amy? Apa kamu bersedia?" tantang Rima.


"Seorang wanita dilarang untuk memiliki dua suami. Bagaimana mungkin Nona Rima dapat melayani mereka berdua?" Amy kembali tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Aku akan meminta pisah dari suamiku," jawab Rima.


"Tentunya tak ada kado untukmu kalau begitu," ujar Amy.


"Apa sebenarnya yang kamu inginkan?"


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat dan menanyakan kado untuk kalian berdua. Apa mau paket bulan madu atau kenaikan jabatan buat suamimu?" Amy menawarkan diri.


"Aku tidak butuh apapun dari kalian!"


"Benarkah? Kasihan suamimu hanya karyawan rendahan, belum tentu dirinya memberikan nafkah. Ayolah Nona Rima, katakan saja apa mau kalian!"


"Apa lebih baik Nona Rima bicarakan hal ini kepada suami tercinta?" sahut Miley.


"Kalian berdua ingin menghina aku?" tanya Rima.


"Oh, tidak. Kami sangat bahagia, akhirnya Nona Rima menikah dan tak mengganggu suamiku lagi," jawab Amy.


"Aku tidak akan menerima tawaran dari kalian!" kata Rima tegas.


"Nona Rima, jangan menolak rejeki. Pilihlah salah satu tawaran menarik dari kami," ucap Miley.


Selepas Rima berlalu, Amy dan asistennya seketika tertawa kemenangan.


"Akhirnya aku dapat melihat wajah sombongnya merah padam begitu Nona Amy!" ucap Miley.


"Ya, dia sudah mendapatkan batunya. Menikah dengan pria yang tidak bertanggung jawab seperti Emil," ujar Amy.


Miley tersenyum puas, bagaimana tidak dirinya begitu membenci Rima. Wanita itu sangat angkuh ketika dirinya baru pertama kali memasuki gedung Grahadi Group 5 tahun lalu.


Miley yang karyawan baru selalu mendapatkan makian dan cacian, apalagi Rima selalu membanggakan jika dirinya adalah keluarga dekat dengan pemilik perusahaan.


Bukan hanya Miley, tetapi karyawan lainnya begitu tak menyukai sikap dan sifat yang dimiliki Rima.


"Apa kamu ingin mengucapkan selamat menikah kepada pria itu?" tanya Amy.

__ADS_1


"Sepertinya sangat seru jika kita menggodanya, Nona." Jawab Miley.


"Dan tentunya akan membuat rumah tangga mereka semakin berwarna dengan penawaran yang kita berikan," timpal Amy.


Sebelum jam makan siang, Miley memanggil Emil untuk datang ke ruangan kerjanya.


Emil duduk saling berhadapan dengan Miley.


"Saya sudah mengetahui kalau dirimu sudah menikah."


"Dari mana Nona tahu?" tanya Emil.


"Apa 'sih yang tidak saya ketahui tentang seluruh karyawan di sini," jawab Miley.


"Jadi, Nona sudah tahu siapa yang menjadi istri saya?"


"Oh, tentunya."


Emil tersenyum tipis.


"Nona Amy sudah bertemu dengan istrimu, dia menawarkan kado pernikahan yang cukup menarik kepadanya. Tapi istrimu malah menolaknya mentah-mentah," tutur Miley.


"Memangnya apa yang ditawarkan Nona Amy?" tanya Emil.


Miley menjelaskan apa saja yang ditawarkan Nona Amy.


"Dia menolak tawaran yang begitu menarik?" tanya Emil.


Miley mengangguk.


"Astaga, kenapa dia menolaknya 'sih?"


"Saya sarankan kamu bicarakan hal ini kepada istrimu, kalian dapat mempertimbangkannya."


"Baiklah, Nona. Terima kasih tawarannya, saya akan berbicara padanya," ucap Emil.

__ADS_1


Setelah Emil pergi, Miley tersenyum menyeringai.


"Kalian akan mendapatkan kejutan-kejutan berikutnya dari Nona Amy. Selamat pusing!" gumamnya.


__ADS_2