Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Perubahan sikap keluarga Gabriel


__ADS_3

Setelah sekitar 2 jam menyendiri di ruang kerjanya. Gabriel kemudian kembali ke kamar.


Saat ia membuka pintu kamarnya. Ruang kamar sudah gelap. Mungkin saja Nandini sudah tertidur.


Lewat pencahayaan lampu yang temaram. Gabriel kemudian menutup pintu kamarnya dengan pelan.


Lalu, ia berjalan perjalanan mendekati Nandini yang saat itu tengah tiduran miring di tempat tidur.


Berjalan pelan mendekati sang istri. Gabriel nampak berdiri di sisi Nanini sambil memandangi wajah cantik wanita yang memang punya wajah cantik mempesona tersebut.


Maafkan aku sayang. Jika sikapku berubah terhadap dirimu.


Sebenarnya sikapku bukannya berubah terhadap dirimu. Tetapi aku hanya kesal pada seseorang.


Aku kesal padanya karena selain aku, ada pria lain yang pernah melihat tubuh mulus mu.


Tubuh yang selama ini aku puja, tubuh yang selama ini aku nikmati, tubuh yang selama ini aku sentuh.


Kau tahu Nandini. Kau adalah orang yang sangat berarti untukku. Aku sangat melindungi mu. Dan aku sangat tidak ingin kau dimiliki oleh pria manapun.


Sampai aku mengorbankan diriku saat itu untuk meminum racun yang bisa melenyapkan nyawaku sendiri.


Semuanya aku lakukan demi kamu Nandini..Agar dirimu tetap bisa aku miliki seutuhnya.


Bahkan aku tidak takut menentang keluarga besar ku.

__ADS_1


Siapapun tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku. Dirimu adalah milik ku sepenuhnya. Hanya aku boleh memiliki mu.


Aku tidak rela jika tubuhmu dilihat oleh pria lain. Tapi Rafael sudah membuat aku marah.


Dia telah mencuri kesempatan itu. Dia menyentuh mu dan melihat mu.


Aku tidak terima.


Ini memang bukan salahmu. Dan kamu juga tidak tahu menahu dengan apa yang sedang terjadi pada saat itu.


Tapi tetap saja Nandini. Peristiwa Itu membuat hatiku terluka. Membuat hatiku sakit.


Persahabatan aku dengan Rafael pun kini sudah putus. Aku marah padanya. Aku dendam padanya. Dan aku tidak terima padanya. Ucap Gabriel dalam hati.


Gabriel kemudian menjulurkan tangannya untuk menyisipkan rambut yang saat itu menutupi pipi sang istri.


"Selamat beristirahat sayang, cintaku." Gabriel kemudian menundukkan kepalanya dan memberikan kecupan ke kepala Nandini.


Setelah itu, ia mengitari tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sana.


Gabriel kemudian berinsut lebih dekat pada Nandini. Lalu ia memeluk dengan posesif tujuh sang istri dan ikuti tertidur.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Karena merasa sudah sehat. Nandini akhirnya bisa kembali pergi ke kantor.

__ADS_1


Suasana tenang nampak menyelimuti meja makan pagi itu.


Sebuah suasana yang jarang sekali dirasakan ketenangan oleh Nandini ketika ia menikmati makan di meja makan.


Karena biasanya sang Mama tua selalu menguji kesabarannya.


Dirinya selalu di ceramahi dengan berbagai hal dan berbagai macam yang ada aja untuk dibahas.


Tetapi pagi ini Rohana tidak melakukannya.


Semua nampak fokus menikmati makanannya masing-masing.


Begitu pula dengan beberapa anggota keluarga yang lain. Kedua adik Gabriel. Mereka juga banyak diam.


Nikmatilah masa-masa tenang mu Nandini. Karena masa-masa tenang mu di rumah ini sudah tidak lama lagi.


Sebentar lagi aku yakin kamu akan diusir oleh Gabriel dari rumah ini.


Aku tahu seberapa dalam cintanya Gabriel terhadap dirimu. Aku juga tahu seberapa kekecewaannya El terhadap Rafael karena sudah menolong Nandini di kamar mandi kemarin.


Aku sudah mengorbankan persahabatan mereka demi bisa menghancurkan hubunganmu dan Gabriel.


Maka aku harus segera menuntaskannya dengan cara mengusir mu dari rumah ini. Dan membuat Gabriel mengucapkan talak itu terhadap dirimu.


Aku harus berhasil kali ini.

__ADS_1


Jadi, nikmatilah masa-masa tenang mu sekarang.


__ADS_2