Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Niat jahat Rohana


__ADS_3

Makin lama aku semakin tidak tahan dengan keberadaan Nandini ini di rumah ini. Aku harus segera cari cara untuk bisa mengusir wanita miskin itu.


Sudah sejauh ini, aku belum juga mendapatkan cara yang lembut yang bisa membuat Nandini pergi dari rumah ini untuk selamanya.


Karena Gabriel juga makin hari semakin terlihat menggilai wanita itu.


Hidup serumah dengannya membuatku selalu merasa sakit hati. Gabriel putra yang aku banggakan, putra pertama yang sangat aku cintai. Menikah dengan seorang wanita dari kalangan rendah yang membuatku malu.


Aku malu dengan teman-teman arisan ku saat sudah membahas menantu. Aku juga malu saat bertemu teman-teman bisnis almarhum suami dan ditanya siapa menantuku.


Jika saja aku memiliki seorang menantu yang dari kalangan sepadan. Aku bisa membanggakan Gabriel dan aku pasti juga akan membanggakan menantu ku.


Nandini benar benar telah menghancurkan impian ku untuk memilih mantu idaman dan cucu kebanggaan.


Saat teman arisan sudah membahas dan selalu menanyakan tentang sosok menantu. Aku selalu mencoba untuk menghindari obrolan tersebut.


Karena memang tidak ada satu hal pun yang bisa dibanggakan punya menantu seperti Nandini.

__ADS_1


Apalagi sudah 6 bulan mereka menikah. Mereka juga belum dikaruniai anak. Dan itu membuat aku senang. Senang karena jika nanti di saat aku berhasil memisahkan mereka. Gabriel tidak perlu repot-repot untuk memikirkan anaknya.


Makanya sekarang, mumpung Nandini belum hamil. Aku harus bisa segera memisahkan mereka.


Aku sudah tidak tahan dan muak dengan keberadaan wanita miskin itu di rumah ini. Ucap Rohana bermonolog. Saat ia berada di kamarnya.


Saat Rohana sedang bergelut dengan berbagai pikiran yang akan ia rencanakan pada Nandini. deringan ponsel milik nya yang berbunyi membuyar pikiran Rohana.


"Halo." sapa Rohana, pada panggilan masuk di ponselnya yang ia tidak tau dari siapa itu.


"Halo, ini Tante Rohana ya. Masih ingat dengan saya tidak Tante." ucap salah seorang wanita dari sebrang telepon.


"Ini saya Clarissa Tante. Masa lupa sama Clarissa."


"Clarissa! Apa kabar nak. Kamu di mana sekarang?" ucap Rohana yang seketika wajahnya langsung sumringah. Karena mendengar kabar Clarissa.


Clarissa adalah salah seorang anak dari kolega bisnis almarhum sang suami. Clarissa adalah seseorang yang waktu itu sempat digadang-gadang akan dijodohkan dengan Gabriel.

__ADS_1


Tetapi karena Gabriel menolak dengan mentah-mentah dan lebih memilih Nandini. Membuat perjodohan saat itu dibatalkan.


Karena waktu itu Gabriel mengancam bunuh diri dan Gabriel benar-benar melakukan itu.


Karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan Gabriel. Maka Rohana akhirnya menyetujui pernikahan Gabriel dengan Nandini.


"Clarissa sekarang kamu di mana nak?" tanya lagi Rohana kepada calon mantu idamannya waktu itu.


"Sekarang aku sedang ada di Jakarta Tante. Aku baru saja pulang dari Paris. Kontrak kerja ku habis dan aku kembali ke Indonesia Tante." tutur Clarissa.


"Sukses ya kamu di Paris. Kapan kamu main ke rumah Tante. Tante akan masak makanan yang enak-enak buat kamu kalau kamu main ke rumah."


"Pasti nanti Lisa akan main ke rumah Tante. Oya, apa kabar dengan Gabriel? Bagaimana kabarnya?"


"Gabriel baik. Makanya kalau kamu pengen ketemu Gabriel, cepetan kamu datang ke rumah Tante. Nanti kita makan-makan sambil ngobrol-ngobrol sama Gabriel."


"Ya Tante, nanti Lisa akan cari waktu untuk ke rumah tante. Lisa baru datang dua hari yang lalu Tante. Dan Lisa sengaja memberitahu Tante karena kan kita sudah lama tidak bertemu."

__ADS_1


"Tante sudah kangen sama kamu Lisa. Pokoknya Tante tunggu kedatangan mu ya." ucap Rohana tampak begitu antusias dan semangat.


"Iya Tante. Sampai ketemu nanti."


__ADS_2