
Amy memasuki gedung kantor dan melirik Rima yang berjalan tepat di sampingnya.
Amy kemudian bertanya menyindir, "Kenapa tidak gandengan tangan?"
Rima menoleh dan memberikan tatapan sengit.
"Bagaimana dengan tawaran aku yang kemarin?" tanya Amy.
"Simpan saja tawaran kalian yang menurutku sangat tidak menarik," jawab Rima 1 lift dengan Amy dan Miley.
"Oh, baiklah. Aku harap pernikahan kalian langgeng dan selalu bahagia," sindir Amy.
"Terima kasih doanya," ketus Rima.
Miley yang mendengarnya hanya mengulum senyum.
Pintu lift terbuka, ketiganya melangkah keluar bersama-sama.
"Ardan sedang berada di luar negeri, aku berharap dia tak kepincut wanita sana yang jauh lebih menarik dari istri gelandangannya!" Rima tersenyum menyeringai.
Amy mengepalkan tangannya.
"Sadarlah, Amy. Kamu tuh hanya wanita yang kebetulan saja beruntung bertemu dengan Ardan. Kalau tidak, mungkin hidupmu akan terlunta-lunta di jalanan," ujar Rima lagi.
"Dan Ardan telah memilih aku untuk mengisi hatinya. Dirinya begitu mencintaiku sehingga dia tidak selera dengan wanita diluaran sana terutama perempuan perusak rumah tangga seperti kamu!" balas Amy dengan menarik ujung bibirnya.
Rima tampak kesal dengan ucapan Amy.
"Kesehatan Nona Amy paling utama, saya tidak mau dimarahi Tuan Ardan karena membiarkan istrinya berdebat dengan seekor serangga!" Miley berusaha menghentikan perdebatan antara 2 wanita.
Amy mendengarkan ucapan asistennya kemudian melangkah ke ruangannya.
"Aku akan membalas kalian!" geram Amy.
Di dalam ruangan, napas Amy naik turun. Matanya mulai berkaca-kaca. Miley berusaha menenangkannya.
"Nona, apa anda baik-baik saja?"
"Dia sungguh kurang ajar, Miley. Aku ingin membalas dan membungkam mulutnya!"
"Nona, ingin saya melakukan apa?"
"Beri sedikit pelajaran kepada wanita murahan itu!"
__ADS_1
"Baiklah, saya akan melakukannya untuk Nona."
Siang harinya, Miley melangkah ke kantin kantor setelah menyediakan makan siang buat Amy.
Miley menyeringai ketika melihat Rima sedang menikmati makan siang dengan rekan kerja lainnya.
Miley berjalan mendekati Rima dengan memegang gelas berisi jus jeruk.
Miley lalu duduk di sebelah Rima dan melemparkan senyum kepada karyawan lainnya.
"Saya boleh bergabung di sini 'kan?" tanya Miley.
"Boleh saja, Nona Miley." Jawab salah satu karyawan wanita yang 1 meja dengannya.
Miley menyeruput jus jeruk dengan sengaja menyemburkan isinya ke pakaian Rima.
Sontak, wanita itu memekik dan berdiri.
"Sorry, Nona Rima. Jus jeruknya sangat asem!" Miley memasang wajah pura-pura bersalah.
"Kamu sengaja 'kan?" tuding Rima.
"Saya benar-benar tidak sengaja, Nona."
"Kalian lihat 'kan, kalau saya tidak sengaja. Jika tidak percaya, coba rasa minuman saya!" kata Miley.
Tentunya karyawan yang melihat tak mau merasakan jus jeruk asem.
Rima yang kesal memilih berlalu.
Di dalam toilet wanita dirinya terus mengumpat Miley yang memang mencari masalah kepadanya.
Miley melangkah ke ruangannya dengan senyuman. Dirinya berhasil membuat Rima kesal.
Emil melihat pakaian istrinya basah lantas bertanya, "Kenapa dengan kamu?"
"Ini semua gara-gara asisten sialan itu!"
"Apa yang dilakukan dia padamu?"
"Dia sengaja menyemprot minuman di pakaian aku. Kamu harus membalasnya!"
"Aku membalas Nona Miley?" Emil menunjuk dirinya.
__ADS_1
"Iya, kamu tidak berani?"
"Nona Miley sangat galak, aku tidak berani menegurnya. Bisa-bisa gajiku di potong," ucap Emil.
"Dasar payah!"
"Kamu tahu 'kan kalau di kantor ini Nona Miley paling ditakutin setelah Nona Amy," jelas Emil.
"Kamu memang lelaki pengecut yang aku kenal!" desis Rima kemudian melangkah pergi.
Sementara itu, Sari sedang menunggu bus di sebuah halte setelah bertamu di rumah salah satu temannya untuk mencari pekerjaan. Tiga orang anaknya tak mampu memberinya banyak uang.
Gama hanya sanggup membeli beras dan membayar listrik.
Dari kejauhan Sari melihat putrinya sedang menggandeng lengan pria paruh baya.
"Apa yang dilakukan Dista?" batinnya berkata.
Bus berhenti tepat di depannya. Arah pandangannya mengikuti putrinya yang memasuki sebuah mobil mewah.
"Pantas saja dia jarang pulang ke rumah," gumamnya.
Mobil mewah itu pun meninggalkan tempat dan Sari harus berdecak kesal. Bus yang ditunggunya telah pergi.
Di dalam mobil mewah, Dista menyandarkan kepalanya di dada pria kaya raya yang hampir sebaya dengan ibunya.
Dista mendongakkan wajahnya, "Sayang, aku ingin sekali ponsel baru!"
Pria itu menyentuh dagu Dista lalu mengecupnya, "Aku akan belikan untukmu."
"Terima kasih, sayang."
"Tapi kamu harus melayaniku," bisik pria itu.
"Tentunya, aku akan menemanimu kapanpun kamu mau!" Dista lalu mengecup pipi pria tersebut.
Sesampainya di sebuah hotel, Dista menggandeng tangan pria itu ke dalam kamar.
Begitu di dalam, Dista membuka seluruh pakaiannya dan mendorong tubuh pria yang menjadi langganannya ke ranjang.
Dista merangkak naik ke atasnya dan menjilati seluruh tubuh pria tersebut.
"Ayo sayang, puaskan aku. Maka segala keinginan kamu akan ku turuti!" ucap pria itu yang begitu menikmati aksi liar wanita bayarannya.
__ADS_1