Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Tamu


__ADS_3

"Apa kabar Rafael. Wah kamu sekarang sudah jadi orang sukses ya di Amerika." Puji Rohana pada seorang Pria lajang bernama Rafael.


"Biasa saja Tante. Masih jadi karyawan kok saya di Amerika." Jawab Rafael merendah.


"Meskipun hanya karyawan. Jabatan kamu sudah kaya bos." Puji lagi Rohana.


Rafael adalah anak salah seorang tetangga dekat yang dulunya tinggal di sebelah rumah Rohana. Rumah yang saat ini di tempati.


Dulunya, orang tua Rafael bertetangga sangat dekat seperti saoudara dengan keluarga Rohana. Bahkan sampai kini Gabriel dan Rafael masih menjalin pertemanan.


Rafa dan El dulu adalah teman masa kecil yang begitu akrab.


"Sekarang kamu tinggal lagi di Indonesia?" Tanya Rohana.


"Tidak Tante. Saya masih kerja untuk perusahaan di Amerika. Tapi karena untuk saat ini Rafael ada beberapa proyek pekerjaan di Indonesia. Maka untuk beberapa bulan kedepan. Rafa rencananya mau cari tempat tinggal untuk sementara di sini. Selama urusan pekerjaan ku selesai."

__ADS_1


"Mau tinggal dimana rencananya?"


"Rencananya sih mau sewa apartemen atau rumah. Rafa juga baru mau cari cari."


"Kalau begitu, kamu tinggal di sini saja. Kita kan sudah kaya saudara. Kamu juga sudah Tante anggap sebagai anak Tante sendiri. Jadi jangan sungkan."


"Iya, terimakasih atas kebaikan Tante. Tapi Rafael sudah dapat fasilitas dari perusahaan kok Tante." tutur Rafael menjelaskan.


"Wah, luar biasa memang ya perusahaan mu. Oya, bagaimana dengan kabar Papa dan Mama di Amerika."


"Salam kembali untuk mereka. Sebagai ucapan ungkapan senang dengan kehadiran kamu. Kamu harus menginap di sini untuk beberapa hari Rafael. Tante sama Mama mu tu sudah kaya saoudara. Tante tidak enak hati kalau tidak menawari mu menginap di rumah ini. Lagi pula kamu belum bertemu Gabriel kan. Kalian kan nanti bisa ngobrol-ngobrol."


"Bagaimana dengan kabar El Tante. Aku dengar Gabriel sudah menikah ya."


"Iya El sudah menikah. Tapi sayangnya wanita yang dinikahi Gabriel bukan tipe yang sebenarnya tante inginkan untuk dijadikan menantu. Sampai sekarang pun Tante kurang cocok dengan istrinya Gabriel itu." Cerita Rohana pada Rafael. Rafael yang mendengarnya pun hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri lah Rafael. Kamu ini kan dari keluarga yang berada. Tapi entah kenapa selera Gabriel malah jatuh cinta pada wanita biasa saja. Bahkan dia tidak setara dengan kami. Tapi mau bagaimana lagi. Gabriel sangat keras kepala ingin tetap menikahi gadis miskin itu. Mau tak mau Tante akhirnya merestui. Walau sampai sekarang Tante tetap tidak suka dengan istri El. Dia itu cuma lulusan sarjana. Itu pun juga dia mendapatkan gelar sarjananya dari kuliah sambil kerja. Entah sihir apa yang sudah di lakukan wanita itu. Sampai-sampai Gabriel tergila gila." Imbuh Rohana lagi makin tak tak terkendali bercerita tentang Nandini ada Rafael.


"Yang penting kan Gabriel bahagia Tante."


"Bahagia apa. Bahagia sementara. Aku tidak yakin pernikahan mereka bertahan lama. Tante pikir wanita itu mandul. Tante tidak suka itu. Tante sudah tua dan mau cepat punya cucu. Mereka sudah enam bulan menikah tapi mereka masih juga belum punya anak."


"Mungkin belum di kasih Tante."


"Entahlah, Tante justru ingin mereka pisah. Sudahlah jangan ngomongin Gabriel. Ngomong-ngomong kamu masih sendiri atau sudah punya pacar?"


"Rafael masih sendiri Tante. Saya belum kepikiran untuk menikah. Masih ingin menikmati masa-masa lajang yang bebas." Jawab Rafael sambil tersenyum tipis.


"Santai boleh Rafa. Tapi jangan lama-lama. Papa dan Mama mu juga sudah tua. Pasti mereka sudah sangat ingin juga melihat mu menikah."


"Iya, pesan itu juga selalu Papa dan Mama pesankan pada Rafael. Ya, semoga saja di sini jodoh Rafael di pertemuan."

__ADS_1


"Semoga Rafa." Jawab Rohana sambil menepuk pundak Rafael.


__ADS_2