
"Rafael kenapa kamu menutup pintu kamar mandinya? Cepat tolong Nandini. Segera angkat dia dan bawa dia ke atas tempat tidur. Sepertinya dia pingsan. Atau mungkin ia kepleset karena di dalam kamar mandi tadi gelap." ujar Rohana.
"Tapi Nandini tidak memakai pakaian apapun Tante. Aku tidak berani untuk menolongnya." tutur Rafael.
Merasa sedikit jengkel karena ternyata Rafael tidak langsung menolong Nandini membuat Rohana kemudian bergegas ke ruang ganti dan mengambil sebuah handuk.
"Tutuplah tubuh Nandini dengan handuk ini. Aku minta tolong sama kamu Rafael karena di rumah ini tidak ada laki-laki lain. Cepat angkat Nandini dan bawa ke atas tempat tidur." ucapan Rohana kini sudah seperti perintah pada Rafael.
Dan, mau tak mau. Akhirnya Rafael pun kembali membuka kamar mandi untuk menolong Nandini yang sudah jatuh pingsan tersebut.
Dengan membawa sebuah handuk yang sudah ia pegang. Dengan cepat Rafael kemudian menutupi tubuh Nandini yang polos tersebut. Kemudian ia mengangkatnya dan membawa Nandini ke atas tempat tidur.
Belum sampai Rafael meletakkan tubuh Nandini yang masih belum sadarkan diri itu ke tempat tidur.
Tepat pada waktu yang bersamaan, Gabriel datang dan ia tengah berada di ambang pintu.
__ADS_1
Melihat istrinya sedang bopong oleh Rafael dengan hanya mengenakan handuk. Membuat Gabriel langsung meradang dan panas hatinya.
Gabriel kaget, matanya terbelalak. Dan ia langsung merasa gusar tidak terima jika sang istri disentuh oleh pria lain. Meskipun Pria itu adalah sahabatnya sendiri.
Rafael pun sama kagetnya saat melihat Gabriel datang tiba-tiba dan sudah berada di kamar.
Rafael tidak bisa berkata-kata. Dengan langkah cepat Gabriel kemudian merebut Nandini dari gendongan Rafael.
"Apa yang kau lakukan terhadap istri ku? Kenapa kamu menggendong istriku dalam keadaan dia seperti ini." tanya Gabriel dengan mata sudah memerah penuh amarah.
"Lalu apa yang kamu lakukan. Kamu senang menolong istriku. Di balik semua itu pasti kamu menikmati melihat tubuh istriku kan." Tuduh Gabriel yang saat itu sudah dikuasai rasa cemburu, amarah dan juga tidak terima jika wanita yang sangat ia cintai dilihat tubuhnya oleh pria lain. Dan bahkan Istrinya juga disentuh dan digendong oleh Rafael.
"Gabriel kamu salah paham. Semua tidak seperti apa yang kamu kira."
Rohana yang saat itu senang dengan percekcokan yang terjadi antara Rafael dan juga Gabriel merasa puas dan senang. Karena apa yang sudah di-settingnya berjalan dengan sempurna.
__ADS_1
Rohana pun kemudian berakting untuk menjadi penengah. Rohana menyuruh Rafael keluar dari kamar dan membiarkan Gabriel untuk mengurus Nandini yang saat itu masih dalam keadaan pingsan.
Rafael menjadi sangat bingung karena niat baiknya kini justru telah disalahpahami oleh Gabriel.
Dan anehnya, Rohana sepertinya tidak memihaknya.
Rafael pun merasa curiga jika apa yang terjadi di kamar mandi saat itu adalah sebuah settingan yang memang sudah direncanakan oleh Rohana.
Karena yang Rafael tahu. Rohana begitu membenci Nandini.
Apa mungkin yang terjadi saat ini adalah bagian dari rencana Rohana untuk bisa menyingkirkan Nandini dan memisahkan dari Gabriel.
Rafael tidak habis pikir. Begitu teganya Rohana menghancurkan persahabatan antara dirinya dan juga Gabriel. Dan juga membiarkan dirinya dan juga Gabriel salah paham.
Semuanya benar-benar membuat Rafael tidak bisa percaya.
__ADS_1