
Ketika di kantor Emil memberanikan diri menghampiri Ardan yang baru saja tiba. Emil ingin bertanya ada hubungan apa pria itu dan istrinya dengan adiknya.
Kemarin sore ketika hendak pulang dari restoran, Emil yang penasaran lantas bertanya kepada salah satu rekan kerjanya Gama.
Bahwa, Ardan dan Amy sering ke restoran dan Gama sendirilah yang menemani mereka mengobrol meskipun ada pemilik restoran.
Sepasang suami istri itu sangat begitu akrab dan dekat dengan Gama. Pemilik resto juga sempat mengatakan kepada karyawannya jika Gama adalah adik dari Amy.
Tody sempat menghalangi Emil yang akan menyentuh lengan Ardan dengan mencekalnya.
"Lepaskan tangannya!" titah Ardan.
Tody lalu melepaskannya.
"Ada apa?" tanya Ardan menatap Emil dengan tatapan dingin.
"Dari mana Tuan mengenal adik saya?" tanya Emil.
"Siapa nama adikmu?" tanya Ardan lagi.
"Gama," jawab Emil.
"Aku mengenalnya dari Amy."
"Nona Amy mengenal Gama. Sejak kapan?" cecar Emil.
"Sepuluh tahun lalu."
Emil mengerutkan keningnya.
"Dia lebih dahulu mengenal Amy daripada aku."
"Maksudnya apa, Tuan?" Emil semakin bingung.
"Kamu akan tahu nanti. Kenapa adikmu dapat mengenali istriku," kata Ardan kemudian berlalu.
Emil masih bergeming, dirinya mencerna ucapan Ardan.
Ardan masuk ke lift.
Emil yang masih melamun lantas sadar ketika bahu ditepuk seseorang.
"Hei, pagi-pagi sudah bengong!" tegur Widya.
Emil lantas menoleh dan tampak linglung.
"Kenapa diam?"
"Tidak ada, Wid!" Emil kemudian melangkah ke tangga karyawan.
-
Sore harinya sepulang kerja Emil dan Rima menuju apartemennya. Di dalam unit telah ada Sari dan Nesha.
Rima dan Emil saling pandang memperhatikan Nesha yang ada ditengah mereka.
"Waktu Emil mengirimkan pesan kepada Mama jika Amy sangat mengenal Gama makanya Mama menjemput Nesha di rumahnya," ujar Sari.
"Dia untuk apa di sini?" tanya Rima.
"Dia paling dekat dengan Gama. Pasti dia tahu semuanya," jawab Sari melirik Nesha.
"Apa yang kamu ketahui tentang Gama dan Amy?" tanya Emil.
"Nona Amy yang tamu langganan di restoran Gama, Kak." Jawabnya.
"Jangan bohong Nesha, kamu mau Tante restui 'kan?" tanya Sari.
Nesha mengangguk mengiyakan.
"Kalau kamu memang mencintai Gama maka jawab jujur. Kenapa main rahasia dengan kami?" kata Emil.
Nesha diam.
"Kamu tidak percaya dengan kami?" tanya Sari lagi.
"Iya, Tante."
"Jawab yang sejujurnya. Kenapa kalian dapat mengenali Amy dan suaminya?" tanya Sari.
Nesha masih menutup mulutnya.
"Nesha, cepat katakan!" bentak Sari.
Nesha yang ketakutan menundukkan kepalanya.
Sari mengangkat dagu Nesha secara kasar. "Ayo bicara!"
"Kak Amy itu Kak Alya!" ucap Nesha gemetaran.
"Apa!" Emil dan Sari terkejut.
"Siapa Alya?" tanya Rima.
"Bukan siapa-siapa, Rima," jawab Emil.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Sari.
"Gama menceritakan semuanya kepadaku, Tante." Jawab Nesha.
"Aku sudah menebak, kalau Amy adalah Alya," ucap Sari.
"Aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan? Alya siapa?" tanya Rima.
"Alya adalah wanita jahat, dia mantan istrinya Emil. Dia kabur dari rumah dan menggoda orang kaya. Keluarganya juga begitu, ayahnya yang menjebloskannya papa Emil ke penjara," Sari mengarang cerita.
"Cerita itu tidak benar!" sahut Nesha.
__ADS_1
"Hei, kamu tahu apa tentang keluarga kami!" hardik Emil.
Nesha pun terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku harus memberitahu Ardan kalau wanita itu sangat licik," ujar Rima.
"Iya, Rima. Kamu harus memberitahu Ardan agar tak tertipu dengan wajah lugunya," kata Sari.
"Bagaimana caranya kamu memberitahu Ardan?" tanya Emil.
"Kita akan ke rumah mereka," jawab Rima.
"Pergilah. Mama tidak dapat ikut kalian, takut mereka akan menyakiti Mama," kata Sari.
Emil dan Rima berangkat ke rumah Ardan.
Nesha yang mendapatkan kesempatan, kabur dari pengawasan Sari.
Nesha pergi ke restoran Gama untuk memberitahu semuanya apa yang terjadi padanya. Karena ponselnya ditahan oleh Sari.
Sementara itu, Sari menghubungi Dista dan mengatakan jika Amy adalah Alya.
"Pantas saja, dia selalu berlaku menekan aku selama di kantor. Dia juga memotong gaji dan menjadi sapi perahnya!" kata Dista geram.
"Iya, Kakak kamu juga mendapatkan gaji tidak layak. Bahkan jabatannya tidak naik, padahal sudah lama bekerja di perusahaan itu. Ternyata ada campur tangannya," ucap Sari.
"Aku tunggu kabar dari Mama, bagaimana Alya dicampakkan oleh suaminya," ujar Dista.
Rima dan Emil tiba di rumah Ardan, karena pengawal mengenal salah satu dari mereka. Lantas membuka pintu pagar.
Rima lalu memanggil nama Ardan dan Anita.
Keduanya muncul bersama dengan Amy yang berjalan didampingi suaminya.
"Untuk apa kalian ke sini?" tanya Anita.
"Wanita ini sangat licik, Tante!" jawab Rima menunjuk ke arah Amy.
"Licik? Aku tak percaya," ucap Anita.
"Dia mantan istri suamiku, Tante." Kata Rima.
"Oh, jadi ini suami yang selalu menyiksa Alya selama dua tahun!" Anita menatap Emil dengan tatapan marah.
Emil mendekati Amy, namun tangan Ardan menepisnya.
"Kenapa pergi dariku, Alya?" tanya Emil memasang wajah sendu.
Amy tersenyum kecil.
"Kamu pergi demi pria lain, 'kan?" tanya Emil.
Amy tertawa.
Ardan dan Anita saling pandang dan tersenyum.
"Kamu pikir kami akan sembarangan menerima orang di keluarga ini?" Ardan mengarahkan pandangannya kepada Rima.
"Kami sangat hati-hati menerima orang lain," ujar Anita.
"Kamu yang telah dipengaruhi mereka!" kata Amy.
"Mereka ini sebenarnya yang pendusta!" ucap Anita.
"Rima, aku tidak mungkin seburuk itu!" kata Emil.
"Pergi dari sini atau aku suruh pengawal untuk menyeret kalian!" ucap Amy.
"Hei, kamu itu hanya perempuan rendahan!" umpat Rima.
"Jangan menyebut istriku serendah itu!" sentak Ardan, membuat seisi ruangan menggema.
Amy dengan telapak tangannya menyentuh dada suaminya.
Rima tampak terkejut.
"Usir mereka!" perintah Ardan kepada 2 orang pengawal yang berada di belakang Emil dan Rima.
Keduanya menarik paksa sepasang suami istri itu keluar dari rumah.
Ardan lalu memeluk Amy dan mengelus rambutnya.
"Aku baik-baik saja, Dan!" kata Amy.
"Aku tidak mau kejadian ini membuat kamu benar-benar merasa sedih dan takut," ucap Ardan.
"Aku sudah siap dengan resiko ini, Dan. Aku juga telah siap hari ini akan terjadi," ujar Amy.
Ardan melonggarkan pelukannya dan tersenyum.
Amy juga memeluk ibu mertuanya. "Kami akan selalu melindungi kamu."
"Terima kasih, Ma."
Kini Emil dan Rima berada di dalam mobil, "Kamu tidak membohongi aku, 'kan?"
"Wanita itu benar-benar licik. Kamu tahu 'kan jika dia bisa bersilat lidah," ucap Emil.
"Tapi, kenapa Ardan dan Tante Anita begitu mudah percaya dengannya?"
"Entahlah, trik apa yang dilakukan Alya."
_
Gama pulang ke rumah dan gegas menghampiri ibunya. "Apa yang telah Mama lakukan pada Nesha?"
"Mama hanya memaksa dia untuk memberitahu kami tentang hubungan kamu dengan keluarga Ardan," jawab Sari.
__ADS_1
"Sekarang Mama sudah tahu, 'kan?" tanya Gama.
"Iya. Kenapa kamu selama ini merahasiakannya kepada kami?" tanya Dista.
"Jika aku memberitahunya, maka kalian akan mencari dan menyiksanya lagi," jawab Gama.
Dista dan Sari terdiam serta saling pandang.
"Aku bekerja di restoran karena jasa Kak Alya. Lalu serangkaian kejadian yang menimpa kalian itu juga...."
"Alya!" potong Emil yang tiba-tiba muncul.
"Ya, benar sekali. Termasuk Kak Dista yang harus keluar dari apartemen milik suaminya," ucap Gama menoleh.
"Jadi dia yang membuat aku begini!" geram Dista.
"Ya, apa yang terjadi pada kalian itu belum seberapa dibandingkan penderitaan Kak Alya sepuluh tahun lalu," ucap Gama.
"Itu pantas di dapatkannya karena ayahnya sangat jahat pada papa!" sahut Dista.
"Mama semua yang telah mengarangnya. Dia melakukan itu agar rasa sakit papa di penjara terbalaskan. Padahal ayah Kak Alya sangat baik tak pernah membicarakan atau melaporkan apapun kepada atasannya," ungkap Gama.
Dista dan Emil menoleh ke arah Sari.
"Tidak, itu tak benar!" sangkal Sari.
"Jadi, selama ini mereka selalu menyiksa Alya?" tanya Rima.
"Iya, Kak Rima. Aku adalah saksinya!" jawab Gama.
"Jangan asal fitnah, Gama!" sentak Dista.
"Buat apa aku asal bicara, Kak." Kata Gama.
Rima geleng-geleng kepala tak percaya.
Tak lama kemudian, beberapa orang berseragam datang ke rumah Sari.
Sari, 2 orang anaknya dan Rima tampak terkejut kecuali Gama.
"Tuan Emil dan Nyonya Sari, kalian kami tangkap!" ucap salah satu pria dengan lantang.
"Apa salah kami?" tanya Sari.
"Kalian berdua sudah menipu Nona Maryn beberapa tahun lalu!" jawabnya.
Kini kedua tangan Sari dan Emil telah disilangkan ke belakang.
"Kami tidak bersalah!" Emil membela diri.
"Jelaskan nanti di kantor!" ucapnya.
"Aku tak menyangka kamu seburuk itu, Mil. Aku akan menggugatmu!" kata Rima kemudian pergi.
"Rima ini tidak seperti kamu pikirkan!" teriak Emil.
"Mama, Kak Emil, semoga kalian segera sadar dan taubat!" ucap Gama.
"Kamu senang kami begini, Gam?" tanya Sari.
"Tidak, Ma. Ini cara agar Mama tak selalu menyakiti dan menzalimi orang lain!" jawab Gama.
Sari dan Emil lalu dibawa paksa orang-orang tersebut.
"Jangan bawa, Mama!" teriak Dista sembari menangis.
Gama menahan tubuh Dista dengan memeluknya.
"Kenapa kamu sejahat itu dengan mereka?"
"Mereka harus mendapatkan hukuman atas apa yang telah dilakukan dahulu!"
"Bagaimana dengan aku?" tanya Dista.
"Mau tidak mau, harus kembali dan tinggal bersama suami Kak Dista," jawab Gama.
"Aku tak mau, Gam!"
"Aku tidak bisa tinggal bersama Kak Dista. Karena aku akan menikahi Nesha."
Dista pun hanya bisa pasrah.
****
Enam bulan berlalu....
Amy telah melahirkan bayi lucu berjenis kelamin laki-laki yang kini usianya 4 bulan.
Gama sudah melangsungkan pernikahan 2 minggu lalu dikediaman orang tuanya Nesha.
Dista tinggal di rumah kontrakan kecil bersama suaminya dengan kehidupan pas-pasan.
Emil dan Sari kini sudah berada di balik jeruji dan harus ditahan untuk beberapa tahun kemudian.
Rumah yang selama ini ditempati Sari dan anak-anaknya dijual untuk membiayai kehidupan mereka dan membayar ganti rugi atas penipuan yang keduanya lakukan.
Semuanya mendapatkan balasan setimpal sesuai yang mereka perbuat.
Amy atau Alya kini diratukan oleh suami keduanya. Kesabaran dirinya ketika berumah tangga dengan Emil mendapatkan hasilnya. Paling penting dirinya berani berjuang dan keluar dari kehidupan rumah tangga yang menyiksa lahir dan batinnya karena dirinya berhak bahagia dan dapat melanjutkan hidup dengan tenang.
......................
Sekian Dan Terima Kasih Sudah Membaca Cerita Ini. Sampai Jumpa Di Karya Berikutnya..
Sehat dan Bahagia Selalu ☺️🙏🏼🌹
...----------------...
__ADS_1
Jangan Lupa Mampir ke Karyaku Yang Berjudul, 'Dikejar Cinta si Model Cantik '.