
"Kamu kenapa El, kalau makan tuh hati-hati. Memangnya kenapa sih bisa kesedak begitu." Rohana bertanya pada Gabriel saat El tersedak mendengar Sang Mama membahas istrinya.
"Tidak ada apa apa Ma. El sudah sarapannya." Gabriel kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan ke dapur untuk membawakan sarapan untuk Nandini.
"Liat itu Raf, sebagai seorang laki-laki dia terlalu takut dengan istrinya. Bahkan sekarang dia sudah menjadi pembantu untuk Nandini. Nandini tuh cuman akting sakit. Paling dia cuma sakit biasa. Dia hanya ingin diperhatikan saja sama Gabriel..Nandini itu sudah tahu kalau keberadaanya di sini tidak disukai oleh keluarga Gabriel. Tetapi dia selalu ingin membuktikan jika dirinya punya dudukan di rumah ini dengan cara menjerat Gabriel untuk bisa bertekuk lutut di hadapannya."
Bukankah itu hal wajar jika Nandini manja sama Gabriel. Karena Gabriel kan suaminya. Rafa nampak membantin.
"Nanti kalau kamu punya istri. Jangan mau disetir sama istrimu Raf. Kamu harus menjadi laki-laki yang di takuti sama istri. Bukan kaya El yang terlalu bucin."
Rafael tidak menjawab, ia hanya mengulas tipis saat mendengar ucapan Rohana.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Karena pada hari itu Gabriel ada meeting penting. Terpaksa Gabriel harus meninggalkan Nandini di rumah.
Sebenarnya ia ingin berada di rumah membawa Nandini untuk ke dokter. Karena kemarin mereka tidak jadi pergi ke dokter.
Gabriel pun berjanji akan pulang cepat dan akan membawa sang istri ke dokter seusai ia pulang dari kantor.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Hari itu Rafael kebetulan juga tidak masuk kantor. Karena ia sedang membereskan beberapa pekerjaan yang memang bisa di kerjakan di rumah.
Sambil membereskan pekerjaannya. Rafael juga membereskan beberapa pakaian yang berantakan dan ia masukan kembali ke kopernya. Karena ia akan pindah ke apartemen besok.
Hari itu, Rohana sengaja menyuruh kedua asistennya yang lain untuk pergi keluar dengan alasan berbelanja ke pasar dan juga untuk membelikan beberapa obat di apotek.
Sehingga yang ada di rumah kala itu hanyalah Tini, asisten rumah tangga kepercayaan Rohana.
Pada hari itu Rohana sudah menyusun rencananya untuk bisa mengeksekusi niatannya untuk menjebak Nandini dan juga Rafael.
Pada siang hari kala itu. Rohana menyuruh Tini Untuk mengantarkan lagi minuman untuk Nandini yang saat itu berada di kamar.
Setengah jam kemudian Nandini merasakan sesuatu yang tidak beres pada dirinya.
Tubuhnya terasa panas dan ia berkeringat dingin. Nandini juga merasa kegerahan.
Makin lama apa yang dirasakan Nandini semakin parah dan tidak nyaman. Keringat dingin itu kini mulai bercucuran keluar dari tubuhnya.
Merasakan tubuhnya gerah dan tidak nyaman karena keringat. Membuat Nandini kemudian ingin mandi.
Tepat di saat itu lah. Tini ya kalau itu sudah mengintai dari pintu yang tidak ia tutup dengan sempurna. Tini mengintip bahwa saat itu Nandini sudah masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Yakin dengan aktivitas apa yang akan dilakukan oleh Nandini di kamar mandi. Tini pun kemudian memberitahu pada Rohana. Dan sepertinya, Rohana siap untuk melancarkan aksinya.
Sepuluh menit kemudian, listrik yang ada di rumah padam dengan tiba tiba.
Nandini yang kala itu sedang melakukan aktivitas membersihkan diri di kamar mandi pun menjadi terkejut karena tiba-tiba listriknya padam. Sehingga ia merasa kegelapan berada di kamar mandi.
Dan waktu yang bersamaan, Rohana berteriak minta tolong. Teriakan Rohana pun didengar oleh Rafael yang saat itu masih berada di kamarnya.
Rafael langsung keluar dari kamarnya. Saat ia keluar dari kamar. Rohana dengan wajah kawatir minta tolong pada Rafael untuk mengecek keadaan Nandini. Karena Rohana bilang jika Nanini pingsan di kamar mandi.
"Rafael, bisa minta tolong. Nandini terjatuh di kamar mandi. Cepatlah naik ke atas ke kamar dan tolong Nandini." ucap Rohana, tanpa pikir panjang. Rafael pun langsung berlari menaiki anak tangga dengan langkah cepat. Dan ia langsung masuk ke kamar Nandini yang gelap gulita tersebut.
Rohana dan juga Tini yang saat itu ikut serta masuk kedalam kamar sengaja merekam semua aktivitas yang sedang di lakukan Rafael.
"Raf, buka pintu kamar mandinya. Nandini ada di dalam." perintah Rohana.
Rafael dengan sedikit ragu ragu kemudian membuka pintu kamar mandi.
Saat Rafael sedang membuka kamar mandi. Ternyata benar, Nandini sudah tergeletak di bawah di lantai di kamar mandi dengan keadaan tidak memakai apapun.
Sekilas melihat itu, Rafael langsung memejamkan matanya dan menutup kembali pintu kamar mandi.
__ADS_1