Membalas Mereka Yang Menyakitiku

Membalas Mereka Yang Menyakitiku
Bab 29 - Dista Mau Menikah


__ADS_3

Esok paginya, Dista pulang ke rumah setelah 3 hari dirinya tak kembali. Menenteng 2 kantong kertas yang tertulis merek ponsel ternama dan merek sepatu mahal.


Dista tersenyum menyapa Sari yang sudah bersedekap dada, "Tidur di mana saja selama ini?"


"Tidur bersama orang kaya, Ma."


"Kamu menjual diri?"


Dista mengangguk santai.


"Apa kamu sudah gila, hah?" bentak Sari.


"Cara ini paling ampuh mendapatkan uang banyak, Ma."


"Bagaimana kalau kamu tertular penyakit, hah?"


"Ma, tidak usah pikirkan penyakit. Penting saat ini Mama senang dengan uang yang ku bawa," Dista mengeluarkan menunjukkan isi dompetnya.


Mata Sari membulat ketika melihat isi dompet Dista berjejer rapi uang berwarna merah dan biru yang jumlahnya cukup banyak.


"Kamu jadi simpanan om-om?"


"Hanya dia saja, Ma. Kami akan segera menikah, biar tak dituduh selingkuh."


"Mama sudah tahu bagaimana wujud calon suami kamu itu."


"Mama pernah melihatku? Di mana?"


"Kemarin siang saat menunggu bus."


"Dia pria yang baik, Ma. Dia begitu menyukai aku, sebentar lagi ada paket alat make-up yang datang. Sudah lama aku tidak menggantinya," ujar Dista.


"Mama mau dong di belikan tas," pinta Sari.


"Mama tenang saja yang penting Kak Emil mau menjadi wali nikahku," ucap Dista.


"Mama akan bujuk Emil biar mau menikahkan kamu!" kata Sari.

__ADS_1


"Sekarang aku mau mandi dan tidur, nanti malam aku harus menemui dia lagi," ucap Dista.


"Mana uang buat Mama?"


Dista mengeluarkan isi dompet lalu menyodorkan 10 lembar uang berwarna merah.


Sari tersenyum senang menerimanya.


Dista kemudian melangkah ke kamarnya.


Sore harinya sepulang kerja, Emil singgah ke rumah ibunya karena di telepon untuk datang.


"Ada apa Mama memanggil aku kemari?" tanya Emil duduk di ruang tamu.


"Dista mau menikah, kamu harus menikahkannya," jawab Sari.


"Menikah? Dengan siapa? Kenapa mendadak begini? Selama ini dia tidak pernah menunjukkan kekasihnya?" cecar Emil.


"Dia menikah dengan suami orang."


Sari menempelkan jari telunjuknya di bibir. "Jangan berisik!"


"Kenapa harus suami orang, Ma?"


"Dista bahagia dengan pria seperti itu. Lagian Mama juga senang kalau adikmu punya banyak uang."


"Bagaimana kalau istri sahnya tahu?" tanya Emil.


"Tidak akan tahu," jawab Sari.


"Resikonya sangat besar, Ma."


"Emil, hanya Dista harapan Mama. Dia mampu memberikan Mama uang daripada kamu punya istri tapi pelit percuma kaya!" singgung Sari.


"Aku dan Rima menikah karena terpaksa, aku juga mencintainya."


"Makan tuh cinta!"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menikahkan Dista. Kapan acaranya?"


"Nanti Mama kabarin, sekarang kamu pulang sebelum istrimu merajuk."


"Sebelum pulang aku mau makan. Mama masak apa?"


"Memangnya istrimu tidak masak?"


"Dia punya ART tapi hanya datang jam sembilan pagi lalu pulang jam empat sore. Masakannya hanya tempe, tahu dan telur itu saja selalu bergantian. Tapi dia selalu memesan makanan enak dan lezat dari luar."


"Istri kamu memang pelit, padahal dengan suaminya sendiri!"


"Mama masak hari ini 'kan?"


"Iya, kebetulan dikasih uang sama Dista makanya Mama belanja."


Emil melangkah ke ruang makan dan melihat meja tampak beberapa hidangan tersaji diatasnya. Ada semur daging, capcay, balado udang dan cumi goreng tepung.


Tanpa berlama-lama, Emil menarik kursi dan makan masakan ibunya dengan lahap.


Setelah kenyang dirinya lalu pulang ke apartemen. Sesampainya di sana, Rima telah melemparkan tatapan tajam.


"Aku dari rumah Mama, maaf tidak mengabarimu," ucap Emil.


"Aku mau makan steak daging, cepat belikan sana!" perintahnya.


"Biasanya kamu memesan menggunakan jasa kurir?"


"Daripada upahnya aku berikan kepada mereka lebih baik menyuruhmu. Biar sedikit berguna dirimu di sini!"


Emil menghela napas.


"Cepat sana beli! Aku sudah lapar!" Rima menyerahkan selembar uang berwarna merah.


"Iya, aku akan belikan!" Emil dengan berat hati menyambar uang tersebut kemudian pergi.


"Begini banget jadi orang miskin, selalu diinjak!" batin Emil menggerutu.

__ADS_1


__ADS_2