
"Jangan sedih Clarissa. Tante akan berusaha untuk memisahkan Gabriel dan juga Nandini. Saat ini mereka belum dikaruniai anak. Jadi lebih mudah bagi tante untuk bisa memisahkan mereka." ucap Rohana ada Clarissa pada saat mereka bertemu kembali.
"Ternyata Gabriel tidak berubah ya Tante. Dia selalu saja menjadi seorang pria yang susah untuk ditaklukan." keluh Clarissa.
"Sebenarnya Gabriel itu bukannya sulit untuk ditaklukkan. Gabriel itu terlalu polos dan bodoh karena ia jatuh cinta pada wanita yang salah seperti Nandini."
"Tapi Gabriel pernah melakukan percobaan bunuh diri hanya demi untuk mendapatkan wanita itu Tante. Setelah Gabriel menolak perjodohan itu aku sempat depresi. Makanya aku langsung lari ke Paris saat itu. Padahal waktu itu Gabriel masih pacaran dengan Nandini. Dua tahun setelah aku kembali mereka sekarang malah sudah menikah. Berarti selama dua tahun itu Gabriel mempertahankan cintanya untuk Nandini Tante."
"Jangan patah arang Clarissa. Tante yakin dan pastikan. Tante bisa memisahkan Gabriel dengan Nandini. Saat mereka sudah berpisah, saat itulah kamu yang akan menggantikan posisi Nandini. Kamu yang akan menjadi menantuku."
"Tapi sepertinya itu sulit untuk membuat Gabriel jatuh cinta sama aku Tante. Karena dia sepertinya sangat mengilai wanita itu."
"Gampang kalau untuk membuat Gabriel bisa peduli dengan kamu. Asalkan kamu bisa cepat memberikan dia anak. Anak itu akan menjadikan alasan Gabriel untuk terikat denganmu. Makanya nanti kalau kamu sudah menikah dengan Gabriel. Cepatlah punya anak agar perhatian Gabriel tidak terlalu fokus untuk memikirkan Nandini."
"Tapi Tante, aku menjadi ragu untuk terus maju."
__ADS_1
"Ragu kenapa, dia anak Tante. Aku mendukung hubungan kalian. Gabriel itu salah pilih jodoh. Makanya tante ingin memisahkan mereka."
"Kita lihat saja nanti Tante bagaimana perkembangan selanjutnya." ujar Clarissa yang saat itu sedang mengobrol dengan Rohana di sebuah restoran.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dengan mengenakan baju santai saat itu. Nandini tengah berada di dapur ia sepertinya sedang memasak.
Saat Nandini tengah asik memasak di dapur untuk makan malam. Rafael yang saat itu ada di belakangnya menyapa Nandini.
"Maaf aku mengagetkan mu." ucapkan Rafael, kemudian spontan ia ingin mengambilkan spatula yang terjatuh ke lantai.
Tapi di saat waktu yang bersamaan. Nandini juga ingin mengambilkan spatula yang terjatuh di lantai tersebut. Hingga pada saat yang bersamaan tangan Rafael menyentuh tangan Nandini.
Dan bersamaan itu, Gabriel datang ke dapur dan ia menyaksikan momentum di mana Rafael memegang tangan sang istri.
__ADS_1
Menyadari jika Gabriel berada di dapur juha. Spontanitas membuat Rafael bangkit dari jongkoknya dan ia pun menjelaskan kepada Rafael tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Gabriel tidak terlalu berfikir negatif pada sahabatnya.
Gabriel percaya dan tidak menaruh curiga apapun pada sikap Rafa.
Malam itu Gabriel menyuruh Nandini untuk memasak nasi goreng untuk makan malam mereka.
Nandini pun menurut dan ia kemudian ke dapur untuk masak.
Setelah ada sedikit insiden itu. Semua bersikap netral.
Setelah nasi goreng yang ia buat telah jadi. Nandini kemudian menyiapkan nasi goreng itu ke piring dan membawanya ke meja makan.
Ia kemudian meletakkan piring itu di depan kursi meja makan.
__ADS_1