
Dengan saling bergengaman tangan, Gabriel mengandeng Nandini untuk masuk kedalam rumah.
Pasangan itu terlihat hangat dan selalu penuh cinta.
Bagi siapapun yang melihat mereka bersama. Pasti akan iri dengan kebersamaan Gabriel dan Nandini.
Saat Gabriel dan Nandini baru saja masuk kedalam rumah dan mereka melewati ruang tengah.
Di meja makan tampak sudah riuh. Ternyata semua anggota keluarganya sudah berada di meja makan malam itu untuk makan malam.
Pandangan Gabriel nampak terfokus pada seseorang yang duduk di salah satu meja makan.
Seorang Pria yang sudah ia kenal.
"Rafael." pangil El, kemudian ia melangkahkan kaki mendekati Rafael. Rafael yang saat itu telah duduk di kursinya kemudian berdiri dan menghampiri Gabriel.
"Hai El." Sapa Rafa, teman lama itu kemudian saling berpelukan dan saling mengucapkan kata rindu.
"Kok kamu bisa ada di sini. Kapan datang?" tanya Gabriel dengan wajah penuh keterkejutan dengan kehadiran teman masa kecilnya.
"Aku datang tadi siang. Dan tante menahan ku di sini dan memaksa ku untuk menginap juga di sini beberapa hari." tutur Rafa pada El.
"Kau memang harus menginap. Banyak hal yang akan kita obrolkan nanti."
__ADS_1
"El, jangan ajak Rafa mengobrol terus. Ayo kita makan dulu." seru Rohana.
"Iya Ma, maaf. Ayo kita makan dulu. Baru nanti kita lanjutkan lagi mengobrol nya." tutur Gabriel.
"Ayo sayang." Ajak Gabriel pada sang istri Nandini untuk bergabung di meja makan.
Mereka pun kemudian menikmati makan malam bersama dengan tamu spesial pada malam hari itu.
Seusai makan malam. Gabriel mengajak Rafa untuk mengobrol.
"Oya, kenalkan ini istri ku. Nandini." ucap Gabriel memperkenalkan sang istri pada teman masa kecilnya Rafa.
"Nandini."
"Rafael."
"Sayang, mungkin kamu telah. Kamu bisa naik dulu ke kamar dan beristirahat lah." Ucap Gabriel pada sang istri Nandini.
"Oke, kalau begitu aku naik dulu ya." ujar Nandini kemudian ia pamit untuk menuju kamar.
Sedangkan Rafa dan El melanjutkan mengobrol di ruang tengah.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
"Sudah berapa lama kamu menikah?" tanya Rafa kepada El.
"Belum lama. Mungkin sekitar enam bulan."
"Selamat ya El. Akhirnya kamu sudah punya istri. Enak dong pastinya punya teman hidup." Sindir Rafa, kemudian di tanggapi senyuman oleh El.
"Maaf, saat kamu menikah aku tidak bisa datang. Karena pada saat itu aku sedang banyak pekerjaan di Amerika.
"Tidak masalah. Aku tau kesibukan mu. Kau sendiri kapan menikah? Kapan kau akan menyusul ku."
"Doa kan saja aku bisa segera menyusul mu. Enak pastinya tidur ada yang menemani."
"Tidak hanyalah di temani Raf, tapi kita bisa juga berolahraga yang menyehatkan otot." jawab El bercanda.
"Aku payah ya. Tapi sayangnya sampai saat ini aku belum punya pacar."
"Aku yakin kau sudah punya kekasih. Kau saja yang masih belum siap menikah. Jangan lama-lama kawan. Nanti kamu rugi dan menyesal karena tidak kunjung menikah." ledek lagi El pada Rafa.
"Aku masih santai dan menikmati pekerjaanku El. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan. Untuk menikah pasti ada keinginan itu. Hanya saja aku benar-benar belum menemukan wanita yang cocok. Aku ingin menikahi wanita yang benar-benar aku merasakan jatuh cinta dengan nya. Seperti dirimu"
"Aku doakan kamu segera mendapatkan jodoh mu Raf."
"Terimakasih doa nya El. Tapi jujur, aku sangat iri dengan mu tadi saat kamu baru saja pulang kantor. Kau terlihat lebih gagah jika ada wanita di samping mu. Kalian terlihat seperti pasangan yang sempurna. Langgeng terus ya El untuk pernikahan kalian."
__ADS_1
"Thanks Bro."
Kawan lama ini pun terbawa obrolan santai yang semakin malam semakin hangat.